Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Bertambah 15.177 KK Tamalate Nikmati Iuran Sampah Gratis, Warga Pilah Sampah dari Rumah

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya merealisasikan janji politik kepada masyarakat melalui perluasan program pembebasan iuran atau retribusi sampah gratis. Komitmen itu kembali ditegaskan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate yang digelar di Venue CPI, Minggu (6/9/2026) malam "Program iuran sampah gratis merupakan salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban biaya hidup rumah tangga," ujarnya. Implementasi iuran sampah gratis, tidak hanya diarahkan untuk memberikan keringanan beban ekonomi masyarakat. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah pola pengelolaan sampah dengan mendorong pemilahan sejak dari rumah. Di Kecamatan Tamalate, program tersebut kini telah menjangkau 15.177 kepala keluarga (KK) atau rumah warga. Rinciannya, sebanyak 1.926 KK dengan daya listrik 450 VA dan 7.381 KK dengan daya 900 VA telah mendapatkan pembebasan iuran sampah. Sementara pada 2026, cakupan penerima diperluas hingga pelanggan listrik dengan daya 1.300 VA. Sebanyak 5.870 KK masuk dalam penambahan penerima program tersebut. "Jadi tahun 2025 lalu 450 sampai 900 VA, tahun ini insyaallah kita akan naikkan menjadi 900 sampai 1.300 VA," jelas Munafri. Ia menjelaskan, untuk penambahan bagi M900 agar perluasan program tersebut akan dilakukan melalui proses pendataan dan survei di lapangan untuk memastikan data penerima benar-benar valid. Appi meminta camat, lurah, serta jajaran RT/RW ikut memastikan rumah tangga yang telah terdata mendapatkan tanda berupa stiker sebagai penanda penerima pembebasan iuran sampah. Menurutnya, pemberian tanda tersebut penting untuk memastikan program berjalan transparan sekaligus mencegah munculnya perdebatan di tingkat masyarakat mengenai rumah yang mendapatkan fasilitas pembebasan iuran. "Rumah-rumah yang sudah didata harus diberikan tanda, diberikan stiker supaya tidak ada lagi perdebatan di bawah bahwa rumah yang sudah ada stikernya adalah rumah yang bebas membayar iuran sampah," imbuh Appi. Namun, Munafri menekankan bahwa pembebasan iuran sampah tidak berarti masyarakat lepas dari tanggung jawab menjaga kebersihan. Sebaliknya, penerima program diwajibkan ikut mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya dengan melakukan pemilahan sampah di rumah. "Tapi syaratnya satu, sampahnya harus dipilah," tegasnya. Ia berharap kebijakan tersebut dapat membangun kesadaran bersama bahwa persoalan kebersihan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. "Ini kita lakukan karena kita mau Makassar ini bersih, Makassar ini indah, Makassar ini sehat," tuturnya. "Kita tidak mau mewariskan kota ini kepada generasi berikutnya kota yang jorok, kota yang kotor, kota yang tidak sehat," sambung Appi. Dia mengatakan, pemerintah ingin meninggalkan warisan kota yang lebih baik bagi generasi mendatang. Maka dari itu, kebersihan hari ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi adalah tanggung jawab kita bersama. "Kita ingin mewariskan kepada generasi kita berikutnya kota yang indah, kota yang cantik, kota yang bersih, kota yang sehat" seruan Munafri. Selain program iuran sampah gratis, Munafri juga menyinggung penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tamalate. Ia menegaskan, Pemkot Makassar tidak melarang masyarakat berdagang atau mencari nafkah. Namun, aktivitas perdagangan harus dilakukan dengan tetap mematuhi aturan dan tidak menggunakan lokasi yang dilarang. "Pemerintah tidak pernah melarang untuk berdagang, tidak pernah melarang untuk berjualan, mencari nafkah silakan. Tetapi jangan melakukan kegiatan perdagangannya di tempat yang dilarang. Karena ada hak-hak orang lain yang harus kita hormati juga di sana," harap Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

938 Rumah di Rappocini Sudah Nikmati Iuran Sampah Gratis, Kini Diperluas hingga 14.977 KK

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperluas program iuran sampah gratis bagi masyarakat. Di Kecamatan Rappocini, cakupan penerima program tersebut kini diperluas hingga mencakup rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 1.300 volt ampere (VA). Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, perluasan program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Makassar dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat umum yang menjadi sasaran program. "Pada penerapan sudah berjalan sebelumnya, warga dengan daya listrik 450 hingga 900 VA telah mendapatkan pembebasan iuran sampah," ujarnya. Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini yang digelar di area parkir Lapangan Tennis Indoor Telkom, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (6/9/2026) malam. Di Kecamatan Rappocini, jumlah penerima pada kategori tersebut tercatat sebanyak 5.938 rumah atau kepala keluarga (KK). Namun, tahun ini cakupan tersebut diperluas hingga kelompok rumah tangga dengan daya listrik sampai 1.300 VA. Dengan perluasan itu, total potensi penerima iuran sampah gratis di Rappocini mencapai 14.977 rumah atau KK. " Kalau tahun lalu mulai dari daya 450 sampai 900 watt, tahun ini kita tambah menjadi 900 sampai 1.300. Artinya di Rappocini ini ada kurang lebih 14.977 rumah yang nanti tidak lagi membayar iuran sampah," jelas Munafri. Meski demikian, pembebasan iuran sampah tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Pemkot Makassar mewajibkan penerima program untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah. Pria yang akrab disapa Appi itu meminta camat dan lurah memastikan informasi mengenai program tersebut tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Rumah yang mendapatkan pembebasan iuran sampah juga akan diberikan penanda berupa label atau stiker. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui rumah mana yang menjadi penerima program sekaligus mendorong kepatuhan terhadap kewajiban memilah sampah dari sumber. "Ini harus terus kita lakukan berbagai macam pola pendekatan sehingga di tengah-tengah masyarakat kesadaran yang kita bangun adalah kesadaran untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak dan warisan yang baik kepada generasi yang akan datang," ujarnya. Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu menegaskan, program iuran sampah gratis berlaku bagi masyarakat umum dan bukan untuk kelompok usaha maupun kegiatan yang bersifat komersial. Karena itu, pendataan penerima menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. "Program ini, berlaku pada masyarakat umum yang ada di Kecamatan Rappocini dan kecamatan yang lainnya," tuturnya. "Ini tidak berlaku pada kelompok-kelompok usaha atau kelompok-kelompok yang lebih komersial. Maka dari itu, ini sangat penting untuk didata," sambung Appi. Selain memberikan pembebasan iuran, Pemkot Makassar juga mendorong agar pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Munafri mencontohkan pengelolaan sampah melalui sistem biodigester yang telah diterapkan di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini. Melalui sistem tersebut, sampah rumah tangga dimanfaatkan untuk menghasilkan gas yang kemudian digunakan untuk kebutuhan memasak masyarakat. "Di Kecamatan Rappocini ini ada biodigester yang benar-benar memanfaatkan sampah rumah tangga. Gas itu diambil dari sampah yang sudah dibuang lalu dimanfaatkan menjadi gas untuk memasak," katanya. Menurut Munafri, pola pengelolaan seperti itu harus terus dikembangkan agar sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang memberikan manfaat, termasuk menambah pendapatan rumah tangga. "Persoalan kebersihan ini bukan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu," tegasnya. Ia berharap program iuran sampah gratis dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah. Dengan demikian, kebijakan pembebasan iuran tidak hanya memberikan keringanan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Makassar. Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, tim ahli, sejumlah kepala SKPD, camat, serta para lurah. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Program Iuran Sampah Gratis Diperluas, Wali Kota Appi Tambah 3.000 Rumah Lagi di Biringkanaya

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperluas cakupan program iuran sampah gratis bagi masyarakat. Di Kecamatan Biringkanaya, tercatat sebanyak 6.103 kepala keluarga (KK) telah menikmati pembebasan pembayaran iuran sampah, sejak diterapkan pada 2025 lalu. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (5/9/2026) malam. Appi mengatakan, perluasan program iuran sampah gratis akan dilakukan pada 2026-2027. Jika sebelumnya pembebasan iuran berlaku bagi rumah dengan daya listrik 450 hingga 900 volt ampere (VA), cakupannya akan dinaikkan hingga 1.300 VA. "Kalau selama ini hanya di KWh meter rumah itu 450 sampai 900 watt, tahun ini insyaallah kita naikkan yang 900 sampai ke 1.300," kata Appi. Kebijakan tersebut menjadi salah satu program unggulan Pemkot Makassar yang terus diperkuat. Tak berhenti pada jumlah penerima saat ini, Pemkot Makassar juga menyiapkan perluasan cakupan hingga sekitar 3.000 rumah tambahan di Kecamatan Biringkanaya. Menurutnya, khusus di Biringkanaya terdapat sekitar 3.000 rumah tambahan yang akan masuk dalam program pembebasan iuran sampah tersebut. "Di Biringkanaya ini ada sekitar tambahan 3.000 rumah. Ada tambahan 3.000 rumah yang akan kita gratiskan dalam pembayaran iuran sampahnya," ujarnya. Namun, Appi menegaskan perluasan program tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Warga penerima wajib melakukan pemilahan sampah dari rumah. "Kalau listriknya dari 450 sampai 1.300, iuran sampahnya kita akan bebaskan. Maka dari itu, ini penting sekali, pilah sampah' ta," imbuh Ketua IKA FH Unhas itu. Dikatakan, kebijakan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber yang selama ini, menjadi arahan pemerintah pusat. Oleh seba itu, Pemkot Makassar ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Appi menyebut, dengan jumlah penduduk Biringkanaya yang mendekati 300 ribu jiwa, kapasitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut perlu terus ditambah. Ia menilai keberadaan tujuh TPS3R yang ada saat ini belum cukup untuk mengimbangi volume sampah yang dihasilkan masyarakat. "Di Biringkanaya ini dengan penduduk yang sangat banyak, harusnya memang TPS3R ini tidak cukup kalau cuma tujuh," tuturnya. "Ini harus kita tambah lagi untuk mampu mengolah begitu besar dan begitu banyak sampah yang dihasilkan," sambung Manafri. Karena itu, Pemkot Makassar mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Selain memperluas penerima iuran sampah gratis, Pemkot Makassar juga akan melakukan pembenahan terhadap sistem Bank Sampah Unit (BSU). Appi mengatakan, perbaikan dilakukan agar proses pembayaran kepada masyarakat atas sampah nonorganik dapat berlangsung lebih sederhana dan cepat. "Kalau bisa kita mencoba bagaimana masyarakat datang langsung bayar, tidak ada waktu tunggu lagi di pembayaran untuk sampah-sampah nonorganiknya. Ini kita akan coba untuk memaksimalkan," terangnya. Menurut Appi, pembenahan sistem persampahan juga akan berjalan beriringan dengan pengembangan urban farming yang dikelola kelompok masyarakat. Dinas Pertanian dan Perikanan, kata dia, akan memberikan dukungan agar pengelolaan sampah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan secara simultan. "Ini akan berjalan simultan semua ini supaya sirkulasi pengelolaan sampah ini bisa berjalan dengan baik, dan bisa dinikmati untuk memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat," tandasnya. Diketahui, hadir pada kegitan ini, Wali Kota Makassar bersama jajaran SKPD lingkup Pemkot Makassar. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Tekankan Peran Warga Soal Jaga Lingkungan dan Ketahanan Pangan

MAKASSAR,—Upaya Pemerintah Kota Makassar menggalakkan gerakan pemilahan sampah dari rumah, pengelolaan sampah berbasis tingkat kelurahan, RT dan RW, hingga memanfaatkan lahan sempit untuk kegiatan pertanian produktif perlahan mulai menjadi bagian dari kehidupan warga. Meski demikian, Munafri ingin kesadaran tersebut terus meluas hingga ke seluruh masyarakat. Untuk itu, Munafri terus menggaungkan pesan tersebut di Pesta Rakyat HUT ke-81 RI tingkat kecamatan. Pesan yang sama kembali disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalanrea uang dihelat di kawasan Tallasa City, Sabtu (5/9/2026) malam. Wali kota yang akrab disapa Appi mengatakan pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk menjaga lingkungan. Pengelolaan sampah, menurutnya, harus menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama dan berkelanjutan. “Tolong program-program pemerintah dalam rangka bagaimana kita menjaga lingkungan untuk tetap bersih, memanfaatkan apa yang ada sehingga sistem pengelolaan sampah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Bukan hanya soal sampah. Appi juga juga mendorong pemanfaatan lahan yang terbatas melalui pengembangan urban farming untuk mendukung ketersediaan kemandirian pangan. Appi menegaskan, persoalan lingkungan khususnya sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, klaborasi antara pemerintah, masyarakat, maupun pihak lainnya menjadi bagian penting agar program-program pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Appi juga menekankan, Ia tidak ingin kepedulian terhadap lingkungan hanya muncul ketika ada kegiatan atau program tertentu. Pengelolaan sampah, menurutnya, harus menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama dan berkelanjutan.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Resmi Buka Musda XXIX PD IPM Makassar, Serukan Kolaborasi Pelajar Bangun Kota

MAKASSAR,-Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan harapannya terhadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Makassar sebagai ruang kaderisasi calon pemimpin masa depan para generasi muda. Hal itu Ia sampaikan saat menghadiri dan membuka Musyawarah Daerah (Musda) yang ke-XXIX Pimpinan Daerah (PD) IPM Kota Makassar bertajuk “Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Pelajar Makassar” di Tribun Lapangan Karebosi, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 kader IPM Kota Makassar dari berbagai sekolah. Hadir pula jajaran pimpinan Muhammadiyah, 'pimpinan Aisyiyah, pengurus organisasi otonom Muhammadiyah, dan para kepala sekolah Muhammadiyah. Pada kesempatan itu, Munafri mengatakan, keberadaan IPM memiliki arti penting karena menjadi salah satu organisasi yang menjalankan proses kaderisasi sejak usia pelajar. Menurutnya, kualitas kader yang dipersiapkan hari ini akan menentukan keberlanjutan organisasi sekaligus kepemimpinan di masa mendatang. “Yang hadir di sini hari ini akan menjadi kader-kader terbaik yang akan mengisi ruang-ruang kepemimpinan, bukan hanya di dalam organisasi Muhammadiyah, tapi juga kepemimpinan nasional yang akan datang,” ujarnya. Karena itu, Munafri menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap kegiatan kaderisasi yang dilakukan IPM. Sebab pemerintah, bagi Munafri, tentu membutuhkan generasi muda sebagai bagian dari pilar pembangunan kota. Menurut Munafri, pembangunan kota harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi dan kerja sama antara pemerintah dengan organisasi kepemudaan dan pelajar. “Dasarnya adalah Kolaborasi, sinergi, dan kerja sama,” tegasnya. Munafri pun meminta Musda IPM ini tidak berhenti sebagai forum pergantian kepemimpinan. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan baru dan memperkuat kualitas kader agar mampu menjawab tantangan yang terus berkembang. Wali kota yang akrab disapa Appi ini berharap kaderisasi IPM mampu melahirkan pelajar yang tidak hanya aktif dalam organisasi. Tetapi juga memiliki keberanian untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar. Ia pun mengingatkan para pelajar untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena usia. Menurutnya, masa muda justru menjadi ruang untuk belajar berbuat dan memberikan kontribusi melalui kemampuan yang dimiliki. “Jangan pernah berhenti bermimpi untuk menjadi besar. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk melahirkan gagasan-gagasan besar, karena setiap yang besar selalu dimulai dari mimpi,” tuturnya. Di akhir sambutannya, Appi berharap Musda XXIX IPM Kota Makassar melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan cita-cita organisasi sekaligus memperkuat kontribusi IPM bagi Kota Makassar maupun negara.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi. Salat Istisqa digelar mulai pukul 07.00 Wita sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda Indonesia, termsuk Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Imam Besar Masjid Al Markaz Al-Islami, Muammar Bakry, menjadi khatib sementara Salat Istisqa dipimpin Hasan Basri sebagai imam. Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal. Munafri mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini. "Kehadiran kita pada pagi hari ini adalah bentuk dari manifestasi penghambaan kita kepada Allah SWT. Hari ini kita hadir bersama-sama di halaman Masjid Al Markaz ini untuk memohon, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, untuk menurunkan hujan," ujarnya. Munafri mengatakan musim kemarau yang berlangsung panjang telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Selain itu, ketersediaan air semakin menipis dan menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pemadaman listrik bergilir hingga berkurangnya ketersediaan air untuk irigasi. Ia mengungkapkan prakiraan BMKG yang memperkirakan hujan turun pada akhir Oktober merupakan sebuah prediksi, sementara manusia tetap dapat berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. "Ini perkiraan. Tapi semua ada yang mengatur, dan hari ini kita hadir bersama-sama untuk meminta kepada Pengaturnya untuk menurunkan. Doa-doa kita menjadi cara yang terbaik untuk menyampaikan ini kepada Sang Pengatur, Sang Maha Kuasa, Allah SWT,” tuturnya. Munafri yang akrab disapa Appi menyebut kondisi kekeringan tersebut juga telah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah penanganan kedaruratan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Pemkot Makassar terus melakukan penanganan secara langsung di wilayah yang mengalami kekeringan. Munafri bahkan turun langsung telah meninjau sejumlah lokasi dan memastikan kebutuhan air masyarakat mendapat intervensi pemerintah. Lebih jauh, dibawah kepemimpinan Appi, Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan upaya penanganan air bersih jangka panjang dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Munafri menyebut tahun ini Pemerintah melakulan penambahan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air. Sejalan dengan upaya itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari. "Kita support dengan berbagai macam tahap. Baik melalui pembangunan SPAM, terus ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air," jelasnya. Tidak sampai disitu, Pemerintah juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga. "Kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover dua RW. Ini kami coba cepat untuk mengintervensi hal-hal yang seperti ini," katanya. Appi menegaskan, pemerintah akan terus memaksimalkan berbagai sumber air yang masih tersedia agar distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik," pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya