Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

TP PKK Makassar Dorong Desain Lokal Berbasis Budaya dan Inovasi Beretika

MAKASSAR — TP PKK Kota Makassar mendorong pengembangan desain lokal berbasis budaya melalui pelatihan peningkatan kapasitas desain dan inovasi beretika bertema “Terciptanya Desain Lokal Kecamatan”, yang digelar pada 8–9 Oktober 2026 di Auditorium TP PKK Kota Makassar.Kegiatan ini diikuti kader TP PKK dan masyarakat perwakilan kecamatan yang dipersiapkan untuk mengembangkan kreativitas serta keterampilan desain berbasis potensi budaya lokal.Pelatihan dibuka oleh Ketua Bidang III TP PKK Makassar, Prof. Hadijah Mahyuddin. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan desainer lokal yang mampu mengangkat identitas budaya setiap kecamatan melalui karya kreatif dan inovatif.“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader TP PKK dan masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang desain, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Kita ingin setiap kecamatan memiliki desain yang khas dan mencerminkan identitas daerahnya masing-masing,” ujarnya.Menurut Prof Hadijah, desain lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya. Karena itu, kreativitas perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai dan etika dalam mengangkat identitas budaya daerah.“Yang terpenting, inovasi yang dihasilkan tetap memperhatikan etika dan menghargai budaya kita. Dengan begitu, desain lokal tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat,” tambahnya.Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber, yakni Fantri Pribadi, Nasir, Hilal Cahril, dan Muhammad Habil Anugrah Simanjuntak. Mereka berasal dari kalangan desainer, seniman batik, penggiat pembatikan, serta akademisi dan pengajar seni rupa.Para narasumber memberikan materi sekaligus pendampingan praktik agar peserta memahami proses kreatif dalam menghasilkan desain yang memiliki karakter dan ciri khas lokal.Peserta mempelajari tahapan pembuatan desain, mulai dari menggali inspirasi, menyusun konsep, membentuk pola, hingga mengembangkan motif yang dapat diterapkan pada media kain.Selain materi desain, peserta juga mengikuti praktik membatik secara langsung. Pendampingan ini memberikan pengalaman dalam mengolah motif menjadi karya sekaligus mengenalkan keterampilan dasar pembatikan.Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memadukan unsur budaya tradisional dengan kreativitas baru tanpa mengabaikan makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.Kegiatan ini juga menjadi upaya TP PKK Kota Makassar dalam memperkuat peran kader sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat. Keterampilan desain diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif berbasis potensi daerah.Perwakilan peserta dari berbagai kecamatan diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing, sehingga pengembangan desain lokal dapat berlangsung secara berkelanjutan.Melalui pelatihan selama dua hari ini, TP PKK Kota Makassar berharap tercipta desain khas kecamatan yang mampu memperkuat identitas budaya, mendorong kreativitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi melalui produk lokal yang inovatif dan berdaya saing.

Baca Selengkapnya
Umum

Wawali Makassar Buka GEOMETRI 2026 di UNM, Dorong Mahasiswa Aplikasikan Matematika dalam Kehidupan Nyata

MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), di Ballroom Lantai 3 Gedung Phinisi UNM, Makassar, Jumat (9/10/2026).Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi kepada HMJ Matematika FMIPA UNM atas penyelenggaraan GEOMETRI 2026 sebagai wadah pengembangan potensi akademik, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.Menurut Aliyah Mustika Ilham, matematika tidak sekadar berkaitan dengan angka, rumus, dan perhitungan, tetapi juga merupakan cara berpikir yang mengajarkan seseorang untuk bersikap logis, sistematis, kritis, dan teliti dalam menyelesaikan berbagai persoalan.Matematika juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan keuangan, perencanaan pembangunan, pengolahan data, pengembangan teknologi, hingga pengambilan keputusan berbasis data. “Matematika bukan hanya berada di ruang kelas atau di dalam lembar ujian. Matematika hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Matematika dapat membantu kita membaca masalah, mengolah data, memprediksi kondisi, dan merancang solusi,” ungkap Aliyah Mustika Ilham.Ia menilai, tema Mathematics in Real Application sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen membangun sumber daya manusia yang berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan kota.Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.Menurutnya, penguasaan matematika, sains, teknologi, dan literasi digital menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang kompeten, kreatif, berdaya saing, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.Ia berharap GEOMETRI 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring akademik yang produktif.Lebih lanjut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga profesional, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan masyarakat.Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, terbuka terhadap kolaborasi dengan dunia akademik untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi.Kepada seluruh peserta GEOMETRI 2026, Aliyah Mustika Ilham berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, berani bertanya, mencoba hal baru, serta tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar dan berinovasi.“Dari proses mencoba, kita belajar. Dari kesalahan, kita menemukan pengalaman. Dan dari pengalaman, kita membangun masa depan. Mari kita jadikan matematika bukan sekadar ilmu untuk menyelesaikan soal, tetapi ilmu untuk menyelesaikan persoalan kehidupan,” pesannya.Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Makassar, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M.; Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof. Uca, S.Si., M.P., Ph.D., yang mewakili Dekan FMIPA UNM; serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, S.STP., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.Hadir pula Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja'faruddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D., beserta jajaran, serta Ketua Umum HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2026–2027, Muhammad Hidayat Situru, bersama jajaran kepengurusan.Menutup sambutannya, Aliyah Mustika Ilham berharap GEOMETRI 2026 dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, civitas akademika Universitas Negeri Makassar, Pemerintah Kota Makassar, serta masyarakat luas.Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh budaya berpikir kritis, kreativitas, dan semangat inovasi di kalangan mahasiswa sehingga mampu melahirkan generasi muda Makassar yang unggul dalam ilmu pengetahuan serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Resmi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar Usai Seleksi Karya Designer Muda Lokal

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi meluncurkan logo Hari Jadi yang ke-419 Kota Makassar di Makassar Creative Hub (MCH), Jalan Nusantara, Jumat (9/10/2026).Dengan diluncurkannya logo resmi, Pemkot Makassar mulai memperkenalkan identitas visual yang akan digunakan dalam rangkaian perayaan HUT ke-419 Kota Makassar hingga satu tahun kedepan.Logo tersebut merupakan hasil sayembara desain yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter MKS.Munafri mengatakan pelibatan anak-anak muda sebagai desainer profesional melalui sayembara merupakan langkah Pemkot Makassar untuk menghadirkan identitas visual HUT Kota yang memiliki landasan filosofis. Sekaligus memperluas partisipasi pelaku industri kreatif dalam pembangunan kota.“Sayembara logo ini adalah bagaimana kita memastikan bahwa keseriusan kita untuk melibatkan teman-teman yang sudah berkecimpung di dalam dunia desain ini bisa bersama-sama dengan pemerintah kota untuk menghadirkan logo yang proper,” katanya.Peoses perancangan logo, lanjutnya, menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai-nilai kearifan lokal Makassar ke dalam desain modern yang relevan dengan perkembangan zaman.Munafri bersama para kurator menetapkan Agung Alfata, Designer Tudob Studio sebagai pemenang setelah melalui proses seleksi dan presentasi akhir bersama tiga finalis anak muda lainnya.Adapun unsur utama yang diangkat dalam konsep logo Agung Alfata ialah filosofi pappaseng, yang merepresentasikan nilai-nilai luhur budaya Makassar. Lalu dijahit bersama tema utama HUT ke-419 Makassar “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan” sebagai landasan pesan dari logo.“Saya melihat ada beberapa hal yang dipadukan, pertama tagline menyalakan harapan di dalam situ, yang diambil dari filosofi Makassar, yaitu pappaseng,” jelasnya.Menurutnya, nilai-nilai tersebut mengirimkan petuah untuk membangun “kolaborasi”, dipadukan dengan pendekatan visual kontemporer untuk menghadirkan identitas yang tetap berakar pada budaya lokal.“Artinya, ada petuah membangun kolaborasi antara nilai-nilai luhur budaya yang diaplikasikan dengan gaya yang modern, menghasilkan karya yang sangat kontemporer,” pungkasnya.“Sehingga logo ini memberikan pengingat kepada kita bahwa budaya, local wisdom harus benar-benar terus kita jaga. Karena ini merupakan identitas yang dari zaman dulu menjadi penguat bagi kita semua,”tambahnya.Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis dan mendorong mereka untuk terus berkarya pada berbagai event Pemkot Makassar kedepannya. Ia memuji kemampuan setiap finalis menghadirkan perspektif berbeda dalam memaknai harapan dan modernitas melalui karya desain.“Keempat finalis ini memberikan sudut pandang yang sangat luar biasa, memaknai makna “harapan” itu berbeda-beda, memaknai kata "modern" itu juga berbeda-beda,” pungkasnya.Wali Kota yang akrab disapa Appi ini turut mengapresiasi ADGI yang telah berpartisipasi mendampingi proses sayembara sejak tahap awal hingga penetapan pemenang.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Jumat Bersih di Panambungan, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Dorong Penataan Lingkungan dan Pemanfaatan Lahan

MAKASSAR — Penataan lingkungan di kawasan TPS3R Panambungan dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Panambungan menjadi perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, saat memimpin kegiatan Jumat Bersih, Jumat (9/10/2026).Kegiatan ini turut melibatkan jajaran TP PKK, Dekranasda, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan penataan lingkungan.Jumat Bersih kali ini tidak hanya difokuskan pada pembersihan area, tetapi juga mendorong penataan kawasan agar lebih teratur dan nyaman bagi warga.Melinda mengimbau masyarakat yang tinggal di Rusunawa Panambungan untuk menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten, termasuk dengan tidak membiarkan sampah menumpuk di area permukiman maupun fasilitas umum.Ia juga menyoroti keberadaan kontainer-kontainer Nganre Rong yang ada di kawasan tersebut. Melinda meminta agar kontainer-kontainer itu ditata kembali sehingga dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya dan mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.Selain itu, Melinda mengarahkan camat dan lurah Panambungan untuk memanfaatkan lahan yang telah dibersihkan sebagai area urban farming.Langkah ini diharapkan dapat menambah ruang hijau di sekitar permukiman sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. Kawasan yang sebelumnya perlu dibenahi diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih asri dan memiliki nilai guna bagi masyarakat.Untuk memastikan kebersihan tetap terjaga setelah kegiatan berlangsung, ia juga meminta pemerintah setempat menyusun aturan yang dapat diterapkan secara konsisten di kawasan tersebut.Pengaturan ini penting agar warga memiliki pedoman yang jelas dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, serta turut bertanggung jawab terhadap fasilitas yang digunakan bersama.Melalui kegiatan ini, penataan TPS3R dan Rusunawa Panambungan diharapkan dapat berlanjut melalui langkah-langkah nyata, mulai dari pemeliharaan kebersihan, penataan fasilitas, hingga penghijauan kawasan.Dengan keterlibatan pemerintah setempat dan partisipasi warga, lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Panambungan.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Praktik Baik PAUD Makassar Jadi Inspirasi Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan

MAKASSAR — Praktik baik pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Makassar menarik perhatian Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan. Konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini hingga metode “sentra alam” di TK Islam Athirah dinilai dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD di Tarakan.Hal itu disampaikan dalam kunjungan studi tiru Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan yang dipimpin Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah, dan diterima Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, di Gedung TP PKK Kota Makassar, Kamis (8/10/2026).Sebelumnya, rombongan telah melakukan observasi di TK Negeri Rappocini dan TK Islam Athirah untuk melihat langsung praktik pengelolaan PAUD, pembelajaran yang berpusat pada anak, keterlibatan orang tua, pembiasaan hidup sehat, pemenuhan gizi dan kesehatan, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.Melinda mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bertukar praktik baik dalam penyelenggaraan PAUD.“PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, nilai agama, kemandirian, disiplin, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, hingga kecintaan terhadap lingkungan. Karena itu, pengembangannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Melinda.Ia menekankan pentingnya menempatkan anak sebagai pusat proses pendidikan dengan memberikan ruang untuk bermain, mengeksplorasi, bertanya, berkreasi, dan belajar sesuai dunianya.“Yang terpenting adalah bagaimana anak merasa aman, nyaman dan senang belajar. Anak harus diberikan ruang untuk tumbuh sesuai potensinya,” katanya.Sementara itu, Sitti Rujiah mengaku mendapatkan sejumlah inspirasi dari kunjungan tersebut. Salah satunya konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini yang dinilai dapat dikembangkan di Tarakan melalui kegiatan “Ngobras” atau Ngobrol Bareng Bersama Anak Hebat.“Kami melihat banyak hal yang bisa menjadi inspirasi. Salah satunya Sudut Keluarga yang nantinya bisa kami adaptasi melalui kegiatan Ngobras di Tarakan,” ujar Sitti.Di TK Islam Athirah, rombongan juga tertarik dengan metode “sentra alam”, salah satunya aktivitas anak mengisi air ke dalam jeriken. Menurut Sitti, kegiatan sederhana tersebut justru memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.“Kegiatan seperti mengisi air ke dalam jeriken terlihat sederhana, tetapi ternyata memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak. Ini salah satu praktik yang ingin kami bawa pulang dan kembangkan di Tarakan,” ungkapnya.Sitti juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Makassar atas sambutan dan kesempatan melihat langsung praktik penyelenggaraan PAUD di Makassar.Melinda berharap kunjungan tersebut menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, khususnya dalam pertukaran pengalaman dan pengembangan praktik baik pendidikan anak usia dini.

Baca Selengkapnya
Umum

Pesan Wali Kota Appi: Event Besar Tak Berhenti di Hotel, UMKM hingga Kuliner Harus Rasakan Dampak Nyata

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya setiap event berskala besar yang digelar di Kota Makassar mampu memberikan dampak ekonomi secara masif bagi masyarakat.Menurut Appi, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah bukan sekadar meningkatkan aktivitas sebuah acara, tetapi harus menciptakan efek berantai bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, kuliner hingga perdagangan lokal.Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara dalam forum Diskusi Panel "Inclusive dan Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values" pada Makassar Leadership Summit 2026 di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Kamis (8/10/2026).Menurut Appi, penyelenggaraan event besar merupakan salah satu instrumen yang dapat mendorong perputaran ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik."Saya mau sampaikan untuk tahun depan, event acara ini kita lakukan lebih besar," ujar Appi, mengawali sambutan.Lonjakan jumlah pengunjung, kata dia, secara otomatis dapat meningkatkan tingkat hunian atau occupancy rate hotel dan penginapan di sekitar lokasi kegiatan.Namun, efek ekonomi tersebut tidak boleh berhenti pada sektor perhotelan.Selain itu, perputaran uang juga harus masuk ke pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan kegiatan."Kalau datang ke Makassar, jangan hanya datang kemudian pulang. Kita ingin kegiatan-kegiatan seperti ini memberikan dampak perputaran ekonomi kepada masyarakat," katanya.Munafri mengatakan, Makassar saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Makassar berada di angka 6,61 persen dan kemudian meningkat menjadi 7,04 persen.Namun, menurutnya, angka pertumbuhan tersebut tidak boleh hanya menjadi capaian statistik. Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus mengupayakan perubahan paradigma dari sekadar mengejar output menjadi pemerintahan yang berorientasi pada dampak atau impactful governance."Jangan sampai pertumbuhan ini hanya berada di atas kertas. Kami terus melakukan berbagai kegiatan dan program untuk bisa memberikan dampak dan manfaat langsung kepada masyarakat," tegas Appi.Lebih lanjut, Munafri berharap Makassar Leadership Summit maupun event besar lainnya di masa mendatang tidak hanya semakin besar dari sisi skala penyelenggaraan.Ia ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur."Saya berharap tahun depan kegiatan ini tidak hanya besar, tapi kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang tumbuh oleh seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Indonesia Timur," harapnya.Ia juga mencontohkan bagaimana kebijakan sederhana pemerintah dapat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.Salah satunya melalui penggunaan batik Lontara sebagai pakaian kerja aparatur Pemerintah Kota Makassar setiap Kamis.Menurutnya, penggunaan produk lokal oleh jajaran pemerintah merupakan bentuk sederhana dari kebijakan yang berorientasi pada dampak."Ini batik Lontara, kalau di hari Kamis, Pemerintah Kota Makassar harusnya kita pakai batik Lontara. Ini akan memberikan dampak langsung kepada para pelaku UMKM yang ada di Kota Makassar," jelasnya.Selain sektor ekonomi, Munafri juga memaparkan sejumlah transformasi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat pelayanan publik.Ketua IKA FH Unhas itu menyebut, Pemerintah terus membangun dan merevitalisasi berbagai infrastruktur serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.Menurutnya, ruang-ruang publik tersebut dihadirkan agar masyarakat memiliki tempat untuk beraktivitas dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah tanpa dibebani biaya.Di sisi lain, Pemkot Makassar juga terus mendorong transformasi digital melalui Lontara Apps. Munafri menyebut platform tersebut mengintegrasikan ratusan aplikasi yang sebelumnya berjalan secara terpisah ke dalam satu ekosistem layanan digital.Melalui platform tersebut, pemerintah dapat menerima pengaduan masyarakat sekaligus membangun interaksi yang lebih mudah antara pemerintah dan warga."Dari Lontara Apps inilah kita bisa tahu pengaduan-pengaduan masyarakat, kita bisa berinteraksi antara pemerintah dengan masyarakat," beber Appi di hadapan peserta Makassar Leadership Summit 2026.Munafri juga mengajak para tamu dari luar daerah untuk menikmati sekaligus menggerakkan ekonomi lokal selama berada di Makassar.Ia menyampaikan dua pesan sederhana bagi setiap orang yang datang ke Kota Makassar.Saya ingin menyampaikan, nilailah Kota Makassar dengan dua aturan yang tidak boleh dilanggar. Yang pertama, kalau datang ke Makassar dilarang untuk diet, karena makanannya enak-enak."Yang kedua, dilarang untuk tidak belanja," ucapnya disambut suasana hangat peserta.Menurutnya, belanja merupakan bagian penting untuk memastikan kehadiran sebuah event ikut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Munafri pun memastikan Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang digelar di kota tersebut."Kami akan terus memberikan support yang terbaik kepada seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Makassar," tutup Appi. (*).

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)