Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi Setelah Mediasi dan Sosialisasi Berbulan-bulan

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menertibkan peternakan babi dan kandang yang berada di kawasan permukiman Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Senin (12/10/2026).Tidak sekadar melakukan penertiban, pemerintah turut memfasilitasi pemindahan ternak dengan menyediakan kendaraan truk untuk mengangkut hewan milik warga ke lokasi tujuan sesuai keinginan pemiliknya.Langkah ini dilakukan sebagai upaya menegakkan peraturan daerah sekaligus merespons keluhan masyarakat sekitar yang telah berulang kali disampaikan kepada pihak kecamatan maupun Pemerintah Kota Makassar.Upaya tersebut terlihat dalam penertiban kandang dan pemindahan hewan ternak babi di Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Senin (12/10/2026).Proses penertiban dan pemindahan hewan Mammalia tersebut, dipimpin langsung Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, bersama Camat Panakkukang, Syahril.Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan bahwa mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, Pemerintah Kota Makassar memilih jalan dialog dan kesepahaman dalam menata kawasan perkotaan."Bukan sekadar melakukan penertiban, pemerintah Kota hadir memberikan solusi dengan memfasilitasi pengangkutan hewan ternak Babi dari kandang, menggunakan kendaraan truk menuju lokasi relokasi yang telah ditentukan," ujarnya.Menurutnya, penertiban dan pembinaan tersebut dilakukan karena keberadaan peternakan babi dan kandangnya dinilai tidak sesuai dengan peruntukan kawasan serta melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.Langkah ini dilakukan untuk menata lingkungan agar lebih tertib, nyaman, dan sesuai dengan peruntukannya, tanpa mengabaikan komunikasi serta kepentingan pemilik ternak."Berdasarkan rencana tata ruang kota, kawasan ini merupakan zona permukiman, bukan zona peternakan. Karena itu, keberadaan peternakan di lokasi tersebut perlu ditertibkan," tuturnya.Dalam giat tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Panakkukang bersama tim gabungan yang melibatkan Satpol PP, unsur TNI dan Polri, Damkarmat, serta tokoh masyarakat, turut berkoordinasi dengan pemilik ternak untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar.Berkat komunikasi dan pendekatan yang dilakukan sebelumnya, kegiatan berlangsung aman dan kondusif, dengan dukungan pemilik ternak yang bersedia memindahkan hewan-hewan mereka ke lokasi yang telah disiapkan.Pendekatan ini menegaskan bahwa penataan kota tidak harus dilakukan dengan ketegangan. Melalui komunikasi terbuka, keterlibatan masyarakat, dan dukungan nyata dari pemerintah, persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dapat ditangani secara bertahap dengan mengedepankan kepentingan bersama.Lebih lanjut, Irwan Bangsawan mengatakan bagi Pemkot Makassar, ketertiban lingkungan dan penghormatan terhadap masyarakat harus berjalan beriringan.Pemerintah tidak hanya memastikan aturan ditegakkan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi konkret agar proses penataan dapat diterima dan dilaksanakan bersama."Atas kerjsama semua pihak, hewan-hewan yang selama puluhan tahun berada di kawasan perkotaan itu pun kita pindahkan melalui proses yang mengedepankan kerja sama, bukan pendekatan represif," jelasnya.Selain persoalan tata ruang, penertiban ini juga merupakan tindak lanjut atas aduan warga yang telah berulang kali diterima pemerintah. Masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi lingkungan yang dinilai telah tercemar akibat aktivitas peternakan tersebut.Menurut Andi Irwan, penanganan persoalan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pemerintah telah menempuh pendekatan persuasif selama kurang lebih enam bulan terakhir melalui sosialisasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.Sosialisasi bahkan telah dilakukan sebanyak tiga kali atau lebih untuk memberikan pemahaman kepada pemilik ternak mengenai ketentuan yang berlaku serta pentingnya penataan lingkungan permukiman."Sebagian besar warga sebenarnya sudah bersiap dan ada yang telah memindahkan ternaknya secara mandiri," ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)."Namun, masih ada yang belum sempat melakukan pemindahan. Karena itu, hari ini pemerintah hadir membantu proses tersebut," lanjutanya.Andi Irwan menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga tak ada warga merasa dirugikan.Lanjut dia, Pemerintah Kota berupaya memastikan penegakan aturan berjalan seiring dengan komunikasi yang baik, sehingga masyarakat dapat memahami tujuan penertiban dan mendukung proses relokasi.Hal ini menunjukkan bahwa dialog dan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun."Kita berharap penataan kawasan permukiman dapat berjalan lebih tertib, kualitas lingkungan tetap terjaga, serta kepentingan masyarakat sekitar dan pemilik ternak dapat ditangani melalui solusi yang konkret dan sesuai ketentuan," tukasnya.Sedangkan, Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membersihkan dan menata lingkungan di wilayah Panaikang, yang selama puluhan tahun menjadi lokasi peternakan babi.Kondisi itu menjadi perhatian karena banyaknya aduan warga yang meminta pemerintah mengambil langkah penanganan."Banyak ternak yang berada di kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Aduan masyarakat juga terus bertambah, bahkan sempat viral karena warga menyampaikan keluhannya," ujar Syahril.Ia menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, pihak kecamatan telah menempuh sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, mediasi, hingga pendekatan persuasif kepada pemilik ternak.Pihak Pemerintah Kecamatan berupaya memberikan pemahaman bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut keberadaan ternak, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan kenyamanan warga."Kami sudah melakukan berbagai tahapan, termasuk pendekatan secara persuasif dan humanis," tuturnya."Kami menyampaikan kepada pemilik bahwa bau peternakan ini dikeluhkan masyarakat. Selain itu, kotoran dan limbahnya juga perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lingkungan," tambah Camat.Namun, setelah berbagai upaya mediasi dilakukan, pemerintah akhirnya mengambil langkah penertiban untuk memastikan penataan kawasan berjalan sesuai ketentuan.Syahril menyebutkan, terdapat sekitar 1.200 ekor babi yang sebelumnya dipelihara oleh 49 peternak di dua titik lokasi.Sebagian pemilik telah lebih dahulu menjual atau memindahkan ternaknya secara mandiri, sehingga jumlah yang tersisa untuk ditangani dalam proses penertiban kali ini telah berkurang sekitar setengahnya."Banyak yang sudah menjual ternaknya dan ada juga yang memindahkan sendiri. Sebagian sudah melakukan pemindahan sebelumnya. Untuk yang masih membutuhkan bantuan, kami memfasilitasi kendaraan truk dan motor roda tiga," ungkapnya.Dia menegaskan, pemerintah tidak menentukan secara sepihak lokasi tujuan pemindahan ternak. Fasilitasi kendaraan diberikan untuk membantu pemilik mengangkut hewan ke tempat yang mereka tentukan.Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses relokasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama penertiban berlangsung."Aktivitas peternakan di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama, diperkirakan sekitar 30 hingga 40 tahun," katanya.Karena itu, penanganannya membutuhkan komunikasi dan koordinasi agar proses penataan dapat berjalan dengan baik.Melalui penertiban ini, ia berharap keluhan warga terkait bau dan limbah peternakan dapat ditangani, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang nyaman."Ini penting, sehingga kebutuhan warga untuk memperoleh lingkungan yang layak dapat berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan secara baik dengan pemilik ternak, agar tak ada merasa dirugikan," tutup Syahrir. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hari Terakhir INACRAFT 2026, Dekranasda Makassar Fokus pada Keberlanjutan Pembinaan Perajin Lokal

JAKARTA — Memasuki hari terakhir pameran INACRAFT October Vol. 5 2026, Minggu (11/10/2026), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan kapasitas perajin lokal melalui pembinaan, kolaborasi, dan perluasan akses pemasaran.Pameran yang berlangsung selama lima hari, sejak 7 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Makassar bersama Dinas Perdagangan Kota Makassar untuk memperkenalkan keragaman produk kriya daerah sekaligus memperkuat pengembangan industri kerajinan lokal.Wakil Ketua Harian II Dekranasda Kota Makassar, Rosnani, mengatakan bahwa partisipasi dalam INACRAFT tidak berhenti pada kegiatan promosi. Pengalaman selama pameran juga menjadi bahan untuk menentukan arah pendampingan bagi para perajin ke depan.“Bagi Dekranasda Kota Makassar, keikutsertaan ini bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami untuk melihat perkembangan tren kerajinan, memahami preferensi konsumen, dan membangun perspektif baru dalam mendampingi para perajin di Kota Makassar,” ujarnya.Menurut Rosnani, langkah berikutnya adalah mengevaluasi produk yang telah ditampilkan dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan perajin, terutama dalam aspek desain, mutu produk, kemasan, identitas merek, hingga strategi pemasaran.Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari sejumlah program yang telah dilaksanakan Dekranasda Kota Makassar, termasuk peningkatan kapasitas perajin (capacity building), pelatihan peningkatan kualitas produk, serta pemasaran digital.“Kami sudah melaksanakan program capacity building dan pelatihan peningkatan kualitas produk serta digital marketing. Harapan kami, program yang sudah dilakukan mampu mendorong promosi produk kerajinan Makassar secara lebih berkelanjutan, baik melalui pameran, pemanfaatan platform digital, maupun perluasan akses pasar,” jelasnya.Selain penguatan kapasitas, Dekranasda juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pengembangan industri kerajinan. Rosnani menyebut, Dekranasda Kota Makassar telah menjalin kerja sama dengan Cita Tenun Indonesia sebagai salah satu bentuk penguatan jejaring.Menurutnya, pengembangan kerajinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perajin, pemerintah, pelaku usaha, desainer, hingga mitra yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan produk kriya lokal.Rosnani juga menekankan pentingnya memastikan manfaat keikutsertaan dalam pameran nasional dapat menjangkau perajin yang belum memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung.Hasil pembelajaran selama pameran diharapkan dapat diteruskan melalui kegiatan pembinaan, diskusi, pendampingan, dan penguatan kapasitas. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh tidak hanya menjadi catatan bagi peserta pameran, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh perajin lainnya di Kota Makassar.“Prinsipnya, Dekranasda ingin membangun pembinaan yang inklusif. Kesempatan untuk berkembang harus terbuka bagi lebih banyak perajin, termasuk pelaku usaha kecil yang masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan pasarnya,” ungkapnya.Pengembangan katalog produk dan optimalisasi promosi digital juga menjadi bagian dari upaya yang ingin didorong agar pemasaran kerajinan Makassar tidak hanya bergantung pada keikutsertaan dalam pameran fisik.Menutup partisipasi pada INACRAFT 2026, Rosnani berharap pengalaman selama lima hari pameran dapat memperkuat upaya Dekranasda dalam membangun industri kerajinan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.“Komitmen Dekranasda Kota Makassar adalah terus mendorong pembinaan, promosi, kolaborasi, dan perluasan akses pasar bagi para perajin sesuai dengan program dan kapasitas yang tersedia,” tuturnya.Ia berharap pengembangan kerajinan lokal tidak hanya berorientasi pada penampilan produk dalam pameran, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha, peningkatan kesejahteraan perajin, dan penguatan ekonomi kreatif Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Umum

Aliyah Mustika Ilham: Generasi Muda Harus Cerdas, Beriman, dan Berakhlak Mulia

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam iman, serta memiliki akhlak mulia.Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri SPIDI Islamic Edu Fest 2026 yang dirangkaikan dengan Grand Launching SPIDI Makkah, Living & Learning in Saudi Arabia, di Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (10/10/2026).Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SPIDI atas inisiatif menghadirkan kegiatan pendidikan yang memadukan pengembangan potensi akademik, kreativitas, penguatan nilai-nilai keislaman, dan perluasan wawasan global bagi peserta didik.Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Kota Makassar.Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta membangun kepedulian sosial generasi muda.“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar SPIDI atas terselenggaranya SPIDI Islamic Edu Fest 2026 serta peluncuran Program Immersion Makkah. Ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Aliyah Mustika Ilham.Ia menilai, SPIDI Islamic Edu Fest 2026 menjadi ruang positif bagi peserta didik untuk menampilkan potensi, kreativitas, inovasi, dan prestasi.Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta keberanian menghadapi tantangan.Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kematangan spiritual dan keluhuran akhlak.Menurutnya, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.“Kecerdasan tanpa akhlak akan kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu yang disertai iman dan akhlak akan menjadi kekuatan untuk membawa manfaat bagi sesama. Inilah generasi yang ingin kita bangun, generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya.Program Immersion Makkah Perluas Wawasan Peserta Didik Pada kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham juga menyambut baik peluncuran Program Immersion Makkah sebagai upaya memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui pengenalan langsung terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai peradaban Islam.Ia mengatakan, Makkah memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi tempat berdirinya Masjidil Haram dan Ka'bah, kota suci tersebut juga menyimpan nilai sejarah dan keteladanan perjuangan Rasulullah SAW yang penting untuk dipahami generasi muda.Menurut Aliyah Mustika Ilham, program pembelajaran di luar lingkungan sekolah yang dirancang dengan baik dapat menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat wawasan keislaman sekaligus menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar.“Kami berharap anak-anak kita tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga perubahan positif dalam sikap, ibadah, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu. Jadilah generasi yang memiliki cita-cita tinggi, berwawasan luas, tetapi tetap rendah hati dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” pesannya.Ia berharap Program Immersion Makkah dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna, sehingga peserta didik memperoleh perspektif yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi muslim.Lebih lanjut, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.Menurutnya, sekolah berperan memberikan pengetahuan dan pembinaan, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan keteladanan, kasih sayang, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada anak.Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus membangun komunikasi dan kemitraan yang baik dengan pihak sekolah agar potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal.Aliyah Mustika Ilham juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam mencetak generasi penerus bangsa.“Seorang pendidik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter, dan menginspirasi peserta didik agar berani meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memandang lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam, sebagai mitra penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Kota Makassar membutuhkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, serta tetap menjunjung tinggi nilai agama, menghormati orang tua dan guru, dan mencintai daerahnya.“Generasi masa depan yang kita harapkan bukan hanya generasi yang sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Makassar,” tuturnya.Menutup sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan selamat dan sukses atas penyelenggaraan SPIDI Islamic Edu Fest 2026 dan peluncuran Program Immersion Makkah.Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas pembinaan karakter, serta melahirkan generasi muslim yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam beserta istri, Pembina Yayasan Pesantren Modern Makassar Muzayyin Arif, Direktur SPIDI Female Boarding School Mukhlisa Arif, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, perwakilan Kapolres Maros, Ustaz Muh Syamsir Ali, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Asisten I dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta pimpinan SPIDI Female Boarding School.

Baca Selengkapnya
Umum

Kenal Pamit Kapolda Sulsel, Wali Kota Makassar Apresiasi Djuhandani dan Sambut Awal Chairuddin

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Jumat (9/10/2926) malam.Acara yang dikemas dalam suasana gala dinner penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut menjadi momen perpisahan dengan Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro sekaligus penyambutan Irjen Pol M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulsel yang baru.Dalam kesempatan itu, Munafri mewakili para wali kota dan bupati se-Sulsel menyerahkan cenderamata kepada Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro. Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan sinergi yang telah terbangun selama menjalankan tugas di Sulsel.Munafri menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara jajaran Polda Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar. Munafri juga menyampaikan selamat datang kepada Irjen Pol M. Awal Chairuddin yang kini mengemban amanah sebagai Kapolda Sulsel.“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro atas sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun bersama Pemerintah Kota Makassar selama ini,” katanya.“Kepada Bapak Irjen Pol M. Awal Chairuddin, kami mengucapkan selamat atas amanah baru sebagai Kapolda Sulawesi Selatan,”lanjutnya.Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Forkopimda Sulsel dapat terus diperkuat melalui estefet kepemimpinan Kapolda baru. Terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan lingkungan kota yang aman dan kondusif.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Kaji Kelayakan Pembangunan Pusat Pasar Hewan Terpadu di RPH Tamangapa

MAKASSAR,—Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mematangkan langkah strategis dalam mewujudkan penataan ruang kota dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.Sebagai kelanjutan dari kunjungannya melihat kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) di Tamangapa yang terbengkalai, Munafri bersama jajaran Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar kini tengah mengkaji kelayakan rencana revitalisasi area tersebut sebagai Pusat Pasar Hewan Terpadu, Jumat (9/10/2026).Langkah tersebut dirancang dalam menghidupkan kembali kawasan RPH dan mengembangkannya sebagai kawasan pasar hewan terpadu dengan menata sirkulasi perdagangan ternak yang lebih higienis dan terpusat.Pada pertemuan tersebut, Munafri menyimak kajian kelayakan kesiapan tata ruang dan lahan. Ia memastikan pusat perdagangan ternak ini dibangun dengan memenuhi seluruh fasilitas standar operasional prima.Seperti fasilitas pemeriksaan kesehatan, pemandian hewan, gudang pakan, irigasi air kotor, toilet, masjid, hingga integrasi langsung dengan area RPH. Selain tata ruang, kajian kelayakan juga membahas mitigasi potensi genangan melalui penambahan urukan tanah.“Kita harus memastikan regulasi terhadap pasar hewan ini sudah ada (terpenuhi) semua ya,” katanya.Adapun rencana pembangunan pasar hewan tersebut saat ini diproyeksikan untuk menampung komoditas ternak besar dan kecil secara terpusat, meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba. Kuota tampung area diperkirakan dapat memenuhi ke kebutuhan pasokan warga Makassar.Pada kesempatan tersebut, Munafri juga mencoba mengkaji cakupan luas area lahan dan mempertimbangkan integrasi komoditas hewan unggas.“Supaya jadi satu nanti semua, seperti one stop shopping lah,” pungkasnya.Dengan konsep tersebut, Munafri lantas menekankan agar tata ruang turut memprioritaskan kenyamanan infrastruktur penunjang. Seperti penyediaan area parkir yang luas bagi kendaraan pengangkut (pick-up) dan logistik agar mendukung mobilitas pedagang maupun pembeli.Lebih jauh, Munafri menegaskan regulasi tata ruang dan kebijakan harus berjalan beriringan untuk memastikan ketertiban kota sekaligus memberikan kepastian kenyamanan bagi pelaku usaha maupun masyarakat kedepannya."Pendekatan kita bukan sekadar fair business, melainkan pendekatan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.Melalui konsep kawasan terpusat di Tamangapa ini, Munafri berharap langkah penataan ini mampu memperkuat ketahanan pangan kota, rantai pasokan ternak, sekaligus menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tertib dan nyaman bagi warga Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Minta Dukungan Pusat Perkuat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan Kota Makassar kepada Komisi VII DPR RI. Mulai dari dukungan kebijakan untuk pengembangan industri, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sektor kepulauan, pariwisata dan ekonomi kreatif.Aspirasi tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Appi ini dalam Pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Bersama Pemerintah Provinsi dan Kota di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi selatan (Sulsel), Jumat (9/10/2026).Appi menjelaskan, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di kawasan Indonesia Timur. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,04 persen, ia menilai penguatan ekosistem usaha dan investasi perlu didukung kebijakan yang memungkinkan industri berkembang di daerah."Kami tidak punya sumber daya alam, tapi kami punya letak geografis yang sangat menguntungkan. Kota ini menjadi kota yang sangat sentral, khususnya di ALKI II, sehingga pola perdagangan barang dan jasa menjadi backbone kami untuk tumbuh," jelasnya.Untuk itu, Appi menekankan pentingnya insentif terhadap bahan baku yang masuk untuk diolah di daerah. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu mendorong pertumbuhan industri di Makassar , termasuk industri garmen yang menghadapi tantangan tingginya biaya bahan baku."Yang kami inginkan untuk membangun industri dan turunan industri yang ada, harusnya ada kebijakan dari pemerintah juga untuk memberikan insentif terhadap barang masuk sebagai bahan baku untuk diolah di tempat kami," jelasnya.Di sektor pariwisata, Munafri meminta dukungan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur khusus. Seperti gedung representatif yang mendukung kegiatan pegelaran seni dan budaya warga Makassar.Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Makassar yang selalu menjadi pusat kegiatan skala nasional dan internasional memerlukan adanya gedung yang mampu menampung mengakomodasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berkapasitas ribuan orang.“Beberapa tambahan infrastruktur, khususnya industri seni dan pagelaran. Di sini kami tidak punya satu tempat yang representatif untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan MICE yang cukup atau yang lebih spesifik,” ujarnya.Appi juga menjelaskan Kota Makassar sangat terkenal dengan gastronominya. Pinisi, kata Ia, sudah menjadi warisan takbenda yang sudah terdaftar di UNESCO. Sehingga Ia berharap pemerintah pusat dapat mendorong gastronomi Makassar dapat didaftarkan sebagai bagian dari warisan gastronomi UNESCO.Lebih jauh, Appi meminta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur untuk wilayah Kepulauan. Ia mengatakan akses dermaga sangat dibutuhkan untuk menunjang aksesibilitas masyarakat dan pengembangan wisata bahari.Namun, Ia mengungkapkan bahwa kewenangan pemerintah kota dalam pembangunan infrastruktur di kawasan spermonde tersebut masih terbatas. Sehingga Pemerintah Kota tidak dapat melakukan intervensi."Kami cuma punya kewenangan yang di daratnya. Sementara pembangunan dermaga dan sebagainya itu kami tidak punya kewenangan ada di sana. Sehingga kalau bisa, kami diberikan akses untuk bisa membangun dermaga di pulau-pulau kami," ungkapnya.Melalui pertemuan tersebut, Appi berharap aspirasi dapat menjemput dukungan dan perhatian pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI.Mereka memang hadir untuk menghimpun informasi dan memperoleh gambaran faktual mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya di sektor perindustrian dan pariwisata."Kami hadir dalam rangka menggali informasi dan memperoleh gambaran faktual dan catatan dan tantangan dan masalah yang dihadapi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota," katanya.(*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)