Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Halaman Resmi

Hidrologi dan Klimatologi

Karakteristik Iklim dan Curah Hujan


Kota Makassar memiliki kondisi hidrologi dan klimatologi yang unik karena lokasinya yang strategis di pesisir barat daya Pulau Sulawesi. Dikenal sebagai "Waterfront City", kota ini dialiri oleh beberapa sungai besar seperti Sungai Tallo dan Jeneberang yang bermuara ke Selat Makassar.

  1. Karakteristik Iklim

    Dari sisi iklim, Makassar masuk dalam kategori iklim Tipe C (agak basah) menurut klasifikasi Schmidt-Fergusson. Kota ini mengalami puncak musim hujan antara bulan Desember hingga Februari, yang terkadang menyebabkan genangan air terutama pada saat curah hujan tinggi bersamaan dengan naiknya air pasang. Sebaliknya, kota ini juga rentan terhadap kekeringan saat musim kemarau.

  2. Curah Hujan & Pengaruh Perubahan Iklim

    Data dari BMKG menunjukkan bahwa curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Desember dan Januari. Fenomena perubahan iklim global juga turut memengaruhi kondisi iklim lokal, dengan adanya potensi peningkatan kejadian iklim ekstrem seperti El-Nino yang menyebabkan kekeringan dan La-Nina yang meningkatkan curah hujan dan risiko banjir di wilayah kota.

DAS Utama yang Mempengaruhi Wilayah


Nama DAS Sungai Utama Luas DAS (km²) Panjang Sungai (km) Kab/Kota yang Dilintasi Tutupan Hutan (%) Isu Utama
Jeneberang Jeneberang 860 80 Gowa, Makassar 16,8 Erosi tinggi, sedimentasi Waduk Bili-Bili, sumber air baku utama
Tallo Tallo, Pampang 425,75 10 Gowa, Maros, Makassar 12,1 Polusi industri & domestik, perubahan lahan masif, banjir perkotaan
Maros Maros 645 69,9 Maros 19,8 Berbatasan dengan DAS Tallo, mempengaruhi hidrologi regional
Sumber: Sintesis dari berbagai studi hidrologi.