Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Appi ke SKPD: Kerja Sama Pemkot-BPN Harus Turun ke Eksekusi, Bukan Berhenti di Meja Penandatanganan

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat sinergi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar dalam membenahi tata kelola administrasi pertanahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang. Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Pelaksanaan Administrasi Pertanahan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang di Kota Makassar, yang berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (31/8/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar, Johanis Buapi, A.Ptnh., M.Si. "Kerja sama dan kolaborasi antara Pemkot dan BPN ini, menjadi napas dari proses menjaga aset dan pembangunan yang ada di Kota Makassar," ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membangun tata kelola pertanahan yang semakin terintegrasi. Tidak hanya berorientasi pada percepatan pelayanan administrasi pertanahan, sinergi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengamanan aset milik Pemerintah Kota Makassar, mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta mendukung penataan kawasan perkotaan agar pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan ketentuan tata ruang. Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, kerja sama Pemerintah Kota Makassar dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar harus menjadi instrumen penting dalam memperkuat dan menata aset milik pemerintah daerah. Munafri mengatakan, akselerasi pelayanan yang berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Makassar menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPN dalam mendukung proses pembangunan di Kota Makassar. "Ada beberapa poin penting dalam PKS ini, kolaborasi dengan SKPD merupakan bagian penting dari pembangunan kota yang harus terus dipertahankan seiring dengan semakin pesatnya pembangunan di Makassar," tuturnya. Melalui kerja sama tersebut, sejumlah aspek strategis akan disinergikan, mulai dari optimalisasi administrasi pertanahan, percepatan proses pelayanan pertanahan, pengamanan aset Pemerintah Kota. Hingga penguatan basis data pertanahan yang dapat mendukung pengelolaan pemerintahan dan pembangunan Kota Makassar. Kolaborasi itu kemudian diperkuat melalui sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan perangkat daerah terkait. Appi menekankan, pembangunan Kota Makassar harus berjalan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Karena itu, setiap pemanfaatan ruang perlu memiliki dasar aturan dan tujuan yang jelas agar arah pembangunan kota tetap tertata. Dari proses tersebut, sejumlah nota kesepahaman yang telah disepakati selanjutnya diharapkan dapat diturunkan menjadi perjanjian kerja sama yang lebih teknis dan segera dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, Munafri menegaskan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. "Yang lebih penting lagi, pertemuan ini tidak hanya menjadi sebuah bentuk seremonial antara pemerintah kota dan kantor pertanahan. Kami berharap ini cepat bisa kita eksekusi secara bersama-sama," tegasnya. Kerja sama tersebut kemudian diturunkan dalam sejumlah PKS antara Kantor Pertanahan Kota Makassar dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pertanahan, Bapenda, Dinas Tata Ruang, serta penyelenggara Mal Pelayanan Publik Kota Makassar. Salah satunya, PKS antara Kantor Pertanahan Kota Makassar dengan Dinas Pertanahan Kota Makassar yang berfokus pada percepatan pendaftaran tanah sekaligus optimalisasi Gugus Tugas Reforma Agraria di Kota Makassar. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses legalisasi dan pendaftaran tanah, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan pertanahan melalui koordinasi lintas sektor. Sementara itu, kerja sama antara Kantor BPN Kota Makassar dengan Dinas Tata Ruang Kota Makassar diarahkan pada integrasi kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan aspek perlindungan lahan pertanian dapat terakomodasi dalam kebijakan tata ruang, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan perkotaan dengan keberlanjutan fungsi lahan. Selain itu, kolaborasi juga mencakup percepatan integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) ke dalam sistem Online Single Submission (OSS). Selain penguatan administrasi dan pengamanan aset daerah, kerja sama juga dilakukan antara Kantor Pertanahan Kota Makassar dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. Kerja sama tersebut mencakup integrasi, pertukaran, dan pemanfaatan data pertanahan dalam rangka optimalisasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Selanjutnya, kerja sama juga dilakukan antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar terkait penyelenggaraan layanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Makassar. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang semakin terintegrasi, khususnya bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan layanan berkaitan dengan pertanahan dan tata ruang. Pada kesempatan ini, prianyang akrab disapa Appi itu menjelaskan, salah satu fokus utama yang harus segera ditindaklanjuti adalah penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang berada di wilayah Kota Makassar, khususnya untuk memastikan kepastian dan kedudukan hukum aset-aset yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar. Menurut Munafri, kejelasan status hukum aset daerah menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari sekaligus memastikan aset pemerintah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Makassar untuk lebih proaktif memanfaatkan ruang koordinasi dan konsultasi yang telah dibuka oleh Kantor Pertanahan Kota Makassar. "Bapak Ibu dari kepala SKPD juga bisa lebih proaktif untuk terus datang, berkomunikasi, berkonsultasi untuk memastikan target-target yang kita akan jalankan di seluruh lingkup SKPD," katanya. Munafri juga mengingatkan bahwa sinergi antara Pemkot Makassar dan BPN tidak hanya berkaitan dengan aset dan administrasi pertanahan, tetapi juga menyentuh aspek lainya. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan kerja sama yang telah dibangun dapat memberikan dampak nyata terhadap target-target penerimaan Kota Makassar. Dengan demikian, seluruh kesepakatan yang telah dibuat tidak berhenti pada tataran administrasi, melainkan benar-benar diterjemahkan ke dalam pelaksanaan di lapangan. "Kerja sama ini harus berjalan tidak hanya di tataran perjanjian, tapi memang harus turun di tataran eksekusi yang baik di antara dua belah pihak," imbuh Appi. Di sisi lain, Munafri mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang masih terjadi di Kota Makassar. Dia menekankan, penyelesaian persoalan pertanahan tidak seharusnya diarahkan untuk mencari pihak yang paling benar atau paling salah, melainkan mencari jalan keluar yang dapat diterima dan dijalankan secara bersama-sama. Ia berharap penguatan sinergi tersebut dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan sekaligus mendukung kelancaran pembangunan Kota Makassar. Dengan dukungan dan koordinasi yang semakin kuat antara Pemkot Makassar dan Kantor Pertanahan, Munafri optimistis target pembangunan, pengelolaan aset, pelayanan publik, serta penerimaan daerah dapat berjalan lebih efektif. "Sehingga capai target dan kegiatan kita, proses pembangunan yang ada di Kota Makassar bisa berjalan dengan baik dengan saling support, saling sinergi dan bekerja sama," pungkasnya. Sedangkan, Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar, Johanis Buapi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sinergi di bidang administrasi pertanahan serta peningkatan pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang. Johanis menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atas kesempatan dan kesediaannya menerima jajaran Kantor Pertanahan Kota Makassar sekaligus melakukan penandatanganan nota kesepakatan. Menurutnya, penandatanganan nota kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Kantor Pertanahan Kota Makassar dengan Pemerintah Kota Makassar dalam berbagai urusan pertanahan dan tata ruang. "Setelah melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan, nanti akan ditindaklanjuti juga dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SKPD terkait dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar," ujar Johanis. Ia menjelaskan, perjanjian kerja sama tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai dengan bidang dan kewenangannya masing-masing. Dengan demikian, nota kesepakatan yang ditandatangani antara Wali Kota Makassar dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar akan diterjemahkan ke dalam kerja sama yang lebih teknis dan konkret di tingkat perangkat daerah. Johanis juga mengungkapkan bahwa penandatanganan nota kesepakatan dan PKS tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Ia menyebut, pembahasan terkait langkah tersebut sebelumnya telah dilakukan dalam agenda MCP KPK yang berlangsung pada 29 April 2026 di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. "Perlu kami laporkan ke Pak Wali Kota bahwa terkait dengan penandatanganan baik nota kesepakatan maupun perjanjian kerja sama ini adalah menindaklanjuti program MCP Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia yang dilakukan pada tanggal 29 April 2026 lalu di Aula Kantor Gubernur," jelasnya. Johanis berharap kesepakatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui implementasi bersama sehingga memberikan manfaat nyata dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan dan pelayanan publik di Kota Makassar. Ia menegaskan, Kantor Pertanahan Kota Makassar memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah daerah karena meskipun merupakan instansi vertikal pemerintah pusat, pelaksanaan tugas dan pelayanannya berada di wilayah Kota Makassar. "Eksistensi dari Kantor Pertanahan Kota Makassar memang kami adalah instansi pusat yang bekerja di daerah," katanya. Karena itu, Johanis menilai koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar menjadi hal penting untuk memastikan berbagai urusan pertanahan dapat ditangani secara bersama, sesuai tugas, fungsi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. "Apa yang kita lakukan, mendukung dan mewujudkan administrasi pertanahan yang semakin tertib," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

PSM Fest 2026 Jadi Kabar Gembira, Munafri: Kurang dari Dua Tahun PSM Punya Stadion Bermain di Makassar

MAKASSAR — Harapan pecinta sepak bola di Kota Makassar untuk menyaksikan langsung laga PSM Makassar di kandang sendiri kembali mendapat angin segar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan stadion baru di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, yang diproyeksikan menjadi markas baru PSM Makassar. Kabar tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri PSM Fest 2026 yang dirangkaikan dengan launching skuad dan jersey resmi PSM Makassar untuk musim kompetisi 2026/2027 di Pantai Indah Bosowa, Minggu (30/8/2026) malam. Di hadapan ribuan suporter, Munafri yang akrab disapa Appi menyampaikan bahwa pembangunan stadion baru menjadi salah satu komitmen yang terus dikawal Pemerintah Kota Makassar. Ia bahkan memberikan kabar terbaru terkait proses pembangunan stadion yang selama ini menjadi harapan besar masyarakat dan suporter PSM. "Ini satu hal yang mungkin selalu menjadi pertanyaan. Bulan Depan, pemenang tender pembangunan stadion Untia sudah akan diumumkan," tegas Appi. Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri langsung para pemain PSM Makassar, jajaran manajemen, sponsor, pelatih, official, serta ribuan suporter dan kelompok pecinta PSM. Menurutnya, proses pembangunan stadion tidak dapat dilakukan secara serampangan. Sebagai proyek yang menggunakan anggaran negara, seluruh tahapan harus melalui mekanisme dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. "Membangun stadion itu bukan seperti menggoreng pisang goreng. Ada uang negara yang dipakai di dalamnya yang harus dipertanggungjawabkan," katanya, menjawab desas-desus yang berkembang. Karena itu, Appi meminta seluruh pihak memahami bahwa proses pembangunan membutuhkan tahapan yang harus dilalui secara hati-hati, mulai dari kelengkapan dokumen, proses tender hingga pelaksanaan pembangunan. Dia memastikan, proses tersebut bukan berarti pemerintah mengabaikan janji pembangunan stadion bagi PSM dan masyarakat Makassar. Sebaliknya, Appi menegaskan bahwa komitmen tersebut terus berjalan dan ditargetkan segera terealisasi. "Janji saya adalah utang saya. Janji itu, insya Allah segera akan saya tunaikan. Seperti saya berjanji untuk membawa PSM juara di Liga Indonesia," katanya. Pernyataan tersebut langsung disambut antusias oleh ribuan suporter yang hadir. Dalam kesempatan itu, Appi yang juga mantan CEO PSM itu, kembali menegaskan kedekatan historis dan emosional antara PSM Makassar dengan Kota Makassar. Menurutnya, PSM bukan sekadar klub sepak bola. PSM telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Makassar serta Sulawesi Selatan. "PSM tidak akan pernah bisa dipisahkan dari Kota Makassar," tegasnya. Karena itu, ia memiliki cita-cita agar PSM dapat kembali memiliki stadion yang benar-benar menjadi kandang di Kota Makassar. Ketua IKA FH Unhas itu, ingin masyarakat tidak lagi harus menunggu atau bepergian jauh untuk menyaksikan tim kebanggaannya bertanding. "Saya selalu punya cita-cita, punya harapan bahwa PSM harus bermain di kandangnya sendiri, bermain di kotanya sendiri, memberikan pertandingan yang terbaik buat para pencintanya di kotanya sendiri," tuturnya. Ia pun meminta dukungan masyarakat agar rencana tersebut dapat diwujudkan. Pernyataan itu menjadi salah satu momen paling mendapat perhatian dalam PSM Fest 2026. Sebab, pembangunan stadion baru telah lama menjadi harapan besar bagi pecinta PSM dan masyarakat Kota Makassar. "Doakan kami, insya Allah tidak akan lebih dari dua tahun, cita-cita kita ini akan terwujud secara bersama-sama," ungkap Appi. Selain berbicara mengenai stadion, Appi juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pemain PSM Makassar yang akan menjalani kompetisi musim 2026/2027. Selaku mantan CEO PSM Makassar, dia meminta para pemain menunjukkan permainan terbaik dan berjuang menghadirkan prestasi. Menurutnya, pemain PSM tidak hanya membawa nama klub, tetapi juga membawa harga diri masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan. Wali Kota Makassar itu, meminta seluruh pemain menjadikan setiap pertandingan sebagai momentum untuk memberikan kebanggaan kepada masyarakat. Appi juga menyebut prestasi sebagai jawaban terbaik terhadap berbagai kritik yang muncul terhadap tim. "Tunjukkanlah permainan yang terbaik, berikanlah prestasi yang terbaik. Hanya dengan prestasi kita bisa menghilangkan segala kritikan-kritikan yang muncul," imbuh Appi. Dia menyampaikan bahwa masyarakat Makassar tidak menuntut sesuatu yang berlebihan dari PSM. Yang diinginkan adalah prestasi dan trofi kembali dibawa pulang ke Kota Makassar. "Warga Kota Makassar tidak meminta apa-apa selain piala yang bisa kembali ke kota ini," ujarnya. Appi juga mengajak seluruh kelompok suporter dan pecinta PSM untuk terus memberikan dukungan kepada tim. Ia menilai dukungan suporter menjadi bagian penting dalam perjalanan PSM menghadapi kompetisi musim baru. Namun, dukungan tersebut harus dibangun dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen. "Apakah cinta kita ini sudah cukup untuk membawa PSM juara? Belum. Yang kita butuhkan adalah kebersamaan dan kekompakan buat kita semua," ajakanya. Ia berharap launching skuad dan jersey melalui PSM Fest 2026 dapat menjadi titik awal kebangkitan PSM untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi sepak bola Indonesia. "Kita berharap apa yang dilakukan manajemen hari ini menjadi titik awal, titik balik dari seluruh persoalan-persoalan yang ada untuk membawa PSM kembali ke tempat yang terhormat di Liga Indonesia," harapnya. Dia meyakini perjalanan PSM pada musim kompetisi 2026/2027 akan membawa kebanggaan baru bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa perjuangan PSM bukan hanya untuk klub, pemain dan manajemen, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang menjadikan PSM sebagai tim kebanggaan. "Kita semua yang hadir di sini akan menjadi saksi bagaimana perjalanan PSM di liga ini akan memberikan sebuah kebanggaan, bukan hanya untuk kita pecinta PSM, tapi untuk Kota Makassar yang kita cintai," katanya. Appi juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PSM, para sponsor, pemain, pelatih, official, serta seluruh kelompok suporter yang selama ini memberikan dukungan terhadap tim Juku Eja. Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan pemerintah untuk mendorong kemajuan PSM. "Insya Allah tahun ini, kita akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," terangnya. Kepada seluruh pemain, official, keluarga besar PSM dan jajaran manajemen, Appi menegaskan bahwa mereka tidak akan berjalan sendiri dalam perjuangan menghadapi kompetisi. "Kita akan terus bersama-sama untuk kembali menorehkan prestasi demi prestasi untuk mengantarkan PSM ke tempat yang semestinya berada," tegasnya. Di penghujung sambutannya, Appi kembali menegaskan komitmen pembangunan stadion baru di Kota Makassar. "Stadion insya Allah akan muncul di kota kita," katanya. Pernyataan itu kemudian disambut riuh ribuan suporter. Appi pun menutup sambutannya dengan seruan khas PSM yang langsung diikuti para suporter. "PSM!," seru Appi. "Ewako!," jawab ribuan suporter. Seruan tersebut diulang beberapa kali hingga suasana PSM Fest 2026 semakin meriah. Dengan proses tender pembangunan yang memasuki tahap akhir dan target penyelesaian yang disampaikan kurang dari dua tahun, harapan agar PSM Makassar kembali bermain di Kota Makassar kini semakin terbuka. Bagi Appi, kehadiran stadion baru bukan sekadar pembangunan infrastruktur olahraga, tetapi bagian dari upaya mengembalikan PSM ke rumahnya sendiri. Dan menghadirkan kembali atmosfer pertandingan sepak bola yang dekat dengan masyarakat Makassar. "Kurang dari dua tahun lagi, insya Allah PSM Makassar akan selalu bermain di Kota Makassar," demikian seruan yang menggema dalam PSM Fest 2026. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri-Melinda Nikmati Pentas Anak-Anak Warga di Pesta Rakyat Kecamatan Wajo

MAKASSAR,—Suasana hangat mewarnai Pesta Rakyat yang dihelat sebagai semarak memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke 81 tahun di Kecamatan Wajo, Minggu (30/8/2026) malam. Kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, mendapat sambutan antusias dari masyarakat di sepanjang Jalan Sangir. Munafri dan Melinda hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifili Nanda, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar. Pesta rakyat yang menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan pertunjukan sejumlah pentas seni dan budaya. Munafri dan Melinda menikmati unjuk penampilan dari anak-anak warga dari wilayah kota daeng yang dikenal dengan warga multi etnis tersebut. Mereka menyuguhkan penampilan mulai dari atraksi barongsai, Tari Empat Etnis, Ganrang Bulo, hingga pembacaan puisi. Di tengah kemeriahan tersebut, Munafri menekankan bahwa panggung Pesta Rakyat di Kota Makassar harus menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat. Baik itu untuk bersuka cita bersama maupun untuk menampilkan kreativitas dan talenta. Ia secara khusus meminta kemeriahan kegiatan tetap berjalan dengan menjunjung norma agama dan adat istiadat. Termasuk dengan tidak membuat anak-anak tampil dengan cara yang tidak sesuai umur. “Pada malam hari ini kita berada di Panggung Pesta Rakyat. Ini adalah pesta kita semua, saya mau panggung ini adalah panggung yang disediakan untuk seluruh talenta-talenta warga yang ada di Kecamatan Wajo, sehingga acara ini acara dari warga untuk warga di Kecamatan Wajo,” pungkasnya Lebih jauh, Munafri mengingatkan identitas Kecamatan Wajo yang memiliki karakter yang khas. Ia mengatakan meski secara wilayah tergolong kecil, Wajo dinilai memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi Kota Makassar. Munafri menjelaskan Wajo merupakan salah satu kawasan yang menjadi titik pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis sekaligus pusat aktivitas ekonomi dengan keberadaan sejumlah pasar dan kawasan pelabuhan. “Kecamatan ini kecil, tapi punya peran yang sangat besar. Terutama di dalam faktor pendukung ekonomi Kota Makassar. Ada empat pasar di Kecamatan Wajo, ada pelabuhan. Sentra-sentra ekonomi berdenyut setiap hari di Kecamatan Wajo,” katanya. Ia menyebut keberagaman masyarakat di Wajo telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Keberadaan Kampung Melayu, Kampung Ende, Buton dan berbagai komunitas lainnya menjadi gambaran bagaimana interaksi lintas etnis telah terbangun di wilayah tersebut. Munafri lantas mengapresiasi masyarakat dan jajaran pemerintah kecamatan yang terus mengembangkan potensi wilayah. Ia mengataka peran Wajo sebagai Kampung Toleransi menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter Kota Makassar sebagai kota yang mampu hidup dalam keberagaman. “Dari Kecamatan Wajo inilah begitu banyak poin yang terkumpul, sehingga Makassar mendapatkan penghargaan masuk ke dalam 10 besar kota toleransi yang ada di Indonesia,” ujarnya. Selain itu, Munafri juga mengapresiasi inovasi urban farming yang dikembangkan di tengah keterbatasan lahan Kecamatan Wajo. Serta upaya implementasi pengelolaan sampah agar dipilah dari rumah yang diiringi dengan telah tersedianya TPS3R.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Apresiasi Pemilahan Sampah dari Rumah di Kecamatan Ujung Pandang Mulai Berjalan

MAKASSAR,—Upaya Pemerintah Kota Makassar mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sumber mulai menunjukkan hasil. Di Kecamatan Ujung Pandang, sampah yang dibawa ke fasilitas pengelolaan telah terpilah dengan baik dari rumah sehingga tidak lagi membutuhkan proses pemilahan ulang oleh petugas. Perubahan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Pesta Rakyat Semarak Kemerdekaan RI Kecamatan Ujung Pandang di halaman Monumen Mandala, Minggu (30/8/2026) malam. Pesta Rakyat, selain menjadi ruang hiburan dan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan tersebut dimanfaatkan Munafri untuk menyampaikan visi penataan kota, termasuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Munafri mengatakan, Ujung Pandang merupakan salah satu kecamatan yang menghadapi tantangan keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah. Karena itu, pengelolaan dari sumber menjadi bagian penting untuk memastikan sampah yang dibawa ke fasilitas pengolahan sudah dalam kondisi lebih tertata. “Dan apa yang disampaikan petugas, bahwa sampah-sampah yang datang dari Kecamatan Ujung Pandang adalah sampah yang sudah terpilah dengan baik. Sudah tidak harus lagi repot-repot petugas di sana untuk memilahnya,” kata Munafri. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa upaya memilah sampah dari rumah tangga dapat diterapkan ketika dirorong menjadi kebiasaan bersama ditengah-tengah masyarakat. “Dan alhamdulillah ini sudah mulai berjalan dan kita memaksimalkan ini harus menjadi contoh yang terus harus ditingkatkan,” tambahnya. Munafri mengakui transformasi pengelolaan sampah di Makassar masih terus membutuhkan sosialisasi dan proses panjang, serta belum sepenuhnya mencapai target. Namun, ia menekankan perubahan yang mulai terjadi di tengah masyarakat sebagai progres yang perlu dijaga dan diperluas. “Saya sangat yakin ini belum 100% bisa kita selesaikan, tetapi progres yang kelihatan di tengah-tengah masyarakat alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. Ia berharap praktik yang mulai berjalan di Ujung Pandang dapat menjadi contoh. Khususnya dalam membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Munafri menegaskan Pemilahan dari rumah menjadi langkah awal untuk memperbaiki keseluruhan rantai pengelolaan sampah. Perubahan tersebut juga tidak lepas dari upaya Pemerintah membangun wajah Kota Makassar yang lebih tertata. Lebih jauh, wali kota yang akrab disapa Appi ini menyebut Kecamatan Ujung Pandang memiliki posisi strategis karena menjadi jantung kota sekaligus miniatur yang mencerminkan wajah Makassar. “Tentu Ujung Pandang ini menjadi kecamatan yang terus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jantung Kota Makassar ada di Ujung Pandang. Kita sepakat bahwa penduduknya tidak begitu banyak, tetapi yang ada di Ujung Pandang memperlihatkan cerminan wajah Kota Makassar yang benar-benar memperlihatkan bahwa inilah miniatur kecil yang dimiliki oleh Kota Makassar,” ujarnya. Appi pun berharap capaian tersebut tidak berhenti pada satu wilayah, melainkan terus diperluas melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan konsistensi menjadi kunci agar kebiasaan memilah sampah dari sumber dapat menjadi bagian dari keseharian warga.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Generasi Qurani Saat Resmikan Masjid Maradekaya

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meresmikan Masjid Maradekaya di Jalan Gunung Salahutu, Kecamatan Makassar, Minggu (30/08/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Munafri. Munafri yang akrab disapa Appi menyampaikan mengapresiasi kepada para pengurus masjid dan masyarakat setempat atas suksesnya pembangunan Masjid Maradekaya yang kini berdiri megah dan nyaman digunakan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Appi juga menitipkan dua pesan untuk mendorong kehadiran Masjid sebagai episentrum pembangunan masyarakat. Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan salat lima waktu, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi warga. Pertama, Appi mendorong agar masjid juga difungasikan sebagai tempat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. Menurutnya, masjid dapat menjadi tempat bagi masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara damai dan kekeluargaan. “Ini sangat penting karena berbagai macam perselisihan itu kadang-kadang kalau dibicarakan di rumah salah satu warga, kadang-kadang emosinya tidak terkontrol. Tapi kalau di dalam masjid, insya Allah jalan penyelesaiannya bisa selesai dengan damai dan dingin,” ujarnya. Selain sebagai ruang interaksi, Appi juga mendorong Masjid Maradekaya menjadi tempat membangun generasi Qurani. Ia mencontohkan seperti kegiatan mengaji, pendidikan karakter, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas Majelis Taklim. Ia meminta masyarakat tidak melarang anak-anak bermain di masjid selama tetap dalam batas kewajaran. Menurutnya, keberadaan anak-anak di masjid merupakan bagian dari proses mengenalkan mereka dengan lingkungan keagamaan sejak dini. “Jadi jangan dimarahi kalau anak-anak kecil lari-lari di dalam masjid. Karena kalau mereka dimarahi, mereka trauma, mereka akan takut ke masjid. Betapa celakanya kita kalau sudah tidak ada lagi anak-anak yang mau main di masjid,” tuturnya. Di sisi lain, Appi mengingatkan agar kemegahan bangunan masjid tidak berbanding terbalik dengan aktivitas di dalamnya. Ia mengajak masyarakat bersama-sama memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. “Setelah masjid ini berdiri dengan megahnya, sudah nyaman untuk kita tempati, jangan malah masjid ini menjadi sepi. Bersama-sama kita memakmurkan masjid, ini menjadi hal yang sangat utama buat kita sebagai jemaah,” katanya. Lebih jauh, Munafri berharap masjid dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Ia ingin masjid lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar. “Yang lebih penting lagi adalah bagaimana masjid bisa memberikan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar masjid,” ujarnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Gerakan Indonesia Asri di Pantai Losari, Appi: Menanam Pohon adalah Menanam Harapan untuk Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC Partai Demokrat Kota Makassar yang menggelar kegiatan "Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru" dalam rangka memperingati HUT ke-25 DPC Partai Demokrat Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Minggu (30/8/2026), dan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. "Kegiatan ini, menjadi bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ujar Appi. Rangkaian kegiatan meliputi senam bersama, pembersihan lingkungan, donor darah, penanaman pohon, hingga kegiatan sosial lainnya. Menurut orang nomor satu Kota Makassar itu, Pemerintah Kota Makassar tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat dan aman. Karena itu, kolaborasi dengan partai politik, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas, pemuda, serta masyarakat menjadi sangat penting. "Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru ini mengingatkan kita bahwa membangun Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Pemerintah membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan masyarakat," kata Munafri. Ia menilai, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat program nasional yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, asri, dan sehat di berbagai daerah. Munafri menegaskan, persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi harus dibangun melalui kesadaran dan kebiasaan masyarakat. "Kota yang bersih tidak lahir hanya dari program pemerintah. Makassar yang sehat tidak lahir hanya dari kebijakan, dan Makassar yang maju tidak lahir hanya dari kerja satu pihak," katanya. Dia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial satu hari, melainkan gerakan yang terus hidup dan menjadi kebiasaan setelah kegiatan berakhir. "Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi dari satu pohon kita sedang menanam harapan," tuturnya. "Membersihkan satu lingkungan mungkin terlihat kecil, tetapi dari kebiasaan kecil itulah budaya hidup bersih dapat tumbuh," tambah Ketua IKA FH Unhas itu. Selain lingkungan, Munafri juga mengapresiasi perhatian Partai Demokrat terhadap sektor kesehatan dan sosial. Menurutnya, kegiatan donor darah, olahraga bersama, penanaman pohon, hingga aksi sosial menunjukkan kepedulian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menilai, kegiatan sosial semacam ini juga menjadi bentuk konkret bagaimana partai politik dapat hadir di tengah masyarakat. Lanjut dia, partai Demokrasi tidak hanya berbicara tentang kontestasi dan perbedaan pilihan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. "Ketika kita bersama-sama menjaga lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial, sesungguhnya kita sedang menunjukkan wajah demokrasi yang dekat dengan rakyat," jelasnya. Munafri mengatakan, politik pada akhirnya harus kembali kepada rakyat. Politik harus mampu menghadirkan manfaat, membangun kepedulian, sekaligus menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat. "Ketika kader-kader politik turun langsung membersihkan lingkungan, menanam pohon, mendukung kesehatan masyarakat, mendonorkan darah, dan berbagi kepada anak-anak yatim," ungkapnya. "Di situlah kita melihat bahwa politik dapat hadir dengan wajah yang humanis dan memberikan manfaat nyata," sambung Appi. Pada momentum HUT ke-25 DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Munafri berharap partai Demokrat dapat terus mengambil peran konstruktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. "Memasuki usia ke-25, saya berharap DPC Partai Demokrat Kota Makassar dapat terus mengambil bagian secara konstruktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah," harapnya. Ia menegaskan, Pemkot Makassar terbuka terhadap setiap gagasan, kontribusi, dan bentuk kerja sama yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, keberagaman sebagai modal sosial, dan kepedulian sebagai energi untuk membangun Makassar," ajakanya. "Sebab, ukuran sebuah organisasi partai bukan hanya seberapa lama, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi masyarakat dan daerahnya," tutup Munafri. (*)

Baca Selengkapnya