Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Cegah Pengangguran, Pemkot Makassar Perpanjang Masa Kerja 6.472 PPPK Paruh Waktu

MAKASSAR — Kabar baik bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 PPPK Paruh Waktu sebagai bentuk perhatian pemerintah sekaligus memberikan kepastian keberlanjutan pekerjaan bagi para pegawai.Perpanjangan masa perjanjian kerja tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Apel Kesiapan, Disiplin dan Kinerja PPPK Paruh Waktu, sekaligus menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa perjanjian kerja di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa (20/10/2026).Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, keputusan memperpanjang masa kerja ribuan pegawai merupakan wujud perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap nasib dan keberlanjutan pekerjaan mereka."Sebagai bentuk perhatian kita, Pemerintah Kota memperpanjang SK PPPK Paruh Waktu lingkup Pemkot Makassar sebanyak 6.472 orang," jelas Munafri.Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan status kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan mencegah bertambahnya angka pengangguran di Kota Makassar.Orang nomor satu Kota Makassar itu menyebutkan bahwa keberlanjutan kerja ribuan PPPK Paruh Waktu memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata.Jika ribuan pegawai tersebut kehilangan pekerjaan secara bersamaan, kondisi itu berpotensi menambah beban pengangguran sekaligus memengaruhi kesejahteraan keluarga mereka."Pasti ini mengurangi pengangguran, bayangkan kalau tiba-tiba 6.472 orang langsung kehilangan pekerjaan. Dampaknya besar sekali. Sehingga penpajangan SK PPPK ini, bentuk perhatian kita," katanya.Munafri menjelaskan, pegawai yang diusulkan untuk mendapatkan perpanjangan masa perjanjian kerja telah melalui proses penilaian, dengan mempertimbangkan kinerja masing-masing.Namun, ia mengingatkan bahwa perpanjangan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan disiplin, etos kerja, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.Menurut Appi, PPPK Paruh Waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar.Karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga profesionalisme dan menunjukkan kontribusi nyata di tempat kerja masing-masing."PPPK paruh ini, adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Saya berharap mampu memperlihatkan etos dan etika kerja yang baik," imbuh Appi.Ia juga mengingatkan bahwa perilaku dan kinerja pegawai menjadi cerminan wajah pemerintah di tengah masyarakat.Setiap pegawai dituntut menjaga sikap, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.Ketua IKA FH Unhas itu menekankan, seluruh PPPK Paruh Waktu harus membangun kekompakan dan bekerja sebagai satu kesatuan untuk menghadirkan pelayanan publik yang maksimal.Ia meminta para pegawai tidak merasa rendah diri dengan status PPPK Paruh Waktu. Sebaliknya, mereka harus tetap percaya diri karena memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan Kota Makassar."Mereka (PPPK) adalah bagian dari pilar penyangga pemerintahan yang ada di Kota Makassar. Tanpa mereka, Kota Makassar tidak akan bisa tumbuh lebih tinggi dan lebih baik lagi seperti yang kita rasakan saat ini," terangnya.Selain meningkatkan etos kerja, Munafri mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap pimpinan di masing-masing instansi dan wilayah kerja atau Kecamatan.Dia berharap perpanjangan masa kerja menjadi momentum bagi setiap pegawai untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat.Lebih jauh, Appi menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya menilai pegawai dari kehadiran secara fisik. Kualitas pekerjaan, penyelesaian tugas, dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat juga harus menjadi tolok ukur kinerja."Disiplin adalah kewajiban, kinerja adalah tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat adalah pengabdian kita," tegasnya.Politisi Partai Demokrat itu pun meminta seluruh PPPK Paruh Waktu memanfaatkan perpanjangan masa kerja dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kinerja yang terukur, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah dan masyarakat.Munafri meyakini, perpanjangan masa perjanjian kerja ini menjadi motivasi bagi ribuan PPPK Paruh Waktu untuk semakin disiplin, profesional, dan bertanggung jawab."Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, tingkatkan kedisiplinan, perbaiki kinerja, dan teruslah memberikan kontribusi terbaik bagi Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat," pesannya."Tentu, seluruh jajaran Pemerintah Kota harus terus bekerja dengan hati, bergerak dengan disiplin, dan menghasilkan kinerja nyata demi mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan," sambung Appi, menutup arahan.Perpanjangan masa perjanjian kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak diberikan secara otomatis.Evaluasi kinerja menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan masa kerja pegawai.Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengungkapkan, dari total pegawai yang tercatat dalam proses perpanjangan, berbagai alasan."Jumlah keseluruhan PPPK Paruh Waktu yang tercatat dalam proses tersebut sebanyak 6.607 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 6.472 orang diusulkan untuk mendapatkan perpanjangan masa perjanjian kerja," ujarnya.Ia menegaskan, evaluasi terhadap PPPK Paruh Waktu tidak hanya berpatokan pada tingkat kehadiran. Aspek perilaku sehari-hari, loyalitas, kedisiplinan, serta kualitas pelaksanaan tugas juga menjadi bagian dari penilaian.Menurutnya, OPD masing-masing menjadi pihak yang melakukan evaluasi langsung terhadap pegawai. Sementara BKPSDMD bertugas memverifikasi dan memastikan alasan yang disampaikan sesuai dengan kondisi serta hasil penilaian yang ada."Jadi berkinerja itu bukan cuma absen saja, tetapi dilihat kesehariannya juga. Loyalitas juga salah satu dari penilaian. Bukan kami yang menilai, yang menilai itu OPD-nya. Kami hanya memverifikasi dan melihat apakah memang betul kondisinya seperti itu," tegasnya.Kamelia menekankan, keputusan perpanjangan masa kerja bukan didasarkan pada faktor suka atau tidak suka, melainkan pertimbangan objektif terkait kinerja dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.Ia menyebutkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada prinsipnya menginginkan seluruh PPPK Paruh Waktu mendapatkan perpanjangan selama tidak bertentangan dengan aturan."Pesan Bapak Wali Kota, semua sebenarnya diperpanjang selama itu tidak melanggar aturan. Tetapi kalau melanggar aturan, pasti tidak diperpanjang," tegasnya.Karena itu, Kamelia mengingatkan seluruh PPPK Paruh Waktu agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah dengan menunjukkan kinerja terbaik.Dia meminta pegawai bekerja secara profesional, disiplin, berintegritas, serta menjalankan tugas dan arahan pimpinan yang sesuai dengan ketentuan.Menurutnya, penilaian dari pimpinan di masing-masing OPD menjadi salah satu poin penting yang dipertimbangkan dalam menentukan perpanjangan masa perjanjian kerja berikutnya."Pesan saya, khusus untuk PPPK Paruh Waktu, hal ini susah diraih. Tolong dijaga dengan bekerja baik, disiplin, berintegritas, dan loyal kepada pimpinan," pesannya.Ia menambahkan, seluruh pegawai harus mampu menjalankan tugas yang diberikan secara bertanggung jawab, sekaligus tetap berpegang pada aturan dalam melaksanakan pekerjaan."Melalui evaluasi tersebut, kita berharap keberlanjutan masa kerja PPPK Paruh Waktu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan kepada masyarakat," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026

BALI — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini dibuka dengan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.Turut hadir Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo.Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, Bali Tech Week 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026.Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi, startup, investor, akademisi, dan komunitas digital untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, infrastruktur digital, industri gim, hingga investasi teknologi.Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penguatan ekosistem digital daerah.Partisipasi dalam forum ini diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dan mendukung pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan potensi ekonomi daerah, serta mempercepat transformasi digital di Kota Makassar.Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, didampingi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Daniati, S.STP., M.H.

Baca Selengkapnya
Umum

Digelar Sederhana dan Hybrid, Wali Kota Makassar Ikuti Rapat Paripurna HUT ke-357 Sulsel

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dihelat secara hybrid.Munafri mengikuti rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar secara daring dari Aula Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026).Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan di satu lokasi bersama jajaran Forkopimda Sulsel. Kepala daerah se-Sulsel turut mengikuti rapat dari wilayah masing-masing.Kesederhanaan Rapat Paripurna HUT Sulsel tahun ini juga menjadi bentuk keprihatinan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan.Kehadiran Munafri bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-daerah guna mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.Ia mengikuti seluruh rangkaian acara Rapat Paripurna HUT Sulsel yang hanya diisi dengan sejumlah rangkaian sederhana seperti pembacaan sejarah, refleksi perjalanan, dan pemaparan pencapaian Sulsel yang kini memasuki usia 357 tahun.Munafri mengatakan, momentum hari jadi Sulsel menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan daerah.“Kita berharap melalui sinergi yang terus terbangun pembangunan daerah dapat terus berjalan, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” harap Munafri.Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-357 Sulsel mengusung tema 'Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur'.Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.Andi Sudirman menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,59 persen. Selain itu, lanjutnya, Sulsel juga berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui surplus produksi padi.Lebih jauh, Andi Sudirman juga memaparkan capaian dan rencana pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.“Pertumbuhan ekonomi Sulsel ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam mendukung pencapaian target ekonomi nasional,” katanya.Andi Sudirman juga menyampaikan permohonan maaf karena peringatan HUT Sulsel tahun ini tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Sambut Kolaborasi UI-Unhas Perkuat Kapasitas Diplomasi Pelajar Hingga ASN

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan kota global.Peluang kolaborasi tersebut dibahas Munafri saat menerima audiensi dari sejumlah perwakilan dosen dan mahasiswa Departemen HI UI dan Unhas di Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026).Dosen HI UI, Asra Virgianita, mengatakan tujuan kunjungan mereka pada kesempatan tersebut untuk mengusulkan program lokakarya untuk para ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.Asra menjelaskan program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis antara akademisi dan ASN. Khususnya terkait pengembangan kapasitas diplomasi dan hubungan internasional pemerintah daerah.Program sekaligus menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat dengan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat."Jadi kita dapat bertukar pemahaman tentang tentang teori dan pengalaman-pengalaman praktis,” ujar Asra.Munafri menyambut positif tawaran tersebut. Ia menilai, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah kota membangun kapasitas diplomasi yang lebih terarah. Mulai dari pemahaman diplomasi hingga penguatan mengenai peluang kerja sama internasional.“Saya juga tertarik dengan kolaborasi ini. Jadi apa yang ada disini (kapasitas ASN Pemkot Makassar) bisa disempurnakan dengan teman teman dari UI dan Unhas,” katanya.Ia menggaris bawahi, kapasitas diplomasi SDM Makassar menjadi aspek penting dalam membawa Makassar menghadapi dinamika kerja sama internasional. Ia menguraikan Makassar memiliki peluang yang besar untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara.Munafri mencontohkan peluang strategis Kota Makassar dengan keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara. Selain itu, Makassar memiliki akses penerbangan internasional serta aktivitas kunjungan massif warga negara asing yang turut membuka ruang interaksi lintas negara.Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan SDM Kota Makassar dalam memberikan pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan pengunjung dari berbagai latar belakang.Ia bahkan mendorong agar penguatan kapasitas diplomasi ini juga melibatkan pelajar. Menurutnya, pengenalan diplomasi sejak dini dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di lingkungan internasional."Kalau kita bisa membuat program seperti ini, sebaiknya anak-anak sekolah juga dilibatkan. Kalau kita bisa bikin itu, sebaiknya melibatkan juga anak-anak sekolah. SD-SMPnya Pemkot, SMA-nya itu di tingkat provinsi," katanya.Munafri juga melihat keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar dapat menjadi peluang untuk memperluas ruang pembelajaran dan interaksi internasional bagi masyarakat, khususnya generasi muda.“Di sini ada Konsulat Jepang sama Australia. Kehormatannya itu ada Prancis, Belanda, Swiss, Kroasia. Ini bisa kita ajak semua ini, bareng-bareng kita bicara tentang diplomasi,” pungkasnya.Ia pun mendorong agar rencana lokakarya dibahas lebih lanjut secara teknis bersama BKPSDM dan Bagian Kerja Sama Kota Makassar. Sehingga program dapat disusun sesuai kebutuhan kota.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Tunjukkan Kebolehan Memasak, Raih Juara I di Ajang HUT Sulsel ke-357

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menunjukkan kebolehannya di dapur. Tak hanya piawai memimpin pemerintahan, orang nomor satu Kota Makassar itu sukses meraih juara I dalam lomba memasak nasi goreng antar kepala daerah se-Sulawesi Selatan.Prestasi tersebut, diraih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang berlangsung di pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (18/10/2026).Munafri mengikuti lomba memasak tersebut setelah menghadiri kegiatan Jalan Santai Anti Mager yang juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi provinsi.Dengan mengenakan perlengkapan koki, Appi tampak antusias meracik bumbu dan mengolah nasi goreng menggunakan berbagai perlengkapan memasak layaknya di warung makan. Ia juga didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, yang turut menyaksikan keseruannya di arena lomba.Usai dinobatkan sebagai juara pertama, Appi mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih."Alhamdulillah, saya juara I, lomba masak antar kepala daerah se-Sulsel," ujar Appi singkat.Lomba memasak ini menjadi salah satu kegiatan yang menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.Lebih dari sekadar kompetisi, ajang tersebut menghadirkan suasana santai dan penuh keakraban di antara para kepala daerah.Melalui kegiatan seperti ini, ia menyampaikan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarpemerintah daerah diharapkan terus terbangun."Tidak hanya dalam suasana perayaan, tetapi juga dalam upaya bersama mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

CFD di Jalan Rusa Jadi Ruang Ekonomi Baru, Appi: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan ruang usaha alternatif agar para pedagang tetap memiliki kesempatan mencari nafkah sekaligus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Minggu (18/10/2026) pagi. Diresmikan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan untuk memberdayakan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga."Pada hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kegiatan ini harus bermanfaat untuk masyarakat. Jangan dilakukan kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat," tegas Appi.Hadirnya CFD memberikan bukti nyata bahwa, Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar tidak berhenti pada penertiban, tetapi disertai solusi.Lokasi CFD lanjut Appi, diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya mendorong budaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya PKL dan pelaku UMKM yang terdampak penataan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)."Melalui kawasan ini, masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati beragam produk lokal, mulai dari kuliner, sayuran, pakaian, hingga aneka produk kreatif yang ditawarkan para pedagang," tuturnya.Oleh sebab itu, Appi meminta Camat Makassar memprioritaskan warga setempat untuk mendapatkan ruang usaha di kawasan CFD tersebut.Menurutnya, kesempatan berjualan harus dikelola secara adil agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya ruang ekonomi baru tersebut."Ini perlu dijaga, agar UMKM yang hadir benar-benar mampu untuk dihidupkan, untuk diberdayakan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka bisa lebih meningkat lagi," ujarnya.Appi menjelaskan, pembukaan ruang publik seperti CFD merupakan bagian dari upaya menghadirkan titik-titik aktivitas baru di tengah kawasan perkotaan.Dalam perspektif penataan kota, pendekatan tersebut dikenal sebagai akupunktur kota, yakni menghidupkan titik tertentu melalui intervensi yang mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.Menurutnya, Jalan Rusa tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan warga untuk membangun interaksi sosial, mempererat kebersamaan, serta menggerakkan ekonomi lokal."Ini memang sangat penting kita membuka ruang-ruang. Kalau dalam istilah tata kotanya adalah akupunktur kota," tuturnya."Sehingga terbuka ruang-ruang interaksi yang harus mempertemukan masyarakat dengan masyarakat yang ada untuk bagaimana memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar," sambung politisi Partai Demokrat itu.Ia juga mengimbau Camat, Lurah, serta para ketua RT dan RW untuk menghadirkan kegiatan edukatif secara rutin setiap pekan.Dengan begitu, CFD tidak hanya menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.Selain itu, Appi mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.Dia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama, termasuk pedagang dan pengunjung."Jangan setelah acara ini sampai jam 10.00, sampahnya masih berserakan di mana-mana. Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua," katanya.Appi juga meminta para pedagang makanan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk yang dijual agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.Selain itu, ia mengingatkan agar CFD tidak menjadi ruang konflik atau perebutan lapak antarpedagang.Dikatakan, pengaturan los harus dilakukan secara tertib dan adil sehingga seluruh pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang proporsional."Jangan tempat ini dijadikan tempat untuk saling jago-jagoan, tempat untuk berkelahi. Kalau itu terjadi, saya akan langsung tutup kegiatan ini," pesan Ketua IKA FH Unhas itu.Ia turut meminta panitia mengatur posisi lapak agar tidak menghalangi arus pejalan kaki. Jalur evakuasi harus tetap tersedia, termasuk akses bagi ambulans dan kendaraan darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.Munafri juga mengingatkan bahwa sesuai konsep Car Free Day, kendaraan tidak diperbolehkan melintas di kawasan tersebut selama jam pelaksanaan yang telah ditentukan.Pada kesempatan itu, Appi menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Rusa, karena telah memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan tersebut.Menurutnya, keberlanjutan CFD sangat bergantung pada keterlibatan dan rasa memiliki seluruh masyarakat."Ini adalah tempat kita bersama. Tidak ada yang bisa menjaga tempat ini kalau bukan kita. Maka dari itu, mari kita menjaga tempat ini, menjaga acaranya setiap minggu berjalan dengan kondusif," tuturnya.Dia menambahkan, melalui CFD Jalan Rusa, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Dengan demikian, penertiban bukan menjadi akhir bagi aktivitas usaha para PKL, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang berjualan yang lebih tertata, sekaligus mendorong UMKM tumbuh dan berkembang."Saya berharap kawasan ini menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang mampu menyatukan aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu ruang kebersamaan," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)