Bunda Paud Resmikan Zivana Learning Hub, Perkuat Kompetensi Guru ABK Makassar

MAKASSAR, -- Sekolah diminta membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), tetapi kesiapan guru untuk mendampingi mereka belum sepenuhnya mengikuti tuntutan pendidikan inklusif di Makassar.
Kondisi tersebut menjadi alasan penting hadirnya Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Zivana Learning Hub yang fokus meningkatkan kompetensi pendidik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Zivana Learning Hub diresmikan langsung Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, di Jalan Prof Basalamah, eks Jalan Racing Centre, Kompleks Mustika Mulia Blok A4 Nomor 1, Makassar, Jumat, (4/9/2026).
Melinda menilai kehadiran lembaga yang berfokus meningkatkan kompetensi pendidik anak berkebutuhan khusus menjadi langkah positif di tengah tuntutan sekolah untuk menerapkan pendidikan inklusif.
“Sekolah-sekolah sekarang harus inklusif. Kebutuhan guru sebenarnya sangat besar, tetapi banyak sekolah yang belum siap mempersiapkan gurunya,” katanya.
Menurut Melinda, mendidik anak berkebutuhan khusus membutuhkan ilmu dan keterampilan khusus yang berbeda dengan pola pengajaran biasa sehingga Zivana Learning Hub diharapkan dapat menutup kekosongan kebutuhan tenaga pendidik tersebut.
“Karena itu, Zivana Learning Hub diharapkan dapat menutup kekosongan kebutuhan tenaga pendidik tersebut,” ucapnya.
Kepala Yayasan Zivana Montessori, Adilah Wina Fitria, mengatakan keberhasilan anak juga sangat bergantung pada kesiapan lingkungan, terutama guru dan orang dewasa yang mendampingi mereka.
Pelatihan yang diberikan Zivana Learning Hub tidak hanya menyasar guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat, setelah lembaga tersebut menjalankan kegiatan selama tiga tahun terakhir dan baru dilegalkan sebagai lembaga kursus dan pelatihan tahun ini.
“Dalam pelaksanaannya, kami akan menggelar pelatihan dengan peserta yang cukup besar. Untuk kegiatan workshop, jumlah peserta dapat mencapai sekitar 60 orang dalam satu kali pelatihan,” ucapnya.
Melalui skema in-house training, pelatihan juga dapat dilakukan dalam kelompok yang lebih kecil, sekitar 10 peserta, sehingga materi yang diberikan dapat dibuat lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Kepala BBGTK Sulsel, Dr Arman Agung, menilai Zivana Learning Hub dapat menjadi mitra penting dalam meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan.(*)
