Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol

MAKASSAR — Upaya menjaga kebersihan dan kerapian Pasar Sambung Jawa atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Senggol terus diperkuat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memberikan dukungan sarana operasional berupa satu unit motor tiga roda jenis Viar untuk menunjang aktivitas petugas kebersihan di kawasan pasar tersebut. Kendaraan operasional itu diserahkan Direktur Umum Perumda Pasar Makassar, Irfan Darmawan, kepada Kepala Pasar Sambung Jawa, Taufik Habir. Direktur Umum Perumda Pasar Makassar, Irfan Darmawan mengapresiasi perhatian DLH Kota Makassar yang menjadikan Pasar Sambung Jawa sebagai salah satu penerima bantuan kendaraan operasional kebersihan. Menurutnya, tambahan armada tersebut akan memberikan dukungan nyata bagi petugas dalam menjalankan aktivitas kebersihan di lingkungan pasar. "Ini patut kita syukuri karena pihak DLH Kota Makassar memilih Pasar Sambung Jawa untuk diberikan bantuan ini. Tentunya ini sangat membantu kelancaran operasional kebersihan di pasar," ujar Irfan, Selasa (8/9/2026). Penyerahan turut disaksikan Kabag Ketertiban dan Keindahan, Kabag Umum, serta Kasubag Aset Perumda Pasar Makassar. Irfan menuturkan, bantuan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja jajaran Pasar Sambung Jawa yang selama ini terus berupaya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan pasar. "Ini juga tidak lepas dari kinerja teman-teman di pasar yang terus bergerak dan berjuang dalam menjaga kebersihan dan kerapian pasarnya," katanya. Ia berharap motor tiga roda tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk memudahkan petugas mengangkut sampah dari berbagai titik di kawasan pasar. Dengan adanya kendaraan tambahan, mobilitas petugas diharapkan semakin efektif sehingga penanganan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan teratur. "Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan semakin memudahkan teman-teman petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya," harapnya. Ditambahkan, Perumda Pasar Makassar menilai kebersihan menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan pasar yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Pasar yang bersih dan tertata tidak hanya mendukung kenyamanan aktivitas jual beli, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak bagi seluruh pengguna pasar. Karena itu, dukungan sarana operasional kebersihan diharapkan dapat semakin memperkuat upaya jajaran Pasar Sambung Jawa dalam menjaga kondisi lingkungan pasar secara berkelanjutan. Bagi Perumda Pasar Makassar, menjaga kebersihan pasar bukan sebatas persoalan mengangkut sampah, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan ruang ekonomi yang nyaman, sehat, dan layak bagi masyarakat. "Dengan dukungan armada baru ini, kebersihan dan kerapian Pasar Senggol semakin terjaga sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan pasar," tutup Irfan. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menitipkan sejumlah tugas baru kepada pejabat fungsional yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Salah satu tugas penting diberikan kepada Kepala UPT TPA Tamangapa Antang, Pesawatro S. ST, yang kini memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa berjalan secara profesional, modern, dan berwawasan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Makassar yang berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (8/9/2026). Secara khusus, Munafri memberikan sejumlah penekanan kepada Kepala UPT TPA Tamangapa Antang, Pesawatro S. ST. Ia menilai pengelolaan TPA Tamangapa membutuhkan sistem yang profesional, modern, dan berwawasan lingkungan. Pengelolaan tersebut juga tidak boleh mengabaikan keberadaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TPA. Pria yang yang akrab disapa Appi itu berharap TPA Tamangapa ke depan tidak hanya menjadi lokasi pemrosesan sampah, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. "Ini dibutuhkan sistem pengelolaan TPA yang profesional, yang modern, dan berwawasan lingkungan yang tidak meninggalkan masyarakat yang ada di sekitarnya, sehingga TPA ini bisa menjadi TPA yang bermanfaat buat masyarakat," jelasnya. Selain itu, ia meminta pengelola TPA mengakselerasi penerapan tata kelola persampahan berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mendukung berbagai program persampahan yang tengah dijalankan Pemkot Makassar. Skaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah. Menurut Munafri, tugas Kepala UPT TPA Tamangapa tidak ringan. Selain memastikan pengelolaan kawasan berjalan baik, pejabat tersebut juga harus mampu menjaga kondusivitas, keamanan dan hubungan harmonis antara pengelola TPA dengan masyarakat sekitar. "Tentu punya tugas yang sangat berat untuk menjaga kondusivitas, keamanan, serta hubungan yang harmonis antara masyarakat dan TPA Tamangapa dan masyarakat yang ada di wilayah sekitarnya," tuturnya. "Tugas ini, penting mengingat keberadaan TPA Tamangapa berkaitan langsung dengan persoalan persampahan," jelasnya. Lebih lanjut, Appi menegaskan, pelantikan pejabat bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi penanda dimulainya tanggung jawab dan komitmen baru dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Pelantikan ini adalah komitmen yang sudah kita bangun secara bersama-sama, ini kadang-kadang kita lupa," pesan Munafri mengawali sambutan. "Di dalam proses pelantikan jangan hanya menjadi sebuah seremonial yang tidak dilanjutkan pada tataran pascapelantikan," tambah Appi. Ia mengatakan, hal yang paling penting setelah pelantikan adalah memastikan seluruh pejabat mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai jabatan yang dipercayakan. Karena itu, Munafri meminta pejabat yang baru dilantik membuktikan dedikasi mereka melalui kinerja nyata, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Ini dibutuhkan pembuktian dan dedikasi dalam rangka proses pelayanan masyarakat yang ada di Kota Makassar," ujarnya. Munafri menyebut promosi, rotasi maupun penyegaran jabatan merupakan bagian yang lumrah sekaligus penting dalam sistem tata kelola pemerintahan. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan dapat berjalan secara optimal sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan dan merespons dinamika kebutuhan masyarakat. Dia pun meminta seluruh pejabat yang telah dilantik agar memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mampu menerjemahkannya dalam bentuk pelayanan yang konkret. "Saya berharap Bapak, Ibu yang sudah dilantik ini harus betul-betul mampu menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas pokoknya. Dan yang paling penting adalah bagaimana pola-pola pelayanan kepada masyarakat ini bisa berjalan dengan baik," harapnya. Selain Kepala UPT TPA Tamangapa, Munafri juga memberikan arahan khusus kepada pejabat fungsional yang bertugas sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Lakkang. Appi meminta pejabat tersebut membantu lurah dan seluruh jajaran Kelurahan Lakkang dalam mengoptimalkan potensi wisata serta kearifan lokal yang dimiliki wilayah tersebut. Lakkang, kata Munafri, memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komunitas lokal. Karena itu, pejabat yang ditempatkan di bidang pemberdayaan masyarakat diminta aktif mengajak dan mendorong masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan. "Saya berharap ini bisa membantu rekan-rekan yang ada di Kelurahan Lakkang, khususnya Pak Lurah dan seluruh jajarannya, untuk mengoptimalisasi potensi daya tarik wisata dan kearifan lokal yang ada di sana," katanya. Ia juga meminta agar pemberdayaan masyarakat tidak hanya berhenti pada kegiatan pemerintahan, tetapi diarahkan pada penguatan ekonomi lokal. Pejabat tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif warga untuk membangun ekonomi lokal yang bertumpu pada potensi dan kekuatan komunitas setempat. Tak hanya itu, pejabat pemberdayaan masyarakat diminta menjadi garda terdepan dalam mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat Lakkang secara adil dan merata. Arahan khusus juga diberikan Munafri kepada Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengedepankan kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Menurutnya, penerapan merit system harus benar-benar dipastikan berjalan dalam sistem pemerintahan Kota Makassar. "Tentu punya tugas untuk memperkuat tata kelola manajemen ASN yang berbasis kualifikasi, kompetensi, dan kinerja atau merit system yang harus dipastikan ini bisa berjalan dengan baik," terangnya. Selain penguatan merit system, Munafri juga meminta adanya inovasi dalam pengembangan kapasitas SDM aparatur. Pengembangan tersebut diarahkan untuk melahirkan aparatur yang adaptif terhadap perubahan, profesional dalam menjalankan tugas, serta memiliki integritas. Tidak kalah penting, pembinaan disiplin dan kesejahteraan ASN juga harus menjadi perhatian. "Semoga seluruh aspek tersebut dapat berjalan seimbang sehingga peningkatan kualitas aparatur untuk peningkatan kualitas pelayanan publik," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Perluas Penerima Iuran Sampah Gratis, Munafri Sasar 1.808 Tambahan Rumah di Mariso

MAKASSAR,—Janji politik Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi untuk meringankan beban ekonomi warga melalui penggratisan iuran sampah terbukti nyata. Program unggulan yang digagas sejak awal kepemimpinannya tersebut tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga terus diperluas cakupannya. Pada gelaran Pesta Rakyat Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Mariso, Senin (7/9/2026) malam, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan penerima manfaat retribusi sampah gratis. Berdasarkan keterangan Camat Mariso, Andi Syahrir Mapptoba, sebanyak 6.417 rumah tangga di wilayahnya telah merasakan manfaat sejak dilaksanakannya program iuran sampah gratis tersebut dari 2025. Di tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Makassar resmi menaikkan ambang batas kriteria penerima subsidi berdasarkan daya listrik. Jika sebelumnya pembebasan biaya retribusi difokuskan pada rumah tangga berdaya 450 hingga 900 Watt, kini cakupannya diperluas hingga pelanggan berdaya 1.300 Watt. Dengan kebijakan baru tersebut, urai Andi Syahrir, sebanyak 1.088 rumah tangga baru di Kecamatan Mariso dipastikan akan menyusul menerima manfaat iuran sampah gratis pada tahun ini. Sehingga secara akumulatif, perluasan batas kriteria daya listrik ini membuat total penerima subsidi retribusi sampah di Kecamatan Mariso menembus angka sekitar 7.000 rumah tangga. Munafri menjelaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya konkret Pemkot Makassar dalam menekan angka pengeluaran rutin bulanan masyarakat Makassar pada kelompok ekonomi tertentu. Munafri berharap dengan bantuan tersebut alokasi dana yang semula digunakan untuk membayar retribusi bulanan dapat dialihkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga yang jauh lebih mendesak. “Pemerintah Kota Makassar terus mencoba untuk memberikan segala kemudahan, meringankan beban-beban masyarakat yang ada di Kota Makassar dengan cara mengurangi pengeluaran bulanannya secara rutin,” jelasnya. Kendati demikian, Munafri menekankan bahwa pembebasan retribusi ini berjalan beriringan dengan komitmen warga terhadap pengolahan sampahnya. Pembebasan iuran sampah, kata Ia, mensyaratkan adanya kesadaran aktif masyarakat untuk memilah sampah langsung dari rumah tangga masing-masing. Ia mengingatkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga demi mewariskan kota yang sehat, indah, serta asri bagi generasi mendatang. “Jadi pembayaran iuran sampah ini bebas kalau sampahnya juga dipilah. Nah, ini yang akan kita lakukan. Kenapa kita harus memilah sampah? Kenapa kita harus peduli terhadap lingkungan? Karena lingkungan ini adalah warisan yang akan kita berikan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. Selain pembebasan iuran sampah, Pemkot Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mariso juga mengumumkan di Pesta Rakyat tersebut rencana digulirkannya program penataan pemukiman melalui renovasi. Program bedah rumah terendah akan menyentuh 93 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di sembilan kelurahan di Kecamatan Mariso Pesta Rakyat di Kecamatan Mariso ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian Safari Pesta Rakyat HUT ke-81 RI yang digelar Pemkot Makassar secara marathon di 15 kecamatan se-Kota Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Makassar Capai 3.832 KK, Appi Siapkan Perluasan hingga 1.300 VA

MAKASSAR — Program iuran sampah gratis yang digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi terus diperluas dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Makassar, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang digelar pemerintah kecamatan tersebut dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Makassar. Dalam kesempatan itu, Appi memaparkan capaian program pembebasan iuran sampah yang telah berjalan di Kecamatan Makassar. Berdasarkan pendataan pemerintah, ribuan rumah tangga di wilayah tersebut telah mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah. "Di Kecamatan Makassar misalnya, ada 548 rumah tangga yang sudah menikmati program Pemerintah Kota Makassar untuk iuran sampah gratis dengan daya listrik 450 volt ampere (VA)," kata Appi. Sementara itu, untuk pelanggan dengan daya listrik 900 VA, jumlah penerima program tercatat sebanyak 1.884 kepala keluarga (KK). Tidak berhenti pada pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA, Pemkot Makassar juga tengah melakukan kajian untuk memperluas cakupan penerima hingga masyarakat dengan daya listrik 1.300 VA. Appi menyebut, berdasarkan pendataan terakhir, terdapat lebih dari 1.400 KK atau rumah tangga di Kecamatan Makassar yang berpotensi mendapatkan pembebasan iuran sampah untuk kategori daya listrik 1.300 VA. "Untuk KWH 1.300, terakhir sesuai laporan Kecamatan Makassar ada 1.400 lebih KK atau rumah di Kecamatan Makassar yang berpotensi gratis," tuturnya. "Kalau dihitung -hitung, jumlah totalnya penerima manfaat program iuran sampah gratis mencapai 3.832 KK," sambung Munafri. Menurut Appi, pembebasan iuran sampah untuk masyarakat dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA telah diterapkan sejak tahun 2025. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi Pemkot Makassar untuk mengurangi beban pengeluaran rutin masyarakat. Untuk tahun 2016 ini, pemerintah kota berencana memperluas kebijakan tersebut dengan menyasar masyarakat yang menggunakan daya listrik hingga 1.300 VA. "Sekarang proses kajian untuk penambahan pembayaran sampah secara gratis. Kalau selama ini dengan KWH 450 sampai 900 itu sudah digratiskan dari tahun lalu," katanya. "Dan tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan menambah lagi dengan daya 900 sampai dengan 1.300," sambung mantan CEO PSM itu. Appi menegaskan, perluasan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, khususnya dalam mengurangi beban pembayaran kewajiban bulanan. Ia berharap kebijakan tersebut dapat terus dimaksimalkan sehingga semakin banyak rumah tangga yang memperoleh manfaat pembebasan iuran sampah. "Artinya ini semua kita akan maksimalkan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa beban-beban bulanan ini kita akan hilangkan dengan melalui mengurangi apa yang namanya pembayaran kewajiban-kewajiban setiap tahun," tutur Appi. Namun, di sisi lain, Appi mengingatkan bahwa pembebasan iuran sampah harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan kota yang nyaman. Partisipasi masyarakat dari tingkat paling kecil menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan lingkungan. "Yang ingin saya sampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar ini pemilhan sampah, menjaga kota ini dengan baik karena kita semua yang terlibat di dalamnya untuk menjaga lingkungan," imbuh Ketua IKA FH Unhas itu. Appi menilai, program iuran sampah gratis bukan berarti masyarakat kehilangan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Sebaliknya, kebijakan tersebut harus menjadi momentum untuk mendorong masyarakat semakin aktif memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dari rumah. Ia juga menyampaikan kondisi Kota Makassar yang dinilai semakin kondusif dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Hari ini alhamdulillah keadaan lebih kondusif daripada bulan sebelumnya," pungkasnya. Kegiatan, pesta Rakyat Kecamatan Makassar tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, tim ahli, sejumlah kepala SKPD, camat, serta para lurah. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Sambut Mahasiswa Universitas Keio Jepang Usai Lakukan Riset di Lakkang

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan rombongan akademisi dan mahasiswa dari Keio University, Jepang, di Balai Kota Makassar, Senin (7/09/2026). Kunjungan menemui Munafri dilakukan rombongan Universitas Keio usai melakukan studi lapangan di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo. Diketahui, Sebanyak enam mahasiswa diterjunkan langsung dari Universitas Keio didampingi Prof. Yonaka melakukan studi lapangan. Proyek penelitian internasional dilaksanakan berkolaborasi dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Makassar. Dalam audiensi tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, sebagai lokasi penelitian. Munafri mengatakan, Lakkang, pulau desa wisata yang berada ditengah wilayah perkotaan tersebut, memang memiliki daya tarik tersendiri karena gaya hidup masyarakatnya yang khas serta keasrian lingkungannya yang terjaga di tengah modernisasi Kota Makassar. Selain memperkuat sinergi bilateral, Munafri berharap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa asal Jepang tersebut dapat membawa manfaat bagi warga setempat. "Tidak hanya bagi warga Kelurahan Lakkang tetapi juga masyarakat Kota Makassar secara umum," ujar Munafri saat menyambut rombongan. Munafri juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan dukungan penuh selama riset berlangsung. Ia meminta jajarannya memfasilitasi kebutuhan para peneliti tersebut agar kegiatan akademik dan pertukaran budaya berjalan optimal. "Sampaikan kepada kami jika ada hal yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan mahasiswa dan Profesor Yonaka selama di Makassar. Dengan senang hati kami bantu demi kerja sama," tegasnya. Melalui kolaborasi tersebut, Munafri berharap riset yang dihasilkan tak sekadar menjadi pemenuhan akademis. Tetapi juga mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang serta mempromosikan potensi keunikan kawasan Lakkang ke kancah internasional. Sementara itu, dosen pendamping dari Keio University, Prof. Yonaka, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Munafri, jajaran Pemkot Makassar dan warga lokal. Ia menjelaskan, enam mahasiswa yang diterjunkan untuk berinteraksi langsung dengan warga serta mempelajari kebudayaan lokal Lakkang selama beberapa hari. “Studi lapangan ini untuk pemenuhan mata kuliah Special Research Project for Mutual Understanding in Indonesia, rombongan terdiri dari enam mahasiswa asal jepang,” jelasnya. Ia melanjutkan, guna mengatasi kendala bahasa dan kelancaran survei lapangan, para mahasiswa Keio University didampingi oleh mahasiswa Poltekpar Makassar yang bertindak sebagai fasilitator komunikasi.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Resmikan Masjid Baitul Aqsha, Munafri Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Jaga Indeks Toleransi

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir meresmikan langsung Masjid Baitul Aqsha yang yang berlokasi di Jalan K.H. Abdul Djabbar Ashiry, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, pada Senin (7/9/2026). Peresmian masjid ditandai dengan pemotongan pita oleh Munafri, yang didampingi oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, serta pemilik tanah wakaf, Abd. Wahid Ismail. Selain pemotongan pita, Munafri juga menandatangani prasasti peresmian Masjid, melakukan penanaman pohon di halaman depan masjid, dan melaksanakan salat Dzuhur berjamaah bersama para pejabat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Dalam sambutannya, Munafri memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Abd. Wahid Ismail yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Baitul Aqsha. Kepada seluruh warga yang hadir, Ia menekankan bahwa fungsi masjid tidak boleh hanya sebatas tempat pelaksanaan ibadah salat lima waktu saja. Tetapi fungsinya harus meluas menjadi pusat pembangunan peradaban umat. "Masjid bukan hanya bangunan yang megah, tapi tempat untuk membangun peradaban. Kami berharap di masjid inilah akan kembali dipakai sebagai tempat menuntut ilmu, menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, serta menjadi ruang interaksi dan wadah dalam menyiapkan generasi Qur'ani di masa depan," ujarnya. Secara khusus, Munafri juga mengimbau pengurus masjid dan warga setempat untuk tidak membatasi masjid bagi ruang pertumbuhan anak-anak. Menurut wali kota yang akrab disapa Appi ini, anak-anak tidak boleh dimarahi ketika bermain di masjid agar tidak memicu trauma yang membuat mereka enggan datang. "Tolong kalau ada anak-anak kecil lari-lari di masjid jangan dimarahi. Kalau dimarahi, mereka akan trauma untuk datang. Sangat rugi kita kalau tidak ada lagi anak-anak yang mau datang ke masjid," pesannya. Lebih lanjut, Appi menyampaikan kabar gembira mengenai peningkatan indeks toleransi di Kota Makassar. Ia mengungkapkan Indeks toleransi beragama di Kota Makassar melonjak signifikan dari peringkat 54 menjadi peringkat ke-9 nasional. Prestasi tersebut, kata Appi, adalah wujud nyata bagaimana perhatian dan upaya Pemkot Makassar mewujudkan Kota yang aman, nyaman, dan inklusif. Appi berharap agar angka prestasi tersebut dapat ditingkatkan melalui cerminan tindakan sosial yang toleran dan saling gotong royong dari masyarakat.(*)

Baca Selengkapnya