Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan tersebut disampaikan Munafri dalam Rapat Paripurna Kesebelas Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 DPRD Kota Makassar. Dalam rapat yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (28/08/2026), Munafri menjelaskan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Perubahan tersebut, kata Munafri, dilakukan sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kebijakan daerah dengan perkembangan peraturan perundang-undangan terbaru. Munafri menjelaskan, Perda Nomor 7 Tahun 2017 sebelumnya disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016. Namun, pemerintah pusat kemudian menerbitkan Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 yang membawa sejumlah penyempurnaan dalam tata kelola barang milik daerah. “Penyesuaian ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola barang milik daerah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya. Ia menyebut, perubahan regulasi tersebut dilakukan secara selektif dan terukur. Sejumlah pasal mengalami perubahan dan terdapat usulan pasal baru. Secara substansi, perubahan itu mencakup penyempurnaan kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan aset, mekanisme pemanfaatan barang milik daerah, pengamanan administrasi, fisik dan hukum, hingga penilaian, pemindahtanganan, penghapusan dan pemusnahan aset. Selain itu, regulasi baru juga memperkuat pengelolaan dokumen kepemilikan aset serta menghadirkan indikator kinerja pengelolaan barang milik daerah sebagai instrumen evaluasi. Munafri berharap pembaruan regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan aset yang semakin tertib, transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap barang milik daerah dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. “Perubahan-perubahan tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan barang milik daerah yang semakin tertib administrasi, tertib fisik, tertib hukum, serta memberikan nilai tambah terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah,” tuturnya. Munafri melanjutkan, Penyusunan Ranperda tersebut juga menjadi tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan. Penyesuaian regulasi pengelolaan aset menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah dan menjaga kualitas akuntabilitas pemerintahan. “Ranperda ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK RI, memperkuat tata kelola aset daerah, serta mendukung upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan pemerintah daerah,” pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Satu-satunya dari Sulsel, Munafri Diganjar Penghargaan Inovasi Pemimpin Daerah Award 2026

JAKARTA — Kiprah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendapat pengakuan di panggung nasional, kembali berkibar. Konsistensinya mendorong transformasi pelayanan publik, menghadirkan inovasi pemerintahan, serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan, mengantarkan Pemerintah Kota Makassar meraih apresiasi bergengsi tingkat nasional. Munafri, yang akrab disapa Appi, menjadi satu-satunya kepala daerah dari Sulawesi Selatan yang menerima penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026, dengan kategori Pemimpin Daerah Peduli Pembangunan dan Inovasi, pelayanan Publik Berbasis Digital. Penghargaan tingkat nasional tersebut diterima Munafri dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman. "Penghargaan ini adalah kinerja keras jajaran SKPD untuk pelanan publik memudahkan masyarakat," kata Appi, usai menerima penghargaan. Penghargaan tersebut menjadi penegasan atas komitmen Munafri dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Berbagai inovasi yang dikembangkan di Kota Makassar, salah satu aplikasi Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (Lontara Plus). Mampu memperkuat kualitas pelayanan publik yang semakin efektif, cepat, dan mudah diakses warga. Pengakuan ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap langkah Pemkot Makassar dalam menghadirkan layanan publik yang semakin terintegrasi dengan teknologi. Menurut Appi, digitalisasi tidak sekadar ditempatkan sebagai inovasi, tetapi diarahkan menjadi instrumen untuk memangkas kinerja birokrasi, mempercepat layanan, dan memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat di Kota Makassar. "Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan menjadi dorongan untuk terus menghadirkan layanan terbaik yang berdampak langsung pada pelayanan publik semakin inklusif dan responsif," tuturnya. Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 yang diterima Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis digital. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menegaksan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap Pemerintah Kota Makassar atas berbagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat. "Penghargaan ini adalah apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar. Kami akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik," kata Munafri Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Munafri dalam mendorong pembangunan dan inovasi di Pemkot Makassar, khususnya melalui penguatan pelayanan publik berbasis digital. Menurutnya, jajaran Pemerintah Kota tidak boleh menutup diri melayani masyarakat dalam hal pelayanan prima. Sebaliknya, pemerintah harus terus membuka ruang komunikasi dan mendekatkan pelayanan agar berbagai persoalan, harapan, kritik, masukan hingga aduan masyarakat dapat direspons dengan baik. "Oleh karena itu, kita berusaha memberikan yang terbaik, tidak menutup diri, dan terus mendekatkan diri kepada masyarakat," tuturnya. "Sehingga apa yang menjadi persoalan masyarakat, apa yang menjadi harapan masyarakat, apa yang menjadi kritik dan masukan masyarakat, serta aduan-aduan masyarakat bisa direspons dengan baik," sambung Appi. Munafri menjelaskan, transformasi pelayanan publik di Makassar salah satunya dilakukan melalui penyederhanaan dan integrasi berbagai layanan digital pemerintahan. Sebelum dilakukan integrasi, terdapat sekitar 358 aplikasi yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan. Banyaknya aplikasi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam membangun sistem pelayanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan mudah digunakan masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar mendorong integrasi layanan digital agar masyarakat tidak harus berhadapan dengan berbagai platform yang terpisah ketika membutuhkan pelayanan pemerintah. "Inilah yang kami maksud sebagai sebuah esensi yang insyaallah mewujudkan tujuan masyarakat, untuk memaksimalkan segala layanan publik karena ini menjadi sarana mendekatkan pemerintah, khususnya yang ada di Kota Makassar, kepada masyarakat," jelasnya. Appi juga menegaskan, digitalisasi pelayanan publik tidak berhenti pada pembangunan sistem dan aplikasi semata. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses sosialisasi berbagai program pemerintah. Menurut Munafri, partisipasi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), cukup tinggi dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi program kerja pemerintah. "Partisipasi masyarakat cukup tinggi. Banyak warga, khususnya pelaku UMKM, yang antusias dan hadir dalam kegiatan," terangnya. Munafri berharap masyarakat dapat memahami berbagai program yang dijalankan pemerintah sekaligus turut mengambil bagian dalam menyukseskannya. "Kami juga mengajak warga untuk ikut serta menyukseskan program kerja ini agar dapat berjalan lancar," ajakanya. Munafri hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP) Abdullah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham, serta Kepala Subbagian Protokol, Ari Pahlawan Sofyan. Pada kesempatan ini, Appi menambahkan, secara umum pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang terbangun antara pemerintah dan masyarakat. "Semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerja sama yang baik dari masyarakat," pungkasnya. Diketahui, sejumlah pejabat negara yang hadir dan diganjar penghargaan tingkat nasional tersebut di antaranya Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI Aris Marsudiyanto. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, serta Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPANRB) Purwadi Arianto. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Paparkan Inovasi Digital di TV Nasional, Lontara Plus Jadi Jembatan Pemerintah dan Warga

JAKARTA — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memaparkan inovasi digital Pemerintah Kota Makassar melalui aplikasi Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (Lontara Plus). Program unggulan tersebut, disajikan Appi, dalam program Talkshow Zona Inspirasi secara live berlangsung di Studio Redaksi Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Dalam talkshow bertema "Lontara+ Program Unggulan Pemkot Makassar", tersebut, Munafri menjelaskan bagaimana transformasi digital dikembangkan Pemkot Makassar untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pelayanan pemerintahan. "Aplikasi Lontara Plus merupakan layanan publik terpadu atau super app Pemkot Makassar yang kita dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan ke dalam satu platform digital," ujarnya. "Jadi, Lontara Plus bisa menampung aspirasi warga berkaitan dengan infrastruktur, kebersihan, masalah sosial, serta kebutuhan masyakat yang disampaikan ke Pemerintah Kota," sambung Appi. Menurut Munafri, gagasan tersebut lahir dari kebutuhan untuk menyederhanakan sistem pelayanan yang sebelumnya tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyebut, sebelum dilakukan integrasi, terdapat sekitar 358 aplikasi yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu tantangan yang mendorong Pemkot Makassar melakukan penyederhanaan dan integrasi layanan. "Itu poin terpentingnya, dari inisiatif itu kita bangun bagaimana percepatannya, dan itu kita kerjakan apa disampaikan warga ke OPD," ujar Munafri dalam talkshow tersebut. Dia menjelaskan, transformasi digital tidak semata-mata berkaitan dengan pembuatan aplikasi. Lebih jauh, digitalisasi harus menjadi instrumen untuk membangun birokrasi yang lebih efektif. Serta mempercepat pelayanan, serta menciptakan ekosistem pemerintahan yang mampu merespons persoalan masyarakat. Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu mengatakan, Pemkot Makassar berupaya mendesain sistem pemerintahan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi. Lanjut dia, Pemerintah Kota tidak hanya dituntut menghadirkan layanan administrasi, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kreativitas, serta pelayanan dasar masyarakat. "Bagaimana satu cara itu untuk mendesain atau meningkatkan birokrasi, mendesain ekosistem, tumbuhnya ekonomi, tumbuhnya pendidikan," katanya. "Akhirnya kita melihat bagaimana aplikasi itu bisa terkoneksi, dan terbukti berjalan efektif," tambah Appi menjelaskan. Menurut Ketua IKA FH Unhas itu, integrasi ratusan aplikasi menjadi satu platform merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana dan mudah diakses masyarakat. Melalui Lontara Plus, berbagai kebutuhan warga diarahkan agar dapat diakses melalui satu pintu digital. Mulai dari layanan administrasi kependudukan, penerbitan dokumen, layanan kesehatan, informasi pemerintahan dan perkotaan, hingga sejumlah layanan publik lainnya. Untuk kedepan, konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap proses pelayanan yang sebelumnya mengharuskan warga datang secara langsung ke kantor pemerintahan. "Teknologi harus ditempatkan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ini lebih baik dan lebih cepat," katanya. Ia menegaskan, pemerintah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena kebutuhan masyarakat juga terus berubah. Bagi Munafri, keberadaan teknologi digital bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan memperkuat kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan. Salah satu manfaat yang ditekankan Munafri adalah kemampuan teknologi digital dalam membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah. Dikatakan, melalui kanal digital, masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang ditemui di lingkungan masing-masing tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor lurah, kecamatan, maupun kantor wali kota. Appi juga memberikan gambaran, warga dapat melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya, seperti saluran air yang tersumbat, kondisi infrastruktur, maupun persoalan fasilitas publik yang membutuhkan respons pemerintah. "Karena masyarakat itu bisa berbicara tanpa harus dengan lurahnya, tanpa harus dengan camatnya, tanpa harus dengan wali kotanya. Sehingga solusi bisa disampaikan lewat aplikasi Lontara plus," ungkapnya. Menurut dia, pola komunikasi tersebut penting karena pemerintah membutuhkan informasi langsung dari masyarakat untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Setiap laporan masyarakat kemudian dapat menjadi bagian dari gambaran mengenai kondisi perkotaan yang harus direspons pemerintah sesuai kewenangan dan tingkat urgensinya. Ini memberikan sebuah gambar kondisi masyarakat, kondisi masyarakat yang ada di perkotaan. "Bagaimana caranya pemerintah menyelesaikan persoalan-persoalan itu, itu yang kita lihat dan kita tindaklanjuti setiap aduan," jelas Munafri. Lebih jau, Wali Kota Makassar itu menyinggung pentingnya reformasi digital dalam memangkas waktu penyelesaian berbagai urusan pemerintahan. Digitalisasi, kata dia, harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama dalam hal kecepatan, kemudahan, transparansi, dan aksesibilitas pelayanan. Appi mencontohkan proses pelayanan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang dapat didorong menjadi lebih cepat melalui pemanfaatan sistem digital dan integrasi antar-OPD. Dengan sistem yang terkoneksi, masyarakat tidak perlu berulang kali memasukkan data atau mendatangi unit pelayanan yang berbeda untuk menyelesaikan satu kebutuhan administrasi. "Konsep ini, menjadi bagian dari upaya kami di Pemkot Makassar melakukan reformasi birokrasi berbasis teknologi," tuturnya. Selain itu, Munafri menekankan bahwa inovasi digital pada akhirnya harus kembali kepada tujuan utama pemerintahan, yakni memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut dia, ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi. Karena itu, pemerintah harus mampu merespons kebutuhan dasar warga secara cepat dan tepat. "Harapan masyarakat itu sangat besar. Kehadiran Pemerintah Kota di sini adalah memberikan pelayanan. Kehadiran pemerintah adalah memaksimalkan apa keinginan masyarakat yang harus terpenuhi," imbuh Munafri. Ia menyebut kebutuhan dasar masyarakat harus memperoleh perhatian dan pengayoman dari pemerintah. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap persoalan di wilayah dapat diketahui dan ditindaklanjuti. Alumni FH Unhas itu, mengakui tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan. Namun, menurut dia, hal yang paling penting adalah memastikan pemerintah mengetahui persoalan tersebut dan memiliki mekanisme untuk menindaklanjutinya. "Tidak semua persoalan itu di depan mata diselesaikan. Tapi kita harus tahu mau tahu kemajuan apa," terangnya. Dalam pembahasan tersebut, transformasi digital Makassar juga dikaitkan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem ekonomi kreatif dan memberikan ruang bagi generasi muda. Disebutkan, Pemkot Makassar menyiapkan ruang pengembangan kreativitas melalui berbagai inisiatif, termasuk Makassar Youth Philosophy, sebagai bagian dari pendekatan pembangunan yang memberikan ruang kepada generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif. Bagi Munafri, digitalisasi pemerintahan tidak boleh berdiri sendiri. Teknologi perlu dihubungkan dengan pengembangan ekosistem perkotaan secara lebih luas, termasuk ekonomi, pendidikan, kreativitas, dan pelayanan publik. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya membangun aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses pelayanan sekaligus memiliki ruang untuk berkembang. Pada sesi akhir, Munafri menegaskan, pengembangan Lontara Plus merupakan proses yang terus berjalan. Integrasi sistem membutuhkan penyesuaian dan penyempurnaan agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, dalam proses membangun sistem digital pemerintahan, berbagai persoalan dan masukan dari masyarakat justru menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan. Ia mengatakan, pemerintah harus terbuka terhadap perubahan karena kebutuhan masyarakat terus berkembang. "Dan akhirnya kita melihat ini memberikan sebuah gambaran kondisi masyarakat, dan hasilnya menjadi ruang menampung aspirasi," ungkapnya. Melalui Lontara Plus, Pemkot Makassar ingin menjadikan teknologi sebagai instrumen untuk memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin terintegrasi dalam mendukung visi pembangunan Kota Makassar. Munafri berharap transformasi digital yang dilakukan Pemkot Makassar dapat memperkuat pola pemerintahan yang lebih responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Dia menekankan, keberhasilan digitalisasi bukan hanya dilihat dari keberadaan aplikasi, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu membuat pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. "Yang paling penting yang harus kita berikan adalah pemerintahan Kota yang menjaminkan agar pesan dan aspirasi warga muda sampai ke Pemerintah," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Ingatkan Masyarakat Cermat Pilih Produk Kecantikan

MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka secara resmi Citra Beauty Fair 2026 yang digelar oleh Citra Kosmetik dan Suwala, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Beauty Gateway: Your Escape to Glow, Your Journey to Self Love”, Citra Beauty Fair 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai produk kecantikan sekaligus mendapatkan edukasi dan informasi seputar perawatan diri. Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi pelaksanaan Citra Beauty Fair yang menghadirkan ratusan brand serta pelaku industri kecantikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pilihan produk kepada masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan industri kecantikan dan ekonomi lokal di Kota Makassar. Aliyah Mustika Ilham juga mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengikuti tren dalam memilih produk kecantikan. “Yang paling penting, hati-hati dalam memilih produk. Pilih produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing,” pesannya. Ia menekankan pentingnya masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dengan memperhatikan keamanan, kualitas, serta kesesuaian produk sebelum digunakan. Citra Beauty Fair 2026 diikuti sekitar 137 booth dan 140 brand terkemuka di Indonesia. Kehadiran berbagai brand tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas akses masyarakat Makassar terhadap perkembangan industri kecantikan. Sementara itu, Founder dan CEO Citra Kosmetik dan Suwala, Catherina Yusuf, menyampaikan bahwa Citra Beauty Fair hadir bukan sekadar sebagai pameran produk kecantikan, tetapi sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku industri dengan konsumen. “Citra Beauty Fair hadir bukan hanya sebagai sebuah pameran, tetapi sebagai wadah untuk mempertemukan para pelaku industri dengan konsumen, membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan, serta memperkenalkan inovasi terbaru,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh brand, eksibitor, sponsor, partner, komunitas, media, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya Citra Beauty Fair 2026. Pelaksanaan Citra Beauty Fair 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu kota tujuan kegiatan industri kreatif dan kecantikan di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Appi Ajak RT/RW Bersilaturahmi di Maulid Akbar Pesisir Tanggal 28 Agustus Malam

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, akan menggelar Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah/2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Kegiatan keagamaan tersebut akan dipusatkan di kawasan pesisir Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, pada Jumat, 28 Agustus 2026, malam. Maulid Akbar Pesisir Makassar ini akan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Dr. H. Das’ad Latif. Kehadiran dai nasional asal Sulawesi Selatan tersebut diharapkan semakin menambah semarak kegiatan sekaligus memberikan pesan-pesan keagamaan yang relevan bagi masyarakat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh jajaran SKPD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, untuk ikut hadir dan mengambil bagian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. "Tanggal 28 kita Maulid di Paotere. Dari pesisir Makassar, kita hadirkan doa dan keberkahan untuk kota yang kita cintai," imbuh Munafri, Rabu (26/8/2026). Menurut Munafri, Maulid Akbar Pesisir Makassar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan, RT dan RW. Ia secara khusus meminta para camat dan lurah untuk hadir bersama masyarakat. Kehadiran perangkat kewilayahan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan berlangsung lebih semarak sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan warga. "Kami mengajak camat dan lurah hadir. Di situ saja sama-sama datang. Lalu RT/RW di kecamatan Ujung Tanah, juga kita ajak hadir, supaya lebih meriah," kata Munafri. Pemkot Makassar juga tengah melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di kawasan pesisir tersebut. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni melibatkan perahu-perahu nelayan agar turut mengambil bagian dalam kemeriahan Maulid Akbar. Munafri menyebut, koordinasi dengan DP2 telah dilakukan untuk mempersiapkan keterlibatan perahu nelayan dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan masyarakat pesisir tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana Maulid yang dekat dengan karakter dan kehidupan masyarakat Paotere. "Sekarang panitia sudah koordinasi sama DP2 untuk siapkan perahu nelayan. Ada juga yang bersiap-siap ikut ambil andil dalam acara Pemkot," ungkapnya. Pemilihan kawasan Paotere sebagai lokasi Maulid Akbar Pesisir Makassar juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadirkan kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat, khususnya kawasan pesisir yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu sentra aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Kota Makassar. Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Makassar berharap masyarakat tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian, persaudaraan, kejujuran, dan kebersamaan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota Makassar mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, jajaran pemerintah wilayah, serta seluruh warga untuk hadir dan menyemarakkan Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 H/2026. "Dari kawasan pesisir Paotere, kami di Pemkot Makassar ingin menjadikan peringatan Maulid sebagai ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Pengurus Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASKLIN yang tahun ini akan diselenggarakan di Kota Makassar pada 21–22 Nov 2026. Ketua ASKLIN Sulawesi Selatan, dr. Kasmawati TZ Basalamah, MHA., Sp. KKLP, bersama jajaran pengurus menyampaikan bahwa Rakernas ASKLIN merupakan agenda nasional yang digelar setiap dua tahun. Tahun ini, Makassar dipercaya menjadi tuan rumah dan akan dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Diperkirakan sekitar 500 peserta dari luar Makassar akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran para peserta diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi sektor kesehatan, tetapi juga bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kota Makassar. Aliyah Mustika Ilham menyambut baik kepercayaan kepada Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakernas ASKLIN. Menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Makassar sebagai kota tujuan kegiatan nasional sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia kesehatan, dan sektor pariwisata. “Makassar tentu menyambut baik kehadiran seluruh peserta Rakernas ASKLIN. Pemerintah Kota Makassar siap mendukung agar rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Dengan sekitar 270 klinik yang berada di Kota Makassar, keberadaan ASKLIN dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekosistem pelayanan kesehatan sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Audiensi turut dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Ahmad Asy’Arie, serta jajaran pengurus ASKLIN Sulawesi Selatan, di antaranya Wakil Ketua dr. Suraedah Alamin Ali, M.Sc., Sekretaris dr. Darul Yakin, Bendahara dr. Elisabeth Susana, M.Biomed, dan Bidang Pengembangan Ilmiah dr. Rabiatul Amina, M.Biomed. Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan Rakernas ASKLIN dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi sektor kesehatan dan pariwisata serta semakin memperkenalkan Makassar sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.

Baca Selengkapnya