Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Hadir di Family Gathering 74 Tahun Kalla, Munafri Apresiasi Kontribusi bagi Pertumbuhan Ekonomi Makassar

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Kalla Group yang selama 74 tahun telah menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Makassar.Ia mengatakan keberadaan perusahaan yang tumbuh dari Makassar tersebut telah mendorong pembangunan kota di berbagai sektor serta memberikan dampak bagi masyarakat.Apresiasi itu disampaikan Munafri saat menghadiri Family Gathering dalam rangka HUT ke-74 Kalla Group yang diselenggarakan PT Hadji Kalla di Rooftop Garden Nipah Park, Sabtu (24/10/2026) malam. Munafri hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.Pada kesempatan tersebut, Munafri mengatakan perjalanan Kalla Group selama lebih dari tujuh dekade menunjukkan bahwa perusahaan yang tumbuh dari Kota Makassar mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika ekonomi dan sosial-politik, sekaligus terus berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah."Ini adalah perjalanan yang sangat panjang. Kehadiran grup ini di Kota Makassar memberikan bukti bahwa dari Kota Makassar bisa tumbuh perusahaan yang bertahan sampai 74 tahun," katanya.Munafri memuji kontribusi Kalla Group dapat dirasakan melalui keterlibatannya di berbagai sektor pembangunan. Termasuk melalui kukungan dunia usaha, kata dia, menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan kota, baik melalui aktivitas bisnis, kontribusi terhadap pendapatan daerah, maupun dukungan langsung terhadap penataan lingkungan perkotaan.Munafri mengungkapkan, salah satu kontribusi tersebut kini tengah terlihat pada revitalisasi taman di Jalan Hasanuddin. Revitalisasi tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Makassar bersama Kalla Group menghadirkan salah satu ruang terbuka dengan kualitas estetika terbaik di kawasan Indonesia Timur.Sejalan dengan itu, Munafri menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.Munafri mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat dari 6,61 persen pada kuartal pertama menjadi 7,04 persen pada kuartal kedua. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan iklim investasi di Kota Makassar terus bergerak positif."Roda penggerak ekonomi di kota ini berjalan dengan sangat baik dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta. Yang lebih penting lagi, iklim investasi di kota ini berjalan dengan sangat baik," jelasnya.Selain pertumbuhan ekonomi, Munafri juga menyoroti dampak aktivitas usaha terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya penyerapan tenaga kerja. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Makassar turun dari 10,6 persen menjadi 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Karena itu, ia berharap Kalla Group dan pelaku usaha lainnya terus mengembangkan bisnis serta memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah. Munafri menegaskan, pemerintah kota membutuhkan keterlibatan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.Menurutnya, kemajuan Makassar tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada partisipasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong pertumbuhan kota."Kalla akan terus bersama-sama dengan Pemerintah Kota untuk membangun kota di seluruh sektor yang akan kita bangun secara bersama-sama," tuturnya.Lebih jauh, Munafri turut mengapresiasi kekompakan keluarga besar Kalla Group yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan usaha.Ia menilai, kegiatan family gathering bukan sekadar perayaan hari ulang tahun, melainkan juga momentum untuk memperkuat hubungan antara jajaran direksi, karyawan, dan keluarga sebagai bagian dari ekosistem perusahaan.Munafri juga mengapresiasi proses regenerasi kepemimpinan melalui proses kepemimpinan kepanitiaan HUT ke-74 Kalla Group. Keterlibatan generasi muda, menurutnya, menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan perusahaan sekaligus contoh bagi dunia usaha di Kota Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Mars PKK hingga Lagu Pilihan, Kader dari 15 Kecamatan Tampilkan Kekompakan di HKG ke-54

MAKASSAR – Semarak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar ke-54 semakin terasa melalui lomba paduan suara yang diikuti oleh 15 kecamatan se-Kota Makassar.Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang menghadirkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kreativitas para kader TP PKK dalam memeriahkan peringatan tahunan tersebut di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (24/10/2026).Lomba paduan suara ini dilaksanakan dalam tiga sesi selama tiga hari perayaan HKG PKK Kota Makassar ke-54.Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah vokal, membangun harmonisasi, serta menampilkan kekompakan tim melalui lagu-lagu yang telah ditentukan.Dalam perlombaan ini, setiap kecamatan membawakan dua lagu, yakni Mars PKK sebagai lagu wajib dan satu lagu pilihan. Untuk kategori lagu pilihan, peserta dapat memilih salah satu dari tiga lagu, yaitu Butta Kalassukangku, Anak Sekolah, atau Surat Cinta.Perpaduan lagu wajib dan lagu pilihan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal sekaligus menghadirkan variasi penampilan yang menarik.Penampilan masing-masing kecamatan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Medianita Cantika, perwakilan Pokja II TP PKK Kota Makassar, Anshari Sanusi, Koordinator Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin, serta Shendy Latuperissa seorang penyanyi yang juga pelatih vokal.Kehadiran dewan juri dengan latar belakang yang beragam diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif dan profesional. Setiap tim berupaya memberikan penampilan terbaik melalui harmonisasi suara, ketepatan nada, kekompakan, serta penghayatan lagu yang dibawakan.Lebih dari sekadar kompetisi, lomba paduan suara ini menjadi ruang bagi kader PKK dari 15 kecamatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas.Antusiasme peserta dalam mengikuti perlombaan juga mencerminkan partisipasi aktif kecamatan dalam menyukseskan rangkaian peringatan HKG PKK Kota Makassar ke-54.Adapun pengumuman pemenang lomba paduan suara dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertepatan dengan hari puncak peringatan HKG PKK Kota Makassar ke-54. Momen tersebut menjadi hal yang dinantikan oleh seluruh peserta untuk mengetahui hasil penilaian setelah menampilkan kemampuan terbaik mereka.Melibatkan 15 kecamatan, lomba paduan suara HKG PKK ke-54 menjadi ajang mempererat kebersamaan, menumbuhkan kreativitas, dan memperkuat semangat pengabdian kader PKK bagi keluarga dan masyarakat.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri-Aliyah Meriahkan United Nations Day HOPLiN Preschool Makassar

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter dan perkembangan generasi masa depan.Komitmen tersebut diwujudkannya melalui berbagai langkah penguatan sistem pendidikan PAUD, termasuk memperluas wawasan dan mendalami praktik baik dari sistem pendidikan negara lain.Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan United Nations Day bertajuk Hoppy Little Water Detectives yang diselenggarakan HOPLiN Preschool Makassar di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Sabtu (24/10/2026).Munafri menekankan, pendidikan pada usia 0–5 tahun memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, PAUD perlu menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan kecerdasan sekaligus membentuk karakter anak sejak dini."Kita mengharapkan preschool dan pendidikan yang ada di tempat ini bisa memberikan ruang yang cukup dan bagus buat anak-anak kita dalam rangka tumbuh kembang anak-anak kita," ujarnya.Ia mengungkapkan, upaya penguatan PAUD juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi pendidikan di Kota Makassar. Munafri bercerita, dirinya baru-baru ini mendapat kesempatan untuk memperkenalkan praktik pengembangan PAUD terintegrasi Makassar dalam sebuah forum internasional.“Kemarin saya diberikan kesempatan oleh salah satu organisasi di bawah PBB untuk memperlihatkan bagaimana Makassar mengembangkan PAUD menjadi salah satu competence yang ada di Indonesia,” katanya.Ke depan, lanjutnya, Pemkot Makassar berupaya memperkuat pengembangan PAUD melalui pendalaman strategi dan pertukaran praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.Munafri menyebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyusun program pengembangan wawasan melalui diskusi mengenai kurikulum dan praktik pendidikan di Inggris. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam mengembangkan sistem pendidikan PAUD yang sesuai dengan kebutuhan anak.“Dinas Pendidikan akan membangun diskusi bagaimana mendidik anak-anak dengan baik,” ujarnya.Menurut Munafri, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak usia dini. Ia menggarisbawahi, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membekali anak dengan karakter dan kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan.Tidak sampai disitu, sejalan dengan tajuk acara mengangkat tema air dan kepedulian lingkungan dalam rangka peringatan United Nations Day, Munafri mengatakan edukasi anak usia dini soal lingkungan juga menjadi hal yang penting.“Kondisi iklim hari ini membuat kita harus peduli dan memberikan pembelajaran bagaimana anak-anak ini bisa mengerti terhadap resiliensi dan perubahan iklim,” pungkasnya.Ia juga mengapresiasi kontribusi lembaga pendidikan swasta, termasuk HOPLiN Preschool, dalam menyediakan pilihan layanan pendidikan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dinilai penting untuk memperluas upaya peningkatan kualitas pendidikan di Makassar.“Kami dengan keterbatasan fiskal, dengan kemampuan yang kami miliki untuk membangun dengan segala macam upaya yang kami miliki, tapi kita berharap kerja sama dari pihak swasta akan jauh lebih kuat lagi ketika kolaborasi ini bisa kita bangun secara bersama-sama,” harapnya.Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam membentuk karakter dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.Menurutnya, pembelajaran yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga lingkungan, termasuk menggunakan air secara bijak.“Pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang membangun kecerdasan, tetapi juga menanamkan karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan seperti Hoppy Little Water Detectives ini, anak-anak dapat belajar mengenal pentingnya air bagi kehidupan serta memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap nilai-nilai positif ini dapat tumbuh sejak dini sehingga anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Aliyah.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Menuju HUT ke-419 Makassar, Ribuan Santri Ikuti Munaqasyah FKTPQ, Wisuda Akbar Digelar November

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat literasi Al-Qur’an sejak usia dini melalui penyelenggaraan Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (FKTPQ) Kota Makassar.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya memperkuat pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini sebagai upaya membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, sekaligus memberantas buta aksara Al-Qur'an di tengah masyarakat.Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (FKTPQ) Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Jalan Bulu Saraung, Sabtu (24/10/2026).Kegiatan ini diikuti 1.500-5000 santri usia dini, dari ratusan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kota Makassar.Pelaksanaannya turut mendapat dukungan Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Agama Kota Makassar.Wali Kota Munafri yang akrab disapa Appi itu mengatakan, munaqasyah menjadi momentum penting untuk mengukur pemahaman santri terhadap materi pembelajaran yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di TPQ."Ini penting sekali, karena hari ini anak-anakku sekalian akan diuji, bagaimana pelajaran-pelajaran yang selama ini didapatkan benar-benar bisa dipahami dengan baik," ujarnya, mengawali sambutan.Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya Kementerian Agama Kota Makassar dan para pengelola TPQ yang terus berkontribusi dalam membangun pendidikan keagamaan bagi generasi usia dini.Menurut Munafri, pendidikan Al-Qur'an tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan membaca kitab suci dengan baik dan benar, tetapi juga harus menjadi fondasi pembentukan karakter, moral, dan keimanan anak sejak dini.Appi menegaskan, dari proses pendidikan Al-Qur'an diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan keimanan yang kuat.Lanjut dia, pembinaan tersebut menjadi salah satu investasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045 mendatang."Sangat bermanfaat, dari kegiatan ini kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi Qur'an, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi punya akhlak yang baik dan keimanan yang kuat," tuturnya.Ia juga menegaskan, keberadaan TPQ merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kota Makassar, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun fondasi moral anak sejak usia dini.Karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur'an agar semakin banyak anak memperoleh akses pembelajaran agama yang berkualitas.Appi berharap, TPQ tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan tuntunan hidup sesuai ajaran Al-Qur'an."Pendidikan Al-Qur'an ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, tetapi juga bagaimana kita hidup dengan baik ketika bersanding dengan Al-Qur'an," jelasnya.Di hadapan para santri, Appi turut memberikan motivasi agar mereka mengikuti ujian dengan tenang, fokus, dan penuh percaya diri.Ia meminta para santri menjadikan hasil munaqasyah sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kemampuan belajar.Bagi santri yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik, ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang.Sementara bagi yang masih mengalami kesulitan, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap semangat belajar."Jangan tegang, jangan takut. Ikuti ujiannya dengan baik, fokus, dan konsentrasi. Kalau masih ada yang belum bisa dijawab, jadikan itu motivasi untuk terus belajar," pesannya.Selain kepada santri, Appi juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak.Dia menekankan pentingnya memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter, bukan sekadar memenuhi keinginan atau kesenangan sesaat.Ia juga menitipkan harapan kepada para pengurus TPQ agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjaga amanah dalam mendidik generasi muda."Keberhasilan pendidikan Al-Qur'an membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, pengurus TPQ, dan keluarga," imbuh Ketua IKA FH Unhas itu.Pada kesempatan tersebut, Appi turut menyampaikan rencana pelaksanaan wisuda santri TPQ se-Kota Makassar yang diperkirakan diikuti sekitar 5.000 santri.Ia berharap para peserta munaqasyah yang telah menyelesaikan ujian dapat turut mengikuti prosesi wisuda tersebut.Ditambahkan, melalui penguatan pendidikan Al-Qur'an sejak dini, ia berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kemampuan membaca Al-Qur'an, pemahaman nilai-nilai keagamaan, serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan."Upaya ini, menjadi bagian dari komitmen kami membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia, demi mewujudkan generasi Qurani yang berkontribusi bagi Makassar dan Indonesia pada masa mendatang," harap Munafri.Sedangkan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, menjelaskan bahwa munaqasyah bukan sekadar ujian akhir.Tetapi juga instrumen untuk memastikan kemampuan santri dalam memahami dasar-dasar pembelajaran Al-Qur'an.Menurutnya, melalui ujian ini, kemampuan membaca, ketepatan tajwid, serta hafalan surat-surat pendek para santri dievaluasi berdasarkan pembelajaran yang telah mereka terima."Ini merupakan ujian akhir untuk menguji kembali kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an anak-anak. Hasilnya menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran mereka selama ini," jelasnya.Sebanyak 1.500 santri mengikuti ujian akhir untuk mengukur kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an, sekaligus mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah mereka jalani di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).Ini menjadi tahapan penting sebelum para santri mengikuti wisuda akbar FKTPQ Kota Makassar yang dijadwalkan pada akhir November mendatang, yang rencana diikuti 5000 santri usia dini.Lebih lanjut Syarief menegaskan, keikutsertaan dalam munaqasyah tidak serta-merta menjamin seluruh peserta dinyatakan lulus.Santri yang belum memenuhi standar kemampuan akan diberikan kesempatan mengikuti ujian kembali pada tahun berikutnya.Dengan demikian, sertifikat atau syahadah yang diberikan nantinya diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan santri dalam membaca dan memahami dasar-dasar Al-Qur'an."Jadi, ini masih tahapan ujian. Tidak serta-merta semua dinyatakan lulus. Bagi yang belum memenuhi kriteria, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kembali pada tahun mendatang," ujarnya.Lebih jauh, Syarief menyebutkan, syahadah atau ijazah santri TPQ diharapkan dapat memiliki nilai tambah dalam perjalanan pendidikan anak.Karena itu, pelaksanaan munaqasyah diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an di berbagai TPQ yang tergabung dalam FKTPQ Kota Makassar."Wisuda akbar yang kita proyeksikan diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai TPQ se-Kota Makassar akan menjadi agenda lanjutan pada akhir November, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar,' katanya.Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga TPQ, guru mengaji, dan orang tua dalam membangun generasi Qur'ani.Dia menambahkan, melalui proses pembelajaran yang terukur, Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan pendidikan Al-Qur'an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter, akhlak, dan keimanan anak sejak dini."Kita juga ingin, memperluas literasi Al-Qur'an dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, demi melahirkan generasi Makassar yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," tutup Syarief. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Lomba Defile HKG PKK Makassar, 15 Kecamatan Tampilkan Ciri Khas dan Potensi Wilayah

MAKASSAR – Lomba defile menjadi salah satu agenda yang memeriahkan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar, di Atrium Trans Studio Mall, Jumat (23/10/2026).Diikuti oleh 15 kecamatan binaan TP PKK Kota Makassar, kegiatan ini menjadi ruang bagi setiap kecamatan untuk menampilkan kreativitas, kekompakan, serta keunikan dan ciri khas daerah masing-masing.Dalam perlombaan tersebut, setiap kecamatan menghadirkan penampilan yang merepresentasikan identitas wilayahnya. Beragam unsur lokal ditampilkan melalui busana, atribut, hingga konsep defile yang disiapkan secara kreatif oleh masing-masing peserta.Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperlihatkan kekayaan potensi yang dimiliki setiap wilayah di Kota Makassar.Tidak sekadar berjalan beriringan dalam sebuah barisan, lomba defile ini juga menjadi kesempatan bagi para kader PKK untuk menerjemahkan karakter dan potensi daerah ke dalam penampilan yang menarik.Setiap kecamatan berupaya menunjukkan ciri khasnya dengan tetap mengedepankan keserasian, kedisiplinan, dan kekompakan tim.Keikutsertaan 15 kecamatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam gerakan PKK. Perbedaan karakter dan potensi wilayah justru menjadi kekuatan yang memperkaya penampilan, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap kecamatan memiliki identitas dan keunggulan yang patut diapresiasi.Lomba defile ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa bangga terhadap identitas lokal. Ciri khas yang dibawa masing-masing kecamatan tidak hanya menjadi pembeda dalam kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wilayah kepada masyarakat yang lebih luas.Kreativitas dalam mengemas unsur lokal menunjukkan bahwa kegiatan PKK dapat menjadi ruang untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwilayah.Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, turut hadir sebagai salah satu juri dalam lomba defile tersebut. Ia didampingi oleh drg. Wiwik Elnangti Wijaya dari TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan serta Andi Patiware, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, yang bersama-sama bertugas melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta.Penilaian dilakukan dengan memperhatikan penampilan peserta, kreativitas dalam mengangkat ciri khas wilayah, kekompakan barisan, serta kesesuaian konsep yang ditampilkan dengan ketentuan lomba.Melalui partisipasi aktif para kader, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kecintaan terhadap potensi lokal diharapkan terus tumbuh dan diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Dorong Perubahan dari Sumber, Melinda Aksa Ajak Masyarakat Kelola Sampah dengan Bijak

MAKASSAR – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ekoteologi bertema “Dari Ego ke Eco: Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan”, yang merupakan rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).Dalam seminar tersebut, Melinda membawakan materi bertajuk “Pilah Sampah dari Sumber”. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari kesadaran setiap individu, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.Berdasarkan materi yang dipaparkannya, Kota Makassar dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan 15 kecamatan memiliki jumlah penduduk tercatat sebanyak 1.482.800 jiwa.Potensi timbulan sampah pada Oktober 2026 mencapai 541,93 ton per hari. Kondisi ini menjadi gambaran pentingnya upaya pengurangan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.Melinda menjelaskan, upaya penanganan persoalan persampahan perlu berjalan melalui tiga langkah utama, yakni pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pelibatan masyarakat dan lintas sektor.Ketiganya menjadi bagian penting dalam mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah di Kota Makassar.Sejalan dengan itu, Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber menjadi salah satu landasan gerakan yang mendorong masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengurangi sampah.Dalam materinya, Melinda mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu.Kebiasaan tersebut perlu dibarengi dengan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilihan produk dengan kemasan ramah lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kerja bakti dan kampanye gaya hidup minim sampah atau zero waste lifestyle.Selain pemilahan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai metode sederhana untuk mengolah sampah organik di rumah.Beberapa alternatif yang diperkenalkan meliputi komposter, ember tumpuk, lubang biopori, dan budidaya maggot. Penerapan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masing-masing rumah tangga.Materi yang disampaikan Melinda juga menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan ekologis perkotaan.Selain itu, Melinda juga menjelaskan bahwa dalam enam bulan terakhir, penataan TPA Tamangapa mulai menunjukkan perubahan signifikan.Kondisi area TPA kini ditata lebih rapi, bau menyengat yang sebelumnya menjadi salah satu persoalan mulai berkurang, dan sebagian besar area timbunan sampah telah ditutup menggunakan lapisan tanah uruk serta membran plastik.Penataan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan kondisi TPA agar lebih terkendali sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan.Meski demikian, upaya perbaikan tersebut perlu terus dilanjutkan dan diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumber agar beban penanganan di TPA dapat berkurang secara bertahap.(*)

Baca Selengkapnya
Sebelumnya123Selanjutnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)