Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Distribusi Air Bersih di Makassar Tembus 50 Titik, Munafri Kerahkan Seluruh Kekuatan Pemkot

MAKASSAR - Aduan warga terkait sulitnya mendapatkan air bersih di tengah kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, turun langsung ke sejumlah wilayah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersebut mendapat penanganan. Tidak hanya memantau pendistribusian air bersih, Appi juga mengecek fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. Rabu (2/9/2026) pagi, Appi menyusuri sejumlah lorong permukiman di Kecamatan Tallo hingga Kecamatan Tamalanrea. Ia melihat langsung warga yang tengah mengantre membawa jeriken, galon dan berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan pemerintah melalui BPBD, Damkarmat dan Dinas PU Kota Makassar. "Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga membutuhakn. Kami turun langsung pastikan bantuan tersalur," ujanrya. Kehadirannya di tengah antrean warga menjadi perhatian tersendiri. Warga yang sebelumnya menunggu pasokan air, kini dapat menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami kepada orang nomor satu di Kota Makassar tersebut. Dengan berjalan menyusuri lorong, Munafri menyapa warga satu per satu sekaligus melihat dari dekat proses pengisian air ke wadah yang dibawa masyarakat. Suasana haru pun terasa ketika warga melihat langsung wali kota hadir di lokasi, mendengarkan keluhan mereka dan memastikan kebutuhan air bersih menjadi perhatian pemerintah. Appi menegaskan, langkah dilakukan menijau sitribusi air, merupakan respons Pemkot Makassar terhadap aspirasi dan aduan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh air bersih di tengah musim kemarau. "Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM," tuturnya. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus memastikan keberadaannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang terdampak kekeringan. Rangkaian agenda dimulai dari Kelurahan Rappokalling, tepatnya di Jalan Dg Tantu. Dari lokasi tersebut, Munafri kemudian bergerak menuju Jalan Teuku Umar 15 untuk kembali melihat kondisi masyarakat dan proses pemenuhan kebutuhan air bersih. Perjalanan dilanjutkan dengan meninjau sejumlah titik SPAM serta kawasan Rumah Warna-warni di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Tak hanya itu, Wali Kota juga mengunjungi SPAM Air di kawasan Kelurahan Kaluku Bodoa, tepatnya di Jalan Butta-butta Ca'di Lorong 4. Setelah itu, peninjauan berlanjut ke SPAM Air Pannampu di Jalan Bersih, Kelurahan Pannampu, yang berada tepat di depan Kantor Lurah Pannampu. Tak berhenti di satu titik, Munafri kemudian mengecek SPAM Air Pannampu di Jalan Indah, Kelurahan Pannampu. Selanjutnya, ia melihat langsung SPAM Air Kelurahan Buloa yang berada di Jalan Sultan Abdullah Raya Lorong 3, tepat di belakang Kantor Lurah Buloa. Dari Kecamatan Tallo, agenda Munafri berlanjut ke Kecamatan Tamalanrea. Salah satu titik yang dikunjungi yakni SPAM Air di Kelurahan Parangloe, tepatnya di Jalan Bontoa Barat. Usai memantau distribusi air, Munafri kembali menegaskan, peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus memastikan keberadaannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang terdampak kekeringan. Ia menyebutkan Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat penanganan kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah. Appi menegaskan seluruh elemen pemerintah harus bergerak bersama memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi. Menurut Appi, kebutuhan air bersih masyarakat terus mengalami peningkatan. BPBD Kota Makassar yang selama ini melakukan pendistribusian air bersih bahkan mencatat permintaan telah mencapai 50 titik dan menjangkau ribuan Kepala Keluarga (KK). "Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih," kata Appi. Dia menekankan langkah tersebut penting dilakukan karena tekanan air PDAM mengalami penurunan selama musim kemarau. Dari PDAM sudah memberikan pelayanan kepada para pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki PDAM yang disediakan karena tekanan air lagi turun di musim kemarau ini. Di sisi lain, Pemkot Makassar mengoptimalkan keberadaan SPAM yang telah dibangun, termasuk fasilitas yang sedang dalam proses pembangunan maupun yang tengah menjalani pemeliharaan. Appi mengatakan optimalisasi dilakukan untuk memastikan sumber-sumber air yang tersedia dapat didistribusikan secara maksimal kepada masyarakat. "Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat," jelasnya. Selain mengandalkan distribusi mobil tangki dan SPAM, Pemkot Makassar juga menyiapkan intervensi lain melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan. Langkah tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air sekaligus membangun titik-titik penampungan seperti tandon. Appi menilai keberadaan tandon menjadi penting agar distribusi air tidak hanya terpusat di satu lokasi. Dengan semakin banyak titik penampungan, masyarakat diharapkan tidak perlu bergerak terlalu jauh untuk mendapatkan air. "Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon," ungkapnya. Ia juga menargetkan pembangunan SPAM baru terus dilakukan secara bertahap. Tahun ini, terdapat 18 SPAM yang direncanakan untuk dibangun. Dari jumlah tersebut, beberapa titik masih dalam proses pengerjaan. Bahkan, terdapat lokasi yang telah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air. "Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini," katanya. Menurutnya, pembangunan SPAM akan terus dilanjutkan dan ditambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air Kota Makassar. Dia juga mengakui pembangunan sumur bor konvensional tidak selalu berhasil. Kondisi air yang ditemukan di sejumlah lokasi pun dapat berbeda, termasuk adanya sumur yang menghasilkan air berwarna hitam atau berbau. Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional. Namun, Appi menyebut terdapat pula sumur bor yang berhasil memberikan pasokan air meski dibangun dengan kedalaman relatif pendek. Salah satunya berada di kawasan RB 03. Menurut Appi, sumur tersebut hanya menggunakan satu pipa dengan kedalaman sekitar empat meter, tetapi mampu mendistribusikan air ke sejumlah rumah warga. Karena itu, Pemkot Makassar berencana menambah beberapa titik sumur bor di sekitar lokasi yang berhasil, sekaligus memperkuat sistem penampungan air. "Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi," jelasnya lagi. Dalam penanganan kekeringan ini, Pemkot Makassar juga telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Appi memastikan BTT sudah dapat digunakan karena kondisi kekeringan yang berkepanjangan telah membutuhkan intervensi pemerintah secara lebih besar. "Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang," tegasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Tata Permukiman Buloa, Ratusan Rumah Kumuh Disulap Jadi Kampung Warna-Warni

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau kawasan permukiman kumuh padat di Jalan Teuku Umar 15, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Rabu (2/09/2026). Kunjungan tersebut dilakukan Munafri untuk melihat langsung perubahan kondisi kawasan sekaligus meninjau ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kawasan kampung nelayan pesisir yang berada di tepian sungai itu kini memiliki pemandangan berbeda. Rumah-rumah warga sederhana yang padat penduduk dan kumuh telah disulap menjadi kawasan kampung warna-warni. Ia menyebut kawasan yang berada disisi tol itu memiliki posisi strategis karena berada jalur yang menjadi akses masuk menuju Kota Makassar. Karena itu, pembenahan lingkungan permukiman di kawasan tersebut sekaligus memberikan wajah baru bagi kota. “Kalau kita masuk di Makassar, masuk di tol, sudah mau masuk di Kota Makassar melihat kampung yang ada di bantaran sungai ini, itu sudah dicat warna-warni,” ujarnya. Munafri menjelaskan perubahan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan pihak swasta melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Ini bersama dengan Pak Lurah, bersama dengan Pak Camat, kita membangun komunikasi dengan pihak swasta melalui dana CSR. Mereka memberikan respons yang baik,” jelasnya. Munafri menyebut terdapat sekitar 200 rumah warga yang telah mendapatkan sentuhan warna dalam penataan kawasan tersebut. “Kurang lebih 200 rumah yang dicat dengan warna-warni. Ya, pelan-pelanlah,” katanya. Lebih jauh, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar tidak hanya berorientasi pada perubahan fisik. Tetapi juga dibarengi dengan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Penegasan itu sejalan dengan tujuan utama kedatangannya di kawasan Kampung Warna-Warni Buloa untuk meninjau kondisi dan rencana pembangunan infrastruktur tambahan memastikan ketersediaan air warga. “Setelah penampilannya, terus kita akan perhatikan keadaan masyarakatnya. Pemerintah harus hadir di setiap persoalan-persoalan masyarakat,” tuturnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Appi Apresiasi Petugas Kebersihan Bontoala, 2.500 Rumah Bakal Nikmati Iuran Sampah Gratis

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan penghargaan kepada petugas kebersihan Kecamatan Bontoala atas kontribusinya dalam menjaga kebersihan wilayah. Penghargaan tersebut diserahkan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Selasa (1/9/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menyampaikan bahwa ribuan rumah tangga di Kecamatan Bontoala akan mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah dari Pemerintah Kota Makassar. Orang nomor satu Kota Makassar itu mengatakan, saat ini terdapat sekitar 979 rumah di Bontoala yang telah mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah berdasarkan daya listrik rumah tangga. "Program tersebut telah berjalan kurang lebih satu tahun. Tahun ini, Pemkot Makassar akan memperluas cakupan penerima kepada masyarakat dengan daya listrik 900 VA hingga 1.300 VA," ujarnya. Diyegaskan, dengan penambahan tersebut, jumlah rumah yang mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah di Kecamatan Bontoala ditargetkan mencapai hampir 2.500 rumah. "Di Kecamatan Bontoala ini ada 979 rumah yang sudah mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah dari pemerintah. Ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun," ujar Appi. "Tahun ini kita akan memberikan tambahan lagi kepada masyarakat yang punya KWH atau meteran listrik 900 sampai 1.300. Jumlahnya kurang lebih 1.700. Ditambah yang 900, di Bontoala ini akan ada hampir 2.500 rumah yang diberikan fasilitas tidak membayar sampah," sambungnya. Menurut Appi, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, fasilitas pembebasan iuran sampah tersebut diberikan dengan syarat masyarakat ikut melakukan pemilahan sampah dari rumah. "Kenapa ini kita lakukan? Karena kita ingin memastikan masyarakat ikut bersama-sama pemerintah dalam rangka mengelola sampah rumah tangganya. Persoalannya simpel, coba dipilah," katanya. Appi menegaskan, fasilitas pembebasan iuran sampah dapat dievaluasi apabila masyarakat tidak menjalankan kewajiban memilah sampah. Selain menyampaikan perluasan program tersebut, Appi mengapresiasi jajaran Kecamatan Bontoala beserta para lurah dan masyarakat yang dinilai telah bersama-sama pemerintah menjaga kebersihan wilayah. Ia menilai pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi Bontoala karena kecamatan tersebut memiliki tiga pasar yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. "Di sini ada tiga pasar. Tiga pasar ini menjadi salah satu faktor penguat ekonomi yang ada di Kecamatan Bontoala. Maka dari itu, ini juga menjadi tantangan sekaligus keuntungan bagi warga yang ada di Bontoala," jelasnya. Menurutnya, keberadaan pasar turut menghasilkan volume sampah yang cukup besar sehingga membutuhkan penanganan ekstra dari pemerintah bersama masyarakat. "Tentu, dengan kerja keras mampu mengelola sampah dengan baik dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana supaya kita mengolah sampah ini lebih baik lagi," tuturnya. Appi menegaskan, persoalan sampah harus diselesaikan sejak sekarang agar tidak menjadi warisan buruk bagi generasi mendatang. "Kita tidak ingin mewariskan kepada generasi kita yang akan datang kota yang jorok, kota yang kotor, kota yang tidak sehat. Kita mau menghadirkan kepada generasi kita yang akan datang kota yang bersih, kota sehat, kota yang indah," tegas Munafri. Ia mengakui, membenahi persoalan sampah bukan pekerjaan mudah. Namun, menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bersama-sama agar tidak semakin parah di masa mendatang. Dalam kesempatan itu, Appi juga menyampaikan sejumlah langkah Pemkot Makassar dalam menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk perbaikan jalan di sejumlah lorong dan ruas jalan. Pemkot Makassar, kata dia, juga tengah menyiapkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang kaki lima (PKL), melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bekerja sama dengan sejumlah perbankan. "Bagi saudara-saudara kita yang punya usaha UMKM ini kita akan data melalui kecamatan dan akan diberikan tambahan modal. Tambahan modal ini apabila mereka tidak lagi berjualan di tempat-tempat yang dilarang," ujarnya. Ia berharap kemudahan akses permodalan tersebut dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mendorong penataan kota. Ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk terus menghadirkan kemudahan-kemudahan kepada warga. "Sehingga warga yang ada di Kota Makassar ini bisa merasakan hadirnya pemerintah di setiap kehidupannya," pungkas Appi. Di akhir sambutannya, Appi juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadiri Pesta Rakyat di Mamajang, Munafri Tegaskan Program Iuran Sampah Gratis Terus Diperluas

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus dijalankan dan akan diperluas secara bertahap. Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Mamajang Luar, Kecamatan Mamajang, Selasa (1/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Munafri didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar. Pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan, pembebasan iuran sampah saat ini telah diberikan kepada rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 VA. Di Kecamatan Mamajang, terdapat sekitar 1.200 rumah yang telah mendapatkan pembebasan iuran tersebut. "Ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Di Kecamatan Mamajang, ada kurang lebih 1.200 rumah yang mendapatkan keringanan untuk tidak membayarkan iuran sampahnya," kata Munafri. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah melakukan kajian untuk memperluas penerima program tersebut kepada masyarakat dengan daya listrik 900 hingga 1.300 VA. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada September 2026. Jika terealisasi, diperkirakan terdapat sekitar 1.400 rumah tambahan di Kecamatan Mamajang yang akan mendapatkan pembebasan iuran sampah. "Kami terus memperhatikan masyarakat. Ini sudah kita berikan untuk masyarakat yang daya listriknya 450 sampai 900 VA, dan kita akan tambah lagi dari 900 sampai 1.300 VA," tegasnya. Namun, Munafri menekankan bahwa pembebasan iuran sampah tersebut disertai tanggung jawab masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah. Ia meminta masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah sebelum diserahkan kepada petugas. Appi menjelaskan, rumah yang mendapatkan pembebasan iuran sampah nantinya akan dipasangi stiker sebagai penanda. "Sementara mekanisme penarikan iuran bagi masyarakat dari kelompok menengah ke atas akan dikelola oleh pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama jajarannya," terangnya. Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua RT, RW, LPM, imam kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini membantu pemerintah menjalankan sistem pemilahan sampah dan pengelolaan kebersihan. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pemerintah. Masyarakat harus terlibat sejak dari sumbernya. "Bayangkan kalau kita tidak mampu memilah sampah dari sekarang. Berarti kita menginginkan mewariskan kepada anak cucu kita kota yang kotor, kota yang jorok, kota yang tidak sehat," ujarnya. Sebaliknya, kata Munafri, perubahan pola pengelolaan sampah sejak saat ini diharapkan mampu mewariskan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan indah kepada generasi mendatang. "Ini menjadi konsen yang sangat besar yang dilaksanakan Pemerintah Kota dalam rangka bagaimana kita bisa mengolah sampah dengan baik," katanya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menekankan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi banjir dan kebakaran menyusul musim kemarau yang masih berlangsung. Ia meminta seluruh unsur masyarakat, termasuk RT, RW, satgas, dan warga, bergotong royong memeriksa kondisi saluran drainase di lingkungan masing-masing. Menurut Munafri, saluran air harus dipastikan dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat agar mampu mengalirkan air dengan baik ketika musim hujan tiba. "Mulai hari ini kita harus melihat kondisi saluran-saluran pembuangan yang ada di sekitar sini. Kita harus memperlancar sehingga tidak ada sumbatan agar air bisa mengalir dan tidak terjadi banjir yang sangat parah," imbuh Appi. Di sisi lain, Munafri mengingatkan bahwa musim kemarau yang cukup panjang juga meningkatkan risiko kebakaran di permukiman. Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan lingkungan serta instalasi rumah tangga dalam kondisi aman. "Musim kemarau ini panjang, rawan sekali terjadi yang namanya kebakaran. Perlu antisipasi," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadiri Pesta Rakyat di Mamajang, Munafri Tegaskan Program Iuran Sampah Gratis Terus Diperluas

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus dijalankan dan akan diperluas secara bertahap. Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Mamajang Luar, Kecamatan Mamajang, Selasa (1/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Munafri didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar. Pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan, pembebasan iuran sampah saat ini telah diberikan kepada rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 VA. Di Kecamatan Mamajang, terdapat sekitar 1.200 rumah yang telah mendapatkan pembebasan iuran tersebut. "Ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Di Kecamatan Mamajang, ada kurang lebih 1.200 rumah yang mendapatkan keringanan untuk tidak membayarkan iuran sampahnya," kata Munafri. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah melakukan kajian untuk memperluas penerima program tersebut kepada masyarakat dengan daya listrik 900 hingga 1.300 VA. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada September 2026. Jika terealisasi, diperkirakan terdapat sekitar 1.400 rumah tambahan di Kecamatan Mamajang yang akan mendapatkan pembebasan iuran sampah. "Kami terus memperhatikan masyarakat. Ini sudah kita berikan untuk masyarakat yang daya listriknya 450 sampai 900 VA, dan kita akan tambah lagi dari 900 sampai 1.300 VA," tegasnya. Namun, Munafri menekankan bahwa pembebasan iuran sampah tersebut disertai tanggung jawab masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah. Ia meminta masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah sebelum diserahkan kepada petugas. Appi menjelaskan, rumah yang mendapatkan pembebasan iuran sampah nantinya akan dipasangi stiker sebagai penanda. "Sementara mekanisme penarikan iuran bagi masyarakat dari kelompok menengah ke atas akan dikelola oleh pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama jajarannya," terangnya. Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua RT, RW, LPM, imam kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini membantu pemerintah menjalankan sistem pemilahan sampah dan pengelolaan kebersihan. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pemerintah. Masyarakat harus terlibat sejak dari sumbernya. "Bayangkan kalau kita tidak mampu memilah sampah dari sekarang. Berarti kita menginginkan mewariskan kepada anak cucu kita kota yang kotor, kota yang jorok, kota yang tidak sehat," ujarnya. Sebaliknya, kata Munafri, perubahan pola pengelolaan sampah sejak saat ini diharapkan mampu mewariskan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan indah kepada generasi mendatang. "Ini menjadi konsen yang sangat besar yang dilaksanakan Pemerintah Kota dalam rangka bagaimana kita bisa mengolah sampah dengan baik," katanya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menekankan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi banjir dan kebakaran menyusul musim kemarau yang masih berlangsung. Ia meminta seluruh unsur masyarakat, termasuk RT, RW, satgas, dan warga, bergotong royong memeriksa kondisi saluran drainase di lingkungan masing-masing. Menurut Munafri, saluran air harus dipastikan dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat agar mampu mengalirkan air dengan baik ketika musim hujan tiba. "Mulai hari ini kita harus melihat kondisi saluran-saluran pembuangan yang ada di sekitar sini. Kita harus memperlancar sehingga tidak ada sumbatan agar air bisa mengalir dan tidak terjadi banjir yang sangat parah," imbuh Appi. Di sisi lain, Munafri mengingatkan bahwa musim kemarau yang cukup panjang juga meningkatkan risiko kebakaran di permukiman. Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan lingkungan serta instalasi rumah tangga dalam kondisi aman. "Musim kemarau ini panjang, rawan sekali terjadi yang namanya kebakaran. Perlu antisipasi," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Doa Bersama Setahun Tragedi DPRD Makassar, Appi: Kehilangan Nyawa Korban Tak Akan Terlupakan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban dalam tragedi yang terjadi di lingkungan DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus 2025 lalu. Setahun setelah peristiwa tersebut, Munafri menyebut tragedi itu tidak akan pernah terlupakan dan harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Makassar. Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk mengenang satu tahun tragedi 29 Agustus 2025 di Lapangan Tenis DPRD Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan cinderamata sebagai tali kasih kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. "Pada kesempatan malam hari ini, saya menyampaikan duka mendalam, dengan mengenang satu tahun tragedi gedung DPRD Kota Makassar 29 Agustus 2025," ujar Munafri. Menurutnya, peristiwa tersebut memberikan dampak yang sangat besar, baik bagi jajaran Pemerintah Kota Makassar maupun anggota DPRD Makassar. Karena itu, terdapat sejumlah pelajaran penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, kata Munafri, seluruh pemangku kepentingan harus semakin responsif terhadap berbagai kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. "Bagaimana kita semua tentu harus jauh lebih responsif terhadap keadaan-keadaan yang ada di tengah-tengah masyarakat, memberikan perhatian dan mencukupkan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat," imbuh Appi. Pelajaran kedua, lanjut Munafri, pentingnya membangun koordinasi yang kuat antarlembaga, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Koordinasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan kondisi Kota Makassar tetap aman dan kondusif. "Keadaan yang terjadi kembali mengajarkan kita bagaimana untuk terus membangun koordinasi antar-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah," tuturnya. "Ini sangat penting untuk menjaga bukan hanya keselamatan kita, tetapi menjaga kondisi Kota Makassar yang sama-sama kita cintai," sambung dia. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu, juga menekankan tragedi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan kehilangan yang jauh lebih besar. "Kerugian ini tentu bukan hanya kerugian material, tapi kita kehilangan seorang sahabat kita, kehilangan seorang saudara, kehilangan seorang teman yang harus mengorbankan jiwa demi kebersamaan kita pada malam hari itu," jelasnya. Selaku Wali Kota, ia berharap momentum satu tahun tragedi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. "Tragedi ini tentu akan menjadi pelajaran berharga untuk kita. Harus dikenang sebagai sesuatu hal yang tidak boleh terulang lagi," tegasnya. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD harus terus membangun komunikasi dan bekerja secara bersama-sama dalam merespons berbagai aspirasi serta kebutuhan masyarakat. "Harusnya kejadian itu terus mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif yang ada di Kota Makassar," katanya. "Bahwa kita membangun untuk merespons secara bersama-sama apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat Kota Makassar," sambung Appi. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar. (*)

Baca Selengkapnya