Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Praktik Baik PAUD Makassar Jadi Inspirasi Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan

MAKASSAR — Praktik baik pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Makassar menarik perhatian Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan. Konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini hingga metode “sentra alam” di TK Islam Athirah dinilai dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD di Tarakan.Hal itu disampaikan dalam kunjungan studi tiru Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan yang dipimpin Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah, dan diterima Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, di Gedung TP PKK Kota Makassar, Kamis (8/10/2026).Sebelumnya, rombongan telah melakukan observasi di TK Negeri Rappocini dan TK Islam Athirah untuk melihat langsung praktik pengelolaan PAUD, pembelajaran yang berpusat pada anak, keterlibatan orang tua, pembiasaan hidup sehat, pemenuhan gizi dan kesehatan, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.Melinda mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bertukar praktik baik dalam penyelenggaraan PAUD.“PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, nilai agama, kemandirian, disiplin, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, hingga kecintaan terhadap lingkungan. Karena itu, pengembangannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Melinda.Ia menekankan pentingnya menempatkan anak sebagai pusat proses pendidikan dengan memberikan ruang untuk bermain, mengeksplorasi, bertanya, berkreasi, dan belajar sesuai dunianya.“Yang terpenting adalah bagaimana anak merasa aman, nyaman dan senang belajar. Anak harus diberikan ruang untuk tumbuh sesuai potensinya,” katanya.Sementara itu, Sitti Rujiah mengaku mendapatkan sejumlah inspirasi dari kunjungan tersebut. Salah satunya konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini yang dinilai dapat dikembangkan di Tarakan melalui kegiatan “Ngobras” atau Ngobrol Bareng Bersama Anak Hebat.“Kami melihat banyak hal yang bisa menjadi inspirasi. Salah satunya Sudut Keluarga yang nantinya bisa kami adaptasi melalui kegiatan Ngobras di Tarakan,” ujar Sitti.Di TK Islam Athirah, rombongan juga tertarik dengan metode “sentra alam”, salah satunya aktivitas anak mengisi air ke dalam jeriken. Menurut Sitti, kegiatan sederhana tersebut justru memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.“Kegiatan seperti mengisi air ke dalam jeriken terlihat sederhana, tetapi ternyata memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak. Ini salah satu praktik yang ingin kami bawa pulang dan kembangkan di Tarakan,” ungkapnya.Sitti juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Makassar atas sambutan dan kesempatan melihat langsung praktik penyelenggaraan PAUD di Makassar.Melinda berharap kunjungan tersebut menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, khususnya dalam pertukaran pengalaman dan pengembangan praktik baik pendidikan anak usia dini.

Baca Selengkapnya
Umum

Pesan Wali Kota Appi: Event Besar Tak Berhenti di Hotel, UMKM hingga Kuliner Harus Rasakan Dampak Nyata

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya setiap event berskala besar yang digelar di Kota Makassar mampu memberikan dampak ekonomi secara masif bagi masyarakat.Menurut Appi, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah bukan sekadar meningkatkan aktivitas sebuah acara, tetapi harus menciptakan efek berantai bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, kuliner hingga perdagangan lokal.Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara dalam forum Diskusi Panel "Inclusive dan Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values" pada Makassar Leadership Summit 2026 di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Kamis (8/10/2026).Menurut Appi, penyelenggaraan event besar merupakan salah satu instrumen yang dapat mendorong perputaran ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik."Saya mau sampaikan untuk tahun depan, event acara ini kita lakukan lebih besar," ujar Appi, mengawali sambutan.Lonjakan jumlah pengunjung, kata dia, secara otomatis dapat meningkatkan tingkat hunian atau occupancy rate hotel dan penginapan di sekitar lokasi kegiatan.Namun, efek ekonomi tersebut tidak boleh berhenti pada sektor perhotelan.Selain itu, perputaran uang juga harus masuk ke pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan kegiatan."Kalau datang ke Makassar, jangan hanya datang kemudian pulang. Kita ingin kegiatan-kegiatan seperti ini memberikan dampak perputaran ekonomi kepada masyarakat," katanya.Munafri mengatakan, Makassar saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Makassar berada di angka 6,61 persen dan kemudian meningkat menjadi 7,04 persen.Namun, menurutnya, angka pertumbuhan tersebut tidak boleh hanya menjadi capaian statistik. Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus mengupayakan perubahan paradigma dari sekadar mengejar output menjadi pemerintahan yang berorientasi pada dampak atau impactful governance."Jangan sampai pertumbuhan ini hanya berada di atas kertas. Kami terus melakukan berbagai kegiatan dan program untuk bisa memberikan dampak dan manfaat langsung kepada masyarakat," tegas Appi.Lebih lanjut, Munafri berharap Makassar Leadership Summit maupun event besar lainnya di masa mendatang tidak hanya semakin besar dari sisi skala penyelenggaraan.Ia ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur."Saya berharap tahun depan kegiatan ini tidak hanya besar, tapi kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang tumbuh oleh seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Indonesia Timur," harapnya.Ia juga mencontohkan bagaimana kebijakan sederhana pemerintah dapat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.Salah satunya melalui penggunaan batik Lontara sebagai pakaian kerja aparatur Pemerintah Kota Makassar setiap Kamis.Menurutnya, penggunaan produk lokal oleh jajaran pemerintah merupakan bentuk sederhana dari kebijakan yang berorientasi pada dampak."Ini batik Lontara, kalau di hari Kamis, Pemerintah Kota Makassar harusnya kita pakai batik Lontara. Ini akan memberikan dampak langsung kepada para pelaku UMKM yang ada di Kota Makassar," jelasnya.Selain sektor ekonomi, Munafri juga memaparkan sejumlah transformasi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat pelayanan publik.Ketua IKA FH Unhas itu menyebut, Pemerintah terus membangun dan merevitalisasi berbagai infrastruktur serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.Menurutnya, ruang-ruang publik tersebut dihadirkan agar masyarakat memiliki tempat untuk beraktivitas dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah tanpa dibebani biaya.Di sisi lain, Pemkot Makassar juga terus mendorong transformasi digital melalui Lontara Apps. Munafri menyebut platform tersebut mengintegrasikan ratusan aplikasi yang sebelumnya berjalan secara terpisah ke dalam satu ekosistem layanan digital.Melalui platform tersebut, pemerintah dapat menerima pengaduan masyarakat sekaligus membangun interaksi yang lebih mudah antara pemerintah dan warga."Dari Lontara Apps inilah kita bisa tahu pengaduan-pengaduan masyarakat, kita bisa berinteraksi antara pemerintah dengan masyarakat," beber Appi di hadapan peserta Makassar Leadership Summit 2026.Munafri juga mengajak para tamu dari luar daerah untuk menikmati sekaligus menggerakkan ekonomi lokal selama berada di Makassar.Ia menyampaikan dua pesan sederhana bagi setiap orang yang datang ke Kota Makassar.Saya ingin menyampaikan, nilailah Kota Makassar dengan dua aturan yang tidak boleh dilanggar. Yang pertama, kalau datang ke Makassar dilarang untuk diet, karena makanannya enak-enak."Yang kedua, dilarang untuk tidak belanja," ucapnya disambut suasana hangat peserta.Menurutnya, belanja merupakan bagian penting untuk memastikan kehadiran sebuah event ikut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Munafri pun memastikan Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang digelar di kota tersebut."Kami akan terus memberikan support yang terbaik kepada seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Makassar," tutup Appi. (*).

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Appi Minta Tripartit Rutin Duduk Bersama Tiap Bulan, Bahas Upah Pekerja

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan gagasan penting forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar digelar secara rutin setiap bulan.Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membahas sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama terkait nasib buruh."Kalau kita lakukan pertemuan rutin setiap bulan, persoalan yang ada dihadapi para pekerja di dunia industri, akan kita Carikan solusi bersama," hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Coffee Morning bersama LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar di Hotel Ibis City Center, Jalan Maipa No. 8, Kamis (8/10/2026).Hadir pada kesempatan ini, pengusaha, perwakilan buruh, Dewan pengupahan, akademisi serta pengaku kepentingan lainya.Oleh sebab itu, Munafri mengatakan, komunikasi yang dibangun secara rutin akan membuat berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat segera diurai sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.Ia bahkan mengibaratkan pertemuan tersebut seperti arisan yang dilakukan secara berkala, sehingga setiap persoalan dapat dibahas dan dicarikan jalan keluar dari waktu ke waktu."Dengan adanya duduk bersama pemangku kepentingan. Persoalan di bulan ini insya Allah selesai di bulan depan. Begitu seterusnya," tutur Munafri.Dengan pola tersebut, kata dia, persoalan ketenagakerjaan tidak akan menumpuk hingga akhirnya sulit diselesaikan secara bersama-sama.Munafri berharap setiap pertemuan Tripartit menghasilkan konklusi atau kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti bersama.Appi menilai keberadaan forum Tripartit sangat strategis dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial sekaligus memastikan kepentingan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha dapat berjalan beriringan.Terlebih, lanjut orang nomor satu Kota Makassar itu. Pemerintah Kota Makassar harus mengambil posisi sebagai pihak yang berada di tengah dalam berbagai pembahasan antara pekerja dan pengusaha, termasuk dalam proses penentuan upah tahun depan."Di sinilah pemerintah harus benar-benar jeli memastikan posisi sebagai middle man antara pengusaha dan pekerja," jelasnya.Menurutnya, penentuan upah tidak bisa hanya dilihat dari satu kepentingan. Pemerintah harus memastikan adanya keseimbangan antara kemampuan dunia usaha dan kebutuhan pekerja.Karena itu, setiap proses pembahasan pengupahan di Kota Makassar akan terus melibatkan pemerintah bersama pengusaha dan serikat pekerja melalui mekanisme yang telah ditetapkan.Selain persoalan upah, Munafri juga mengingatkan seluruh pihak agar responsif terhadap berbagai perubahan regulasi di bidang ketenagakerjaan.Ia meminta setiap muncul kebijakan atau aturan baru, pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja segera duduk bersama untuk memahami dampaknya dari sudut pandang masing-masing."Ketika ada informasi, ketika ada aturan-aturan yang muncul, saya berharap kita langsung duduk bersama-sama. Forum-forum inilah yang nanti melihat dari sudut pandang kita masing-masing untuk memastikan respons kita terhadap sebuah peraturan seperti apa," katanya.Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung kondisi perekonomian Kota Makassar yang menunjukkan pertumbuhan positif.Mantan CEO PSM itu menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar yang sebelumnya berada di angka 6,61 persen pada kuartal pertama, kemudian meningkat menjadi 7,04 persen pada kuartal kedua.Bagi Munafri, capaian tersebut tidak boleh hanya berhenti sebagai angka statistik. Pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha."Kita tidak mau, angka pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tidak memberikan dampak apa-apa terhadap masyarakat yang ada di kota ini. Pertumbuhan 7 persen ini harusnya berdampak benar-benar nyata," tegasnya.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari aktivitas para pelaku usaha, pekerja, maupun pemerintah.Karena itu, ketiga unsur tersebut harus memiliki kesamaan gerak dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi."Ketika ini bertumbuh dengan baik, berarti ada satu kesamaan gerak dan langkah antara Tripartit ini," ungkap Wali Kota Makassar itu.Lebih lanjut, Munafri mengatakan tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan tersebut agar tetap stabil dan tidak bersifat fluktuatif.Apalagi, pemerintah pusat telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Untuk itu, seluruh daerah, termasuk Makassar, perlu mempersiapkan berbagai sektor pendukung agar pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga."Bukan hal yang mudah untuk kita raih sampai ke sana, tapi kita harus mempersiapkan semua ini sehingga pertumbuhan ekonomi khususnya yang ada di Kota Makassar harus kita jaga ritmenya," katanya.Tak hanya itu, Ketua IKA FH Unhas itu menilai, penguatan hubungan industrial menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.Sebab, ketika hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja berjalan baik, berbagai potensi persoalan dapat diminimalkan sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat."Ketika kita duduk bersama hari ini, saya berharap ada persoalan yang bisa kita selesaikan, bisa kita sepakati secara bersama," imbuh Appi."Kita memastikan bahwa persoalan-persoalan ini diselesaikan dengan cara bersama dengan dasar-dasar pemikiran yang sama," sambung Appi, menutup arahan. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pokja Bunda PAUD Makassar Terima Studi Tiru Pokja Bunda PAUD Tarakan

MAKASSAR — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menerima kunjungan studi tiru dari Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan dalam rangka berbagi praktik baik pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).Rombongan dipimpin langsung Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah. Kunjungan diawali di TK Negeri Kecamatan Rappocini Makassar dan disambut Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, bersama jajaran, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, beserta pengurus serta Kepala Sekolah TK Negeri Rappocini, Zusanna Syarid dan para guru.Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pembelajaran di TK Negeri Kecamatan Rappocini. Peserta menyaksikan berbagai aktivitas belajar dan bermain anak, termasuk kegiatan membaca buku yang difasilitasi melalui layanan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, studi tiru menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan PAUD.“Terima kasih atas kunjungannya. Studi tiru ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan pendidikan anak usia dini,” ujarnya.Achi menjelaskan, TK Negeri Kecamatan Rappocini merupakan salah satu dari lima PAUD negeri yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar. Saat ini, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan TK negeri berikutnya untuk memperluas akses layanan PAUD berkualitas.Menurutnya, pengembangan PAUD negeri di Makassar tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga penguatan pendidikan karakter dan keterlibatan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.“PAUD untuk negeri di Kota Makassar sejatinya lebih kepada bagaimana pendidikan karakter. Kita memiliki beberapa sentra dan ke depan, PAUD yang sedang dibangun diharapkan lebih kompleks, bukan hanya sebagai sekolah, tetapi juga menjadi edukasi center bagi orang tua,” jelasnya.Ia mencontohkan keberadaan ruang yang dikembangkan sebagai pusat edukasi keluarga di TK Negeri Kecamatan Rappocini. Salah satunya melalui konsep “Surga” atau Sudut Keluarga yang menjadi ruang interaksi dan edukasi bagi keluarga.Sebagai kota yang mendapatkan predikat Kota Layak Anak, Achi menyebut penguatan layanan ramah anak menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Makassar. Berbagai inovasi dilakukan untuk memenuhi indikator pada klaster pendidikan, kesehatan, serta perlindungan anak.“Anak-anak sejak dini sudah dilatih mengenal sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh. Ini merupakan salah satu upaya pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” katanya.Menurut Achi, meningkatnya tren kasus kekerasan terhadap anak menjadi tantangan yang harus direspons melalui langkah pencegahan sejak dini. Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan perlindungan anak.Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, mengatakan Makassar dipercaya sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan PAUD Holistik Integratif. Namun, pihaknya menyadari bahwa berbagai program yang telah dirintis masih terus membutuhkan penyempurnaan.“Melalui pertemuan dan diskusi ini, kami berharap dapat belajar dan memperkaya diri dari pengalaman serta masukan berharga dari Bunda PAUD Kota Tarakan dan jajarannya,” ujarnya.Selama dua hari, kedua daerah akan berbagi informasi mengenai kebijakan, strategi PAUD HI, hingga pelaksanaan layanan PAUD Holistik Integratif. Titin berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kerja sama berkelanjutan.“Insyaallah, kita bersama-sama mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, berterima, inklusif, dan ramah anak. Kami akan berupaya memfasilitasi kunjungan ini sebaik mungkin agar berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” tuturnya.Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah, menyampaikan bahwa kunjungan ke Makassar dilakukan karena kota ini dinilai memiliki pengalaman dalam penerapan PAUD HI. Pihaknya ingin mempelajari secara langsung sistem dan praktik yang dapat diterapkan di Kota Mataram.“Kami datang ke Makassar karena melihat Makassar menjadi salah satu pilot project PAUD HI. Di Tarakan, PAUD HI belum berjalan dan kami baru akan memulainya. Karena itu, kami ingin belajar bagaimana pelaksanaan PAUD HI sebenarnya,” ungkapnya.Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan referensi, termasuk prosedur dan strategi yang dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD HI di Kota Tarakan. Menurutnya, penguatan PAUD HI juga menjadi salah satu kebutuhan dalam meningkatkan pemenuhan indikator Kota Layak Anak.“Semoga setelah dari Makassar, kami bisa mengajak seluruh PAUD di Kota Tarakan untuk menjadi PAUD HI. Saat ini Kota Mataram masih berada pada predikat Madya dan ada beberapa kategori yang perlu kami penuhi, salah satunya pengembangan TK HI,” katanya.Pada kesempatan tersebut, Kepala TK Negeri Kecamatan Rappocini, Zusanna Syarid turut memaparkan berbagai program dan praktik pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Pemaparan mencakup pengelolaan sentra, penguatan pendidikan karakter, pembiasaan positif bagi anak, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.Pada hari pertama, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Sekolah Islam Athirah. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembelajaran serta memperoleh pemaparan mengenai praktik pembelajaran, pengelolaan sentra, kurikulum, dan pengembangan sekolah yang diterapkan pada Kelompok Bermain dan TK Islam Athirah.Selain itu, rombongan juga mendapatkan pemaparan langsung terkait praktik pembelajaran, inovasi, program unggulan, pengelolaan sentra, penerapan kurikulum, penguatan karakter, serta strategi pengembangan satuan pendidikan yang disampaikan oleh Kepala TK Islam Athirah dan Kepala SD Islam Athirah.Kunjungan studi tiru diharapkan memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, holistik, integratif, dan ramah anak, sekaligus menjadi ruang berbagi inovasi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Baca Selengkapnya
Umum

Empat Hari INACRAFT 2026, Kain Sutera Jadi Primadona Produk Dekranasda Makassar

JAKARTA — Kain sutera menjadi produk yang paling banyak diminati pengunjung dari berbagai produk unggulan yang dihadirkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar dalam ajang INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.Sejak hari pertama penyelenggaraan pada Rabu (7/10/2026) hingga memasuki hari keempat, Sabtu (10/10/2026), kain sutera menunjukkan daya tarik paling menonjol dibandingkan berbagai produk wastra dan kerajinan lainnya yang dipamerkan Dekranasda Kota Makassar.Di tengah beragam pilihan produk lokal, mulai dari busana tradisional, kain khas daerah, hingga aneka aksesori dan kerajinan tangan, kain sutera menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung yang mendatangi stan Dekranasda Makassar.Tingginya minat tersebut menjadi catatan positif bagi Dekranasda Kota Makassar dalam memperkenalkan potensi wastra daerah kepada pasar yang lebih luas.Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa produk tekstil tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan industri fesyen dan kerajinan yang semakin beragam.Melalui keikutsertaan dalam INACRAFT 2026, Dekranasda Kota Makassar bersama Dinas Perdagangan Kota Makassar tidak hanya menghadirkan produk unggulan perajin lokal, tetapi juga memanfaatkan momentum pameran untuk melihat secara langsung respons dan kecenderungan minat konsumen.Respons tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan produk, khususnya untuk meningkatkan kualitas, memperkaya variasi desain, serta menyesuaikan kebutuhan pasar tanpa menghilangkan karakter dan nilai budaya yang melekat pada kerajinan daerah.Selain memperluas pengenalan produk, ajang INACRAFT juga membuka kesempatan bagi para pelaku kerajinan Makassar untuk menjangkau konsumen baru sekaligus memperkuat peluang pemasaran di luar daerah.Dengan penyelenggaraan pameran yang masih berlangsung hingga Minggu (11/10/2026), Dekranasda Kota Makassar berharap tingginya minat pengunjung terhadap kain sutera turut mendorong perhatian pada berbagai produk kerajinan lokal lainnya.Melalui momentum ini, Dekranasda Makassar terus berupaya memperkuat daya saing produk unggulan daerah serta mendorong pengembangan industri kerajinan yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi para perajin Kota Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

RSUD Daya Siapkan 125 Bed KRIS, Makassar Matangkan Reformasi Sistem Rujukan JKN

MAKASSAR — Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam pelaksanaan reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Reformasi tersebut mencakup penerapan Sistem Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta sistem pembayaran berbasis Indonesian Diagnosis Related Group (IDRG).Sebagai salah satu rumah sakit yang dipersiapkan mendukung implementasi kebijakan tersebut, RSUD Daya Kota Makassar terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan sumber daya manusia.Direktur Utama RSUD Daya Kota Makassar, dr. A. Any Muliany mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun berdasarkan arahan dan petunjuk Kementerian Kesehatan."Verifikasi dan validasi sudah kami lakukan, bahkan dari tahun lalu. Terakhir kami lakukan sekitar beberapa bulan lalu. Verifikasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan langsung bersama Dinas Kesehatan Provinsi," ujar dr. Any, Rabu (7/10/2026).Menurutnya, kesiapan RSUD Makassar menjadi bagian penting dalam memastikan reformasi JKN, tidak sekadar mengubah sistem administrasi.Dia menilai, semua presudur harus benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Prinsip utamanya, kata dia, rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) harus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang layak, aman, bermutu, terjangkau, dan tanpa diskriminasi kepada seluruh peserta JKN.Ia menegaskan, dalam penerapan Sistem Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), mekanisme rujukan nantinya juga mengalami perubahan mendasar.Jika selama ini masyarakat mengenal rumah sakit berdasarkan tipe A, B, atau C, maka dalam sistem baru rujukan akan lebih diarahkan berdasarkan kemampuan atau kompetensi layanan yang dimiliki rumah sakit."Kalau kita sudah berbicara mengenai rujukan berbasis layanan kompetensi, tidak ada lagi istilah A, B, C. Misalnya jantung, kulit, atau muskuloskeletal, itu langsung dirujuk ke rumah sakit yang punya layanan tersebut. Nanti sistem yang melakukan," jelasnya."Artinya, rujukan akan mengikuti diagnosis yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang merujuk," tambah dia.Dijelaskan, ketika seorang pasien membutuhkan layanan dengan kompetensi tertentu, sistem akan mengarahkan pasien ke rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhannya.Karena itu, menurut dr. Any, kesiapan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi sangat penting. Sebab, tenaga medis di fasilitas kesehatan yang merujuk harus mampu menentukan diagnosis dan kebutuhan layanan pasien secara tepat.Begitu pun, tempat atau alat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif."Yang harus dilatih betul-betul itu dokter faskes kesehatan. Kami (RSUD) ini hanya menyiapkan SDM dan sarana dan prasarana kesehatan (sarprasnya)," katanya.Di RSUD Daya sendiri, sebanyak 24 layanan kompetensi telah dipersiapkan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.Dari jumlah tersebut, seluruhnya telah memenuhi standar, mulai dari kompetensi dasar hingga madya."Untuk saat ini, dari 24 layanan yang ditetapkan itu, semuanya sudah memenuhi standar mulai dari dasar sampai dengan madya," ungkapnya.Selain layanan kompetensi, RSUD Daya juga melakukan penyesuaian terhadap standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).dr. Any menyebut terdapat 12 indikator KRIS yang harus dipenuhi rumah sakit dan seluruh indikator tersebut telah dipersiapkan.Dari total 145 tempat tidur yang disiapkan untuk standar rawat inap, sebanyak 125 tempat tidur atau sekitar 86 persen telah memenuhi standar KRIS."Jadi, sekitar 86 persen dari total tempat tidur yang dihitung sebagai tempat tidur rawat inap," ujarnya.Meski demikian, masih terdapat sejumlah tempat tidur yang dapat disesuaikan dengan ketentuan karena kebutuhan pelayanan pasien.Salah satunya lima tempat tidur yang tetap dipertahankan untuk melayani pasien dengan kondisi tertentu.Selain itu, dr. Any mengatakan, pihaknya tidak ingin melakukan penyesuaian secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil pasien, seperti pola penyakit yang sebenarnya terjadi di Makassar.Menurutnya, pemetaan pola penyakit menjadi penting agar investasi alat kesehatan, tenaga ahli, maupun sarana pendukung benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat."Jangan sampai warga tidak butuh banyak layanan dasar, lalu kita semua pergi beli alat mahal, panggil ini untuk ke paripurna, ternyata malah zong nanti," terangnya.Karena itu, RSUD Daya memilih mempertahankan seluruh 24 layanan yang sudah tersedia sambil menunggu petunjuk teknis lebih lanjut terkait pemetaan kompetensi berdasarkan jenis penyakit.Nantinya, data dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dapat digunakan untuk melihat kecenderungan penyakit yang paling banyak ditangani.Data tersebut kemudian disesuaikan dengan klasifikasi kompetensi yang ditetapkan pemerintah."Kita bisa menyesuaikan. Cuma sampai sekarang belum ada. Jadi yang penting semua layanan bisa kita lakukan dari 24 itu," katanya.Menurut dr. Any, pola tersebut akan terus dievaluasi setelah sistem RBKP mulai berjalan. RSUD Daya akan melihat apakah kebutuhan masyarakat lebih banyak berada pada layanan kompetensi dasar, madya, utama, maupun paripurna.Dengan demikian, pengembangan rumah sakit dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata mengejar kelengkapan fasilitas.Sementara terkait waktu implementasi reformasi JKN secara penuh, dr. Any menyebut pihaknya masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres)."Menunggu Perpres. Tapi kalau Makassar karena sudah menjadi kota pilot project untuk pelaksanaan ini, selayaknya persiapannya sudah maksimal. Tinggal menunggu saja," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)