Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

GSIH 2026 Resmi Diluncurkan, Makassar Ambil Bagian dalam Ekosistem Digital Global

TANGERANG — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa Kota Makassar mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem digital nasional melalui keikutsertaan sebagai salah satu dari 10 kota hub dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026. Launching GSIH yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia berlangsung di GSI BSD, Biomedical Campus BSD City, Jalan Damai Foresta, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, dan menjadi momentum dimulainya langkah baru dalam memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia yang terhubung dengan jejaring global. Munafri hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem; Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP), Abdullah; Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham; serta Kepala Subbagian Protokol, Ari Pahlawan Sofyan. Usai menghadiri launching, Munafri mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan ekosistem digital Indonesia yang mengedepankan konektivitas, kolaborasi, inovasi, dan daya saing. "Kita hadir untuk menyaksikan langkah baru dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang terhubung, kolaboratif, dan berdaya saing global," ujar Munafri. Menurutnya, GSIH tidak sekadar menjadi ruang berkumpulnya pelaku teknologi, tetapi dapat menjadi wadah yang mempertemukan berbagai kekuatan dalam ekosistem digital untuk melahirkan inovasi dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan pengembangan Makassar Creative Hub (MCH) yang selama ini diarahkan sebagai ruang kolaborasi bagi anak muda, pelaku UMKM, pekerja kreatif, serta berbagai komunitas yang bergerak di bidang ekonomi kreatif dan digital. Dalam kesempatan tersebut, aktivitas di Makassar Creative Hub juga turut menyaksikan rangkaian kegiatan launching GSIH melalui layar yang disiapkan di Makassar. Munafri mengatakan, keberadaan MCH menjadi modal penting bagi Makassar untuk membangun konektivitas antarpelaku dalam ekosistem ekonomi kreatif dan digital. "Di Makassar kita memiliki Makassar Creative Hub sebagai wadah kolaborasi untuk anak muda, pelaku UMKM, ruang digital, dan para penggiat ekonomi kreatif. Ini harus terus kita kembangkan," katanya. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci karena perkembangan teknologi tidak dapat berjalan sendiri. Ide, kreativitas, teknologi, dunia usaha, industri, pemerintah, hingga masyarakat harus berada dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. "Di sinilah pentingnya kolaborasi. Ide bertemu dengan teknologi, inovasi bertemu dengan industri, dan kolaborasi dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," jelasnya. Munafri juga menyambut baik kehadiran GSIH. Menurutnya, konsep tersebut membuka peluang bagi kota-kota di Indonesia, termasuk Makassar, untuk terhubung dengan jaringan inovasi yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem digital membutuhkan pembagian peran dan tanggung jawab seluruh pihak. "Yang paling penting dalam ekosistem ini adalah sharing responsibility. Karena masa depan ekosistem digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," tutur Munafri. Dengan masuknya Makassar sebagai salah satu dari 10 kota hub GSIH, Munafri berharap peluang kolaborasi, pengembangan talenta digital, inovasi, ekonomi kreatif, dan penguatan UMKM berbasis teknologi di Kota Makassar semakin terbuka. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan terus mendorong terciptanya ruang-ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, industri, dan generasi muda untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Langkah ini, memperkuat arah pembangunan Makassar sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengambil peran dalam ekosistem ekonomi digital nasional," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Kepala BKN dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI

MAKASSAR,—Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk menikmati suasana kota daeng dengan cara yang berbeda dan menyenangkan. Bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Zudan menggelar kegiatan riding Vespa yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon tabebuya di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (25/88/2026) sore. Kegiatan tersebut turut diramaikan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dan Bupati Sidenreng Rappang, Saharuddin, serta para ASN lingkup Pemerintah Kota Makassar. Rombongan Riding Vespa dimulai dari halaman Balaikota Makassar sebagai titik start. Munafri, selaku tuan rumah melepas konvoi Vespa ASN yang dipimpin oleh dirinya bersama Zudan, Fatmawati Rusdi, dan Saharuddin. Saat melepas rombongan, Munafri, wali kota pencinta Vespa tersebut terlebih dahuu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan antusias Zudan, yang juga merupakan pembina komunitas Vespa ASN. “Terima kasih sudah mampir dan berkunjung ke Balai Kota Makassar,” lanjutnya. Selanjutnya, Munafri menjelaskan rombongan akan memulai perjalanan menuju kawasan CPI untuk mengikuti kegiatan penanaman pohon sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Hertasning. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Makassar itu juga Ia mengingatkan agar kegiatan riding ini menjadi ajang kampanye jajaran pemerintah untuk memperlihatkan budaya berkendara yang tertib dan menghargai pengguna jalan lainnya. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk tetap mengedepankan keselamatan selama berkendara. Ia meminta para riders untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghargai seluruh pengguna jalan. “Hari ini kita akan jalan menuju ke CPI untuk kegiatan penanaman pohon. Saya berharap kita semua sopan di jalan, menghargai pengguna jalan yang lain dan menaati aturan-aturan lalu lintas,” tuturnya. Di CPI, kegiatan riding Vespa diisi dengan aksi penghijauan melalui penanaman 18 pohon tabebuya di kawasan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di ruas jalan menuju Masjid 99 Kubah. Aksi penanaman pohon tersebut menjadi wujud sinergi dan upaya bersama pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk secara bersama-sama menjaga dan mendukung penghijauan kawasan ruang terbuka di Kota Makassar. Zudan sendiri menyampaikan apresiasinya secara langsung terhadap kegiatan penghijauan tersebut. Ia antusias menyampaikan responnya setelah menanam pohon miliknya. Ia menilai, kegiatan penanaman pohon merupakan langkah positif yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. “Ini kegiatan yang positif dan pastinya bermanfaat,” katanya. Setelah menyelesaikan kegiatan penanaman pohon, konvoi kemudian melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, menuju Jalan A.P Pettarani, sebelum akhirnya berakhir di Exposed Cafe.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

MTQ VIII KORPRI Nasional Jadi Dongkrak Perputaran Ekonomi, Munafri: Berkah bagi UMKM

MAKASSAR — Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung spektakuler di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) malam. Hajatan akbar dua tahunan tersebut secara resmi dibuka Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, setelah sebelumnya diawali dengan rangkaian defile kafilah dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif dipercayakannya Kota Makassar sebagai tuan rumah MTQ VIII KORPRI Nasional. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan penghargaan terhadap Provinsi Sulsel yang memiliki kesiapan untuk menggelar event berskala nasional. "Ini suatu kepercayaan kepada Kota Makassar untuk menjadi tuan rumah MTQ KORPRI. Ini merupakan sebuah berkah untuk warga Kota Makassar yang dipercaya menjadi tuan rumah," ujar Munafri. Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ KORPRI Nasional untuk kedua kalinya. Kepercayaan tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri karena Kota Daeng tercatat sebagai daerah yang pernah menjadi lokasi penyelenggaraan MTQ KORPRI Nasional pada tahun pertama. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 diikuti sebanyak 117 kafilah yang terdiri atas 38 provinsi serta 79 kafilah dari perwakilan kementerian dan lembaga. Total peserta yang ambil bagian dalam ajang nasional tersebut mencapai sekitar 1.157 orang. Rangkaian pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan yang mengangkat nuansa religi, budaya, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan. Ribuan peserta dan tamu undangan turut menyaksikan pembukaan ajang yang mempertemukan para aparatur sipil negara dari berbagai penjuru Indonesia tersebut. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menilai, kehadiran ribuan peserta, kafilah, qari dan qariah, pendamping, serta tamu dari berbagai daerah dan lembaga menjadi momentum membawa berkah bagi Kota Makassar. Munafri menyebut kedatangan para peserta tidak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. "Kurang lebih 2.000 peserta, tamu datang dari para qori dan qariah, kafilah yang datang sebagai utusan dari berbagai daerah dan lembaga yang hadir dalam rangka kegiatan MTQ ini berdampak pada perputaran ekonomi," tuturnya. "Tentu, ini merupakan berkah yang sangat besar buat warga Kota Makassar," sambung politisi Golkar itu. Munafri mengatakan, pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional dapat menjadi magnet ekonomi baru bagi Kota Makassar selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pergerakan ribuan orang dari berbagai daerah secara otomatis akan meningkatkan aktivitas sejumlah sektor ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, perhotelan hingga sektor pariwisata. Dengan demikian, event nasional tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak dari sisi keagamaan dan penguatan nilai-nilai Al-Qur'an, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. "Dengan hadirnya tamu-tamu ini, selain setiap hari akan mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, tentu dari sisi ekonomi juga akan memberi manfaat yang tidak sedikit bagi kota ini," jelasnya. Dia menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan memberikan pelayanan maksimal selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Seluruh perangkat daerah atau SKPD diminta memastikan kesiapan kota, termasuk aspek pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, serta hospitality bagi para tamu. "Kami Pemerintah Kota Makassar selalu siap menjadi tuan rumah yang baik, menjaga hospitality kami, memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu yang ada," tutur Munafri. Ia berharap pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional semakin memperkuat citra Makassar sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar. "Kami berharap kegiatan ini terus bisa memberikan kesan positif bahwa Kota Makassar ini selalu siap menyelenggarakan event-event besar, baik skala lokal, nasional, maupun internasional," ujarnya. Di sisi lain, Munafri juga berharap perwakilan Sulawesi Selatan yang tampil dalam MTQ VIII KORPRI Nasional mampu meraih prestasi terbaik. Dia menyebut terdapat sejumlah peserta yang mewakili Sulawesi Selatan dalam berbagai cabang yang diperlombakan. Munafri mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar para qari dan qariah Sulawesi Selatan dapat tampil maksimal sekaligus mengharumkan nama daerah. "Ada beberapa yang mewakili provinsi. Jadi, mudah-mudahan kita berdoa bersama, mudah-mudahan prestasi yang terbaik dari qori dan qariah kita yang ikut bisa memberikan nama baik bagi Korpri, khususnya Korpri Sulawesi Selatan dan Kota Makassar," harap Appi. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Makassar selanjutnya akan diisi dengan rangkaian perlombaan dari berbagai cabang yang diikuti aparatur sipil negara dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ruang kompetisi dan syiar Al-Qur'an, pelaksanaan MTQ KORPRI Nasional diharapkan memperkuat silaturahmi antaraparat pemerintah sekaligus menjadi momentum memperkokoh nilai integritas, profesionalisme, dan pengabdian ASN kepada masyarakat. Appi menambahakan, bagi Kota Makassar, pelaksanaan event tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas sebagai kota penyelenggara kegiatan nasional dengan mengedepankan pelayanan, keramahan, serta potensi ekonomi dan pariwisata Kota. "Apalagi, kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari berbagai penjuru Indonesia, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan perekonomian Kota Makassar," tutup Appi. Diketahui, sejumlah pejabat hadir dalam momentum pembukaan dan pelepasan perwakilan kafilah. Di antaranya Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua KORPRI Kota Makassar yang juga Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda. Selain itu, turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

150 ASN Pemkot Makassar Persembahkan Tari Kolosal “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” di Pembukaan MTQ VIII KORPRI

MAKASSAR , — Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Makassar tidak hanya diwarnai lantunan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga persembahan seni budaya khas Sulawesi Selatan. Sebanyak 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Makassar tampil dalam tari kolosal bertajuk “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” yang dipersembahkan khusus pada malam pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Makassar, Senin (24/8/2026). Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bentuk penyambutan Kota Makassar kepada para peserta dan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang berpadu dengan nilai-nilai Islam. Tari kolosal ini digarap oleh koreografer Abdi Bashit dan Iin Yoesoef Madjid, dengan penataan musik oleh Munawi r Amin dan Erwin Sulaiman. Sementara penataan artistik dan narasi dipercayakan kepada Ilham Anwar. Pertunjukan juga melibatkan kolaborasi dengan Tim Shalawat Forum Kajian Cinta Al-Qur’an Kota Makassar, sehingga unsur seni tari, musik, narasi, dan lantunan shalawat berpadu dalam satu pertunjukan. Tidak hanya melibatkan 150 penari, persembahan tersebut turut didukung sekitar 25 pemusik serta kelompok pengajian Cinta Al-Qur’an Kota Makassar. "Jadi persiapan pertunjukan dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Para penari yang merupakan ASN Pemerintah Kota Makassar menjalani latihan di bawah koordinasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Makassar," ucap Iin Yoesoef Majid. Karya “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” membawa pesan tentang pertemuan antara falsafah hidup dan nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan dengan ajaran Islam. Salah satu nilai budaya yang diangkat adalah falsafah Eppa/Appa Sulapaq, yang menjadi simbol dan bagian dari pandangan hidup masyarakat Sulawesi Selatan. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam gerak, musik, narasi, dan keseluruhan konsep pertunjukan yang selaras dengan semangat religius MTQ. "Melalui persembahan ini, para ASN Pemkot Makassar tidak hanya tampil sebagai aparatur pemerintahan tetapi juga mengambil bagian dalam memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat dan tamu dari berbagai penjuru Indonesia," ungkapnya. Tari kolosal ini sekaligus menjadi gambaran bahwa penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI di Makassar tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi keagamaan. Tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai Al-Qur’an, budaya, seni, dan semangat kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan Indonesia. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Kota Makassar Bergemuruh, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Dibuka Menag RI

MAKASSAR — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) malam. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 dibuka langsung Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Sulawesi Selatan. "MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan seni membaca Al-Qur'an. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum untuk memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membangun integritas aparatur negara," ujarnya. Pembukaan hajatan akbar dua tahunan tersebut berlangsung spektakuler di Lapangan Karebosi, Makassar, setelah sebelumnya diawali dengan rangkaian defile kafilah dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. Ajang tersebut diikuti 117 kafilah yang terdiri atas 38 provinsi serta 79 kafilah dari perwakilan kementerian dan lembaga. Total peserta yang ambil bagian dalam MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 mencapai 1.157 orang. Kehadiran para kafilah dari berbagai penjuru Indonesia menjadikan Kota Makassar selama pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kompetisi Al-Qur'an. Tetapi juga ruang pertemuan aparatur sipil negara sekaligus momentum memperkuat persaudaraan dan nilai-nilai pengabdian. Lebih lanjut, Prof. Nasaruddin menilai tema MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, "ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh" , sangat relevan dengan tantangan birokrasi dan kehidupan berbangsa saat ini. Dia menegaskan, estafet perjuangan membangun bangsa saat ini berada di tangan ASN. Perjuangan tersebut tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi melalui integritas, pelayanan publik dan akhlak mulia. "Estafet perjuangan itu berada di tangan ASN, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan integritas, pelayanan dan akhlak mulia," kata pria kelahiran Kabupaten Bone tersebut. Karena itu, ia mengingatkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an tidak berhenti pada kegiatan tilawah dan perlombaan semata. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan, memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga mengambil setiap keputusan. Dengan semangat MTQ, diharapkan dapat melahirkan ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga mempunyai integritas dan akhlak dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyinggung sejarah panjang pelaksanaan MTQ di Indonesia. Dia mengingatkan bahwa Makassar memiliki posisi penting dalam sejarah penyelenggaraan MTQ nasional. MTQ pertama kali di Indonesia digelar di Makassar pada 1968, sebelum kemudian penyelenggaraannya berlanjut ke sejumlah daerah, di antaranya Bandung dan Banjarmasin. Menurutnya, keberadaan MTQ yang terus digelar dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. "Pelaksanaan MTQ ini dilakukan secara terus-menerus dan tidak boleh berhenti," imbuh alumni IAIN Alauddin itu. Nasaruddin juga mengatakan, tingginya antusiasme berbagai daerah untuk menjadi tuan rumah MTQ bukan tanpa alasan. Selain menjadi momentum syiar dan penguatan spiritualitas masyarakat, MTQ juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi daerah penyelenggara. Tokoh agama asal Sulsel itu, bahkan menyebut MTQ sebagai salah satu bentuk pesta rakyat yang mampu menggerakkan berbagai sektor kehidupan masyarakat. Menurut Nasaruddin, daerah yang menjadi tuan rumah MTQ nasional mendapatkan manfaat ekonomi yang sangat besar karena kehadiran peserta, pendamping, penggembira, serta masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Pergerakan massa dalam jumlah besar tersebut berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, aktivitas pasar, kuliner, transportasi hingga usaha masyarakat. Selaku Menag menggambarkan MTQ sebagai momentum yang mampu membuat berbagai sektor ekonomi bergerak secara bersamaan. "Karena ribuan rata-rata penggembira dan anggotanya datang, maka pasti semua hotel tiba-tiba melonjak, pasar kaget, kuliner kaget, dan yang untung sesungguhnya adalah masyarakat," ungkapnya. Tak hanya itu, dia menyebut tidak banyak kegiatan yang mampu menghadirkan kemeriahan dan pergerakan masyarakat sebesar MTQ. Baginya, MTQ telah berkembang menjadi sebuah pesta rakyat yang tidak hanya menggairahkan semangat spiritualitas, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan perekonomian daerah. Nasaruddin juga menekankan bahwa perkembangan MTQ tidak boleh berhenti pada aspek perlombaan seni membaca Al-Qur'an. Menurutnya, Al-Qur'an memiliki ruang kajian yang sangat luas, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan. Ia menyebut perhatian terhadap Al-Qur'an saat ini tidak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga berkembang dalam dunia akademik dan penelitian. "Al-Quran sekarang ini bukan lagi untuk diperlombakan, tetapi ini menjadi isu sains," ungkapnya. Sejumlah pejabat turut hadir dalam rangkaian pembukaan dan pelepasan perwakilan kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026. Di antaranya Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua KORPRI Kota Makassar yang juga Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 selanjutnya akan berlangsung dengan berbagai rangkaian perlombaan yang mempertemukan aparatur sipil negara dari seluruh Indonesia. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial Bersama BPKP

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar Entry Meeting Percepatan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Pemkot Makassar bersama BPKP di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Balai Kota Makassar, Senin (24/8). Sekda Makassar Andi Zulkifly memimpin rapat entri meeting bersama BPKP didampingi Inspektur Daerah Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muh Roem dan pejabat teknis lingkup Pemkot Makassar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan mempercepat pelaksanaan transformasi digital dalam pendataan perlindungan sosial di Kota Makassar. Sekda Makassar Andi Zulkifly mengatakan, Pemkot Makassar terus melakukan berbagai langkah untuk mendukung percepatan digitalisasi perlindungan sosial, termasuk menyesuaikan strategi pendataan di tingkat masyarakat. Menurutnya, pada tahap awal, pendataan dilakukan dengan melibatkan agen dari unsur pegawai pemerintah. Namun, pola tersebut dinilai belum optimal karena para pegawai memiliki tugas utama yang harus dijalankan, sementara waktu masyarakat untuk ditemui tidak selalu sama. "Konsep awalnya kami mendorong agen-agen dari pegawai pemerintah. Ternyata agak kedodoran karena mereka sudah memiliki pekerjaan utama, sementara masyarakat memiliki waktu yang berbeda untuk ditemui," kata Andi Zulkifly. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Makassar kemudian mengubah strategi dengan melibatkan pengurus RT dan RW sebagai agen pendataan. Pelibatan RT/RW dinilai lebih efektif karena mereka memiliki kedekatan dan akses langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing. "Kami ubah strateginya dengan melibatkan RT dan RW sebagai agen. Selain memiliki insentif, mereka juga memiliki indikator pekerjaan yang dapat dinilai, termasuk membantu program pemerintah," ujarnya. Andi Zulkifly menegaskan, Pemkot Makassar akan terus memaksimalkan pelaksanaan program tersebut agar target pendataan dapat tercapai. Terlebih, Makassar menjadi salah satu daerah yang masuk dalam proyek percontohan pendataan perlindungan sosial secara digital. "Kami akan terus memaksimalkan program ini. Saya kira ini juga menjadi perhatian dalam rapat-rapat yang kami lakukan agar Makassar tidak tertinggal dalam proyek percontohan ini," katanya. Dalam Entry Meeting tersebut, perwakilan BPKP turut menyampaikan apresiasi terhadap progres pendataan yang dilakukan Pemkot Makassar. Berdasarkan pemantauan dashboard, jumlah data yang masuk mengalami peningkatan signifikan. Dari sekitar 7.000 data pada 10 Agustus 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 128 ribu data. Dari 10 indikator yang menjadi ukuran, sembilan indikator disebut telah terpenuhi dan tersisa indikator terkait agen aktif. BPKP selanjutnya akan melakukan monitoring langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaan pendataan sekaligus mengidentifikasi kendala teknis yang dihadapi perangkat daerah terkait. Andi Zulkifly memastikan Pemkot Makassar siap memberikan dukungan terhadap proses monitoring tersebut. Ia meminta Inspektorat mengawal koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan program tersebut. "Kami dari Pemkot Makassar siap mendukung apabila ada kebutuhan tim, termasuk kunjungan ke kantor-kantor. Saya minta Inspektorat mengawal dan menghubungkan tim dengan SKPD terkait agar selama penugasan bisa berjalan lancar," tuturnya. Ia berharap kolaborasi Pemkot Makassar dan BPKP dapat mempercepat pencapaian target digitalisasi perlindungan sosial sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Baca Selengkapnya