Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Pemkot Makassar Siapkan 13 SPAM Baru, Munafri: Ini, Untuk Antisipasi Kemarau Panjang

MAKASSAR — Guna memastikan ketersediaan air bersih di tengah potensi musim kemarau panjang dan kondisi kekeringan ekstrem. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau PAMSIMAS di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026). Pada kesempatan ini, Munafri alias Appi menyampaikan peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana penyediaan air bersih. Sekaligus memastikan fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini berada di wilayah dengan keterbatasan akses air. "Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga disini," ujar Appi. Fasilitas SPAM tersebut berada di sekitar wilayah RW 03 Kelurahan Cambaya dan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih. Dalam kunjungannya, Munafri melihat langsung sarana sumur bor serta sistem distribusi air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Di lokasi tersebut terdapat lima sumur bor yang menjadi sumber air bagi warga. Tiga di antaranya merupakan sumur bor bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di kawasan tersebut. Munafri mengatakan, fasilitas SPAM tersebut sebelumnya telah diserahkan untuk dikelola secara mandiri dan swadaya oleh masyarakat. "Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya," kata Munafri. Menurutnya, fasilitas tersebut awalnya diproyeksikan hanya melayani sekitar 83 rumah. Namun, dalam perkembangannya, jaringan air bersih tersebut telah mampu melayani hingga 109 rumah warga. "Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani," terang Appi. Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu menilai, keberadaan SPAM menjadi salah satu langkah penting Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi ancaman kekeringan, terutama di kawasan yang secara geografis memang memiliki keterbatasan sumber air. "Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang," katanya. Tidak hanya di Cambaya, Munafri mengungkapkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU juga telah merencanakan pembangunan fasilitas SPAM serupa di sejumlah wilayah lainnya. Sedikitnya terdapat 13 titik tambahan yang direncanakan untuk dibangun sebagai bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Menurut Munafri, pembangunan fasilitas tersebut akan diprioritaskan di wilayah-wilayah yang selama ini memang mengalami kesulitan memperoleh air, terlebih ketika memasuki musim kemarau. "Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak," jelasnya. Ia menyebut kondisi musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi secara serius. Sebab, berdasarkan perhitungan pemerintah, periode musim kering diperkirakan cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan biasanya. "Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering," ungkap Munafri. Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan fasilitas penyediaan air bersih. Appi juga meminta jajaran kecamatan untuk memberikan masukan mengenai lokasi yang memiliki tingkat kebutuhan air bersih tinggi, sehingga pembangunan fasilitas SPAM berikutnya dapat dilakukan secara tepat sasaran. "Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat," tuturnya. Dalam peninjauan tersebut, Munafri juga memastikan pola distribusi air dari fasilitas SPAM Cambaya berjalan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola. Dia menjelaskan, air yang dihasilkan dari sumur bor tersebut didistribusikan secara mandiri oleh warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di kawasan sekitar. "Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," terang Ketua IKA FH Unhas itu. Munafri menyebut sistem pengelolaan berbasis masyarakat tersebut menjadi salah satu kekuatan dari program SPAM. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diberikan ruang untuk mengelola fasilitas secara swadaya. Bahkan, masyarakat yang membutuhkan air dapat mengambil air dengan membawa wadah atau jeriken untuk kemudian digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Warga yang mengelola sendiri,secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya," katanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas air bersih seperti SPAM masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi warga yang belum memiliki akses air secara langsung ke rumah. Munafri juga memastikan kualitas air yang dihasilkan dari sumur bor tersebut dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Sumur yang menjadi sumber air SPAM Cambaya memiliki kedalaman mencapai sekitar 180 meter. "Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter," kata Munafri. Kedalaman tersebut membuat sumber air yang digunakan berasal dari air tanah yang berada cukup jauh di bawah permukaan. Ia pun sempat berseloroh mengenai kedalaman sumur tersebut yang menurutnya hampir menyerupai kedalaman sumber air yang digunakan dalam sistem penyediaan air berskala besar. Dengan berfungsinya fasilitas SPAM Cambaya, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat di kawasan tersebut memiliki sumber air alternatif yang dapat diandalkan, khususnya ketika pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau. Pemkot Makassar juga akan terus mengidentifikasi wilayah-wilayah yang membutuhkan fasilitas serupa sebagai bagian dari strategi menghadapi dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi. "Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau," tukas Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Kini Dibangun: Munafri Target Rampung Kurang dari 100 Hari

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Kaccia yang berada di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Rabu (19/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Munafri mengatakan pembangunan Jembatan Kaccia menjadi salah satu prioritas pemerintah Kota saat ini, untuk membuka akses masyarakat yang selama ini terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. "Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian," ujar Munafri. Jembatan yang selama puluhan tahun tidak mendapat perbaikan dan kondisinya telah lapuk tersebut, kini mulai dibangun secara permanen oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), lewat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan wilayah permukiman antar-RW yang selama ini mengalami keterbatasan akses akibat kondisi jembatan yang selama ini berpotensi menimbulkan resiko. Menurutnya, keberadaan pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan hingga pelayanan kesehatan masyarakat. "Apalagi ada sekolah dekat disini, aktivitas waktu satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kendaraan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki. Tidak bisa dilewati kendaraan," tuturnya. Munafri menyebut, progres pembangunan Jembatan Kaccia saat ini telah mendekati 20 persen untuk dikebut pembangunan. Dengan melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 100 hari. "Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita," katanya. Jembatan Kaccia memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 2,3 meter. Pekerjaan pembangunan dilaksanakan mulai 23 Juli hingga 19 November 2026 dengan menggunakan anggaran APBD Pokok Tahun Anggaran 2026. Munafri menegaskan, pembangunan jembatan permanen tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang aman dan dapat digunakan setiap saat. Ia mengungkapkan, kondisi jembatan sebelumnya cukup memprihatinkan dan telah berlangsung selama puluhan tahun. Kondisi tersebut bahkan turut mengganggu aktivitas anak-anak dan warga, khususnya pada malam hari. "Kehadiran kami, memastikan bahwa akses yang dimiliki oleh masyarakat itu bisa dilewati kapan saja," ungkapnya. "Karena yang parah itu di situ, anak-anak pergi mengaji malam, gelap, lubang-lubang, dan itu sudah puluhan tahun tidak diperbaiki," sambung Munafri. Selain aktivitas mengaji, kondisi akses tersebut juga berdampak terhadap mobilitas anak-anak yang hendak bersekolah serta aktivitas masyarakat lainnya. Karena itu, Pemkot Makassar memilih membangun jembatan dengan konstruksi permanen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi jembatan lama yang rawan mengalami kerusakan. "Tahun sebelumnya, ini jembatan yang pernah kami datang lihat bahwa akses anak-anak pergi sekolah, aktivitas masyarakat sangat terganggu," terangnya. "Makanya dibuat satu jembatan yang permanen yang tidak akan terganggu lagi dengan keadaan apa, dengan jembatan beton," lanjut Munafri. Dia berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Barombong, khususnya warga yang selama ini menggunakan akses tersebut dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain pembangunan jembatan, Munafri juga menyatakan pemerintah akan melihat kondisi jalan yang menjadi akses menuju jembatan tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan perlu dibarengi dengan penataan jalan agar konektivitas kawasan dapat berfungsi secara optimal. "Tahun ini, kita coba membuat perencanaan bagaimana juga dengan jalannya, karena jalannya sudah cepat rusak juga," katanya. Appi menambahkan, pemerintah tidak ingin pembangunan infrastruktur hanya berhenti pada pembangunan fisik jembatan. Dengan dibangunnya Jembatan Kaccia secara permanen, Pemkot Makassar berharap mobilitas warga, akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan masyarakat lainnya dapat berlangsung lebih aman dan lancar. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat konektivitas antarwilayah permukiman dan memastikan tidak ada lagi warga yang mengalami keterisolasian akibat buruknya kondisi infrastruktur dasar. "Tentu, akses pendukung juga perlu diperhatikan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Job Fit Kepala OPD Makassar Dimulai, 40 Pejabat Jalani Wawancara dan Rekam Jejak

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai melaksanakan uji kesesuaian dan kompetensi atau job fit terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) untuk mengevaluasi kinerja sekaligus mengoptimalkan penempatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Diketahui, ada tujuh tim seleksi (Timsel) bertugas melakukan uji kesesuaian dan kompetensi atau job fit terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) lingkup Pemkot Makassar. Mereka masing-masing Ketua Timsel Andi Zulkifly sekaligus Sekda Makassar, Kepala Inspektorat Sulsel Marwan Mansyur, Ketua Tim Ahli Pemkot Makassar Andi Hudly Huduri, Prof Aswanto, Prof Batara, Prof Idris, Prof Amir Ilyas. Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan job fit tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan dua metode penilaian, yakni wawancara dan penelusuran rekam jejak. “Ini dalam rangka mengevaluasi kerja-kerja kepala SKPD, kemudian menyesuaikan atau mengoptimalkan kerja-kerja OPD dalam rangka pelaksanaan program-program prioritas dan program-program lain yang sudah ditetapkan oleh kota,” kata Andi Zulkifly saat ditemui di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (19/8). Ketua Tim Seleksi ini juga menjelaskan, dua hari pertama difokuskan pada proses wawancara, sedangkan hari ketiga digunakan untuk menelusuri rekam jejak seluruh peserta. Sebanyak 40 pejabat mengikuti proses tersebut. Jumlah itu berasal dari 42 posisi Eselon II, dengan dua jabatan yang masih kosong, yakni Asisten I dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Makassar. Proses wawancara melibatkan tujuh orang panitia seleksi (pansel). Setiap peserta diwawancarai oleh tiga anggota pansel. “Panselnya ada tujuh dan alhamdulillah tadi berjalan dengan lancar. Pesertanya ada 40. Satu peserta diwawancarai oleh tiga orang dari pansel,” ujarnya. Dalam wawancara, sambung mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini terdapat sejumlah indikator yang menjadi bahan penilaian. Di antaranya kinerja dan dampaknya terhadap program prioritas, pengawasan dan pembinaan, pelaksanaan inovasi, serta realisasi anggaran. Menurut Zulkifly, peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan inovasi yang telah dilakukan, tantangan dalam menjalankan tugas, serta kesesuaian dengan jabatan yang saat ini diemban. “Jadi kami tanya bagaimana inovasi yang dibuat, realisasi anggaran, apa tantangannya, kemudian apakah peserta merasa cocok di posisi itu atau ada keinginan untuk pindah, dan kira-kira cocoknya ke mana. Itu menjadi bahan untuk disampaikan kepada Pak Wali,” jelasnya. Selain wawancara, rekam jejak peserta akan ditelusuri dari sisi administrasi, termasuk jenjang jabatan, pengalaman kerja, dan pangkat. Pada tahap akhir, pansel akan menyusun laporan yang memuat hasil penilaian dan rekomendasi. Setiap anggota pansel juga memberikan nilai serta catatan terhadap peserta. Zul--sapaan akrabnya--menyebut terdapat pemeringkatan dalam proses penilaian dan menjadi bahan pertimbangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam menentukan penempatan pejabat. “Ada penilaian, ada nilai, kemudian ada catatan untuk rekomendasi. Itu akan menjadi bahan pertimbangan Pak Wali Kota,” katanya. Setelah seluruh tahapan selesai, hasil job fit akan diserahkan kepada Wali Kota untuk selanjutnya dilakukan pemetaan dan penentuan penempatan kepala SKPD sesuai kebutuhan organisasi. “Pak Wali nanti rapat lagi dengan membawa bahan tersebut. Kemudian dilihat, oh ini cocok di sini, ini cocok di sini. Jadi pemetaannya ada di Pak Wali,” pungkas Zulkifly. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Aliyah Mustika Ilham Apresiasi EIRC 2026, Ajang Roller Skate Nasional di Makassar

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi jajaran Squirrel Roller Skate Club di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (19/8/2026). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Easter Indonesia Roller Championship (EIRC) 2026, event roller skate berskala nasional yang akan berlangsung pada 18–20 September 2026 di Kota Makassar. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Squirrel Roller Skate Club memaparkan sejumlah persiapan dan konsep pelaksanaan EIRC 2026. Event ini merupakan penyelenggaraan kedua di Kota Makassar setelah sebelumnya digelar pada 2024. Panitia memperkirakan EIRC 2026 akan diikuti sekitar 500 hingga 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia, sementara Squirrel Roller Skate Club sendiri memiliki anggota dengan rentang usia mulai dari 3 hingga 19 tahun. Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan Squirrel Roller Skate Club. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan aktivitas positif, khususnya karena melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan olahraga. Menurut Aliyah Mustika Ilham, kegiatan olahraga seperti EIRC dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif. “Kegiatan seperti ini tentu positif, apalagi melibatkan anak-anak dan generasi muda. Dengan adanya kegiatan olahraga, anak-anak memiliki aktivitas yang produktif dan secara tidak langsung dapat mengurangi penggunaan gadget,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga berharap pelaksanaan EIRC 2026 dapat berjalan lancar serta menjadi ajang bagi para atlet muda untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan membangun sportivitas. EIRC 2026 sendiri ditargetkan menjadi ajang pertemuan atlet dan komunitas roller skate dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkenalkan perkembangan olahraga roller skate di Kota Makassar. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Bidang Pembudayaan dan Pembinaan Olahraga Andi Bilhaq Azikin dan Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Andi Irdan Pandita. Sementara dari Squirrel Roller Skate Club hadir Steering Committee Firmansyah Datu, Ketua Panitia Gunawan Susanto, Sekretaris Fachrul Fani Awan, Koordinator Acara Akmal Hussain Fatahudddin, serta Seksi Acara Taufikurrohman.

Baca Selengkapnya
Umum

Job Fair Makassar 2026 Dibuka, Munafri Dorong Rekrutmen yang Inklusif dan Transparan

MAKASSAR,--Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin resmi membuka Makassar Job Fair 2026 di Mall Phinisi Point, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan ini menjadi salah satu langkah pemerintah kota untuk memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka. Makassar Job Fair 2026 berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pencari kerja secara langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Tahun ini, sebanyak 50 perusahaan berpartisipasi dengan menyediakan sekitar 344 jenis lowongan pekerjaan. Total kebutuhan tenaga kerja yang tersedia mencapai 1.547 orang dan dapat diakses oleh masyarakat Kota Makassar. Munafri mengatakan persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Makassar. Berbagai intervensi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pemberian bantuan, pembangunan kolaborasi hingga penyediaan ruang yang mendukung masyarakat memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha. “Persoalan ketenagakerjaan di Kota Makassar menjadi persoalan yang menjadi prioritas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota. Berbagai macam kegiatan telah kita lakukan dengan melibatkan berbagai sektor,” katanya. Berbagai upaya tersebut, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil dengan turunnya angka pengangguran terbuka di Kota Makassar menjadi sekitar 9 persen. Meski demikian, Munafri menilai angka tersebut masih relatif tinggi sehingga diperlukan akselerasi melalui berbagai program, termasuk pelaksanaan kembali Makassar Job Fair di tahun 2026. “Ini masih relatif tinggi, sehingga dibutuhkan akselerasi dan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat angka pengangguran ini bisa lebih ditekan lagi. Dan salah satu yang kita lakukan hari ini dengan membuat yang namanya Makassar Job Fair,” ujarnya. Selain membuka akses pekerjaan, Makassar Job Fair 2026 mengusung semangat inklusif dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk ikut dalam proses rekrutmen. Munafri berharap kesempatan tersebut dapat memperluas partisipasi seluruh kelompok masyarakat dalam dunia kerja. Munafri juga memastikan proses rekrutmen dalam kegiatan tersebut harus berlangsung secara adil dan terbuka. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip, sehingga masyarakat yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan dapat memperoleh haknya berdasarkan kemampuan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang berpartisipasi membuka lowongan kerja dalam Makassar Job Fair 2026. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan kerja dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Lebih jauh, Munafri menguraikan upaya menekan pengangguran juga dilakukan secara berkesinambungan melalui penguatan ekosistem ekonomi dan perlindungan tenaga kerja. "Pemerintah Kota Makassar juga mengembangkan Makassar Creative Hub sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan usaha, sekaligus memperluas kepesertaan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan," urainya. Melalui Makassar Job Fair, Munafri berharap semakin banyak pencari kerja yang dapat terserap dan mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya. Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha dan berbagai pihak agar lapangan kerja semakin terbuka luas bagi masyarakat.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Appi Apresiasi 70 Paskibraka Makassar: Disiplin dan Kekompakan Jadi Modal Masa Depan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Makassar, tahun 2026. Dimana, generasi pilihan tersebut telah sukses menjalankan tugas pada rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan Munafri saat menjamu makan bersama para anggota Paskibraka didampingi orang tua masing-masing di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (18/8/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dengan baik. "Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya," ucap Appi. "Saya juga menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak ku Paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan sangat sempurna," sambung Munafri. Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dari begitu banyak anak seusia mereka yang memiliki keinginan menjadi Paskibraka, hanya mereka yang terpilih untuk menjalankan tugas negara. "Pada pelaksanaan ulang tahun Negara Republik Indonesia ke-81, kegiatan ini tentu sangat istimewa. Kalian adalah orang-orang pilihan, terpilih dari begitu banyak anak-anak yang seusia kalian yang ingin menjadi Paskibraka," katanya. Selaku Wali Kota, ia menegaskan, kebanggaan atas keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi milik anggota Paskibraka. Prestasi siswa-soswi juga menjadi kebanggaan bagi orang tua, pelatih, Pemerintah Kota Makassar hingga seluruh masyarakat Kota Makassar. Lanjut Appi, tugas yang diberikan negara kepada Paskibraka membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Terlebih, para anggota Paskibraka masih berada pada usia muda sehingga proses menjalankan tugas tersebut membutuhkan perjuangan dan kedisiplinan tinggi. "Di usia yang masih sangat muda ini, dibutuhkan effort yang luar biasa. Bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental yang harus terpuji. Alhamdulillah, kalian semua bisa melewatinya dengan sangat baik," tuturnya. Politisi Golkar itu, juga memberikan penghargaan khusus kepada para pelatih dan seluruh tim yang selama berbulan-bulan membina para anggota Paskibraka. Dia menyebutkan, keberhasilan penampilan Paskibraka Kota Makassar tidak terlepas dari kesabaran dan kerja keras para pelatih dalam membentuk kemampuan serta kekompakan pasukan. Appi menilai, formasi yang ditampilkan Paskibraka Kota Makassar pada upacara HUT ke-81 RI menjadi salah satu penampilan terbaik yang pernah disaksikannya. " Saya juga sangat mengapresiasi para pelatih dan tim pasukan yang tidak pernah berhenti melatih. Kita bisa bayangkan, mereka mulai melatih dari nol dengan penuh kesabaran," terangnya. "Lebih hebat lagi, siswa-siswi membangun formasi yang sangat berbeda dan akhirnya menghasilkan sebuah formasi yang menjadi pembicaraan di mana-mana," lanjutantan CEO PSM itu. Munafri menuturkan, formasi yang ditampilkan Paskibraka Kota Makassar, termasuk pada prosesi pengibaran maupun penurunan bendera, berhasil memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tingkat Kota Makassar. "Menurut saya, Paskibraka Kota Makassar adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah saya lihat dalam kegiatan, baik penaikan bendera maupun penurunan bendera," katanya. Dalam prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih tahun 2026 di Kota Makassar. "TIM NARYA" mempersembahkan sebuah formasi yang terinspirasi dari Benteng Rotterdam, dengan bentuk yang menyerupai seekor penyu yang tengah merayap menuju laut. Formasi ini bukan sekadar rangkaian gerak dan barisan. Di dalamnya tersimpan pesan tentang karakter bangsa Indonesia, khususnya jiwa bahari masyarakat Sulawesi Selatan. Sementara itu, pada sore hari, tugas penurunan Sang Merah Putih dilaksanakan oleh "TIM GASTA" . TIM GASTA mempersembahkan formasi yang terinspirasi dari Stupa Candi Borobudur, salah satu simbol kebesaran peradaban dan warisan budaya Indonesia. Di hadapan para Paskibraka dan orang tua, Munafri juga mengingatkan agar pengalaman selama menjalani proses pendidikan dan pelatihan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai. Menurutnya, banyak nilai penting yang dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam menjalani kehidupan dan menentukan masa depan, di antaranya kedisiplinan, kekompakan, fokus, kemampuan berinteraksi dan membangun jaringan. "Banyak sekali pelajaran berharga yang kalian bisa dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, kekompakan, fokus, dan yang lebih penting adalah interaksi. Membangun networking ini menjadi salah satu hal yang harus kita bangun secara bersama-sama," imbuh Appi. Lebih lanjut, Ketua IKA FH Unhas itu berharap, pengalaman menjadi Paskibraka juga dapat menjadi modal awal dalam membangun masa depan. Status sebagai mantan Paskibraka, kata dia, merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak pribadi maupun profesional. Munafri juga menekankan bahwa terpilih menjadi anggota Paskibraka bukan karena faktor kedekatan, keluarga maupun hubungan dengan pejabat. Ia meminta para anggota Paskibraka menyadari bahwa mereka terpilih karena memiliki talenta, kemampuan dan kepercayaan diri. "Tetapi kalian punya talenta, punya kemampuan, punya percaya diri, dan itu kalian tunjukkan dengan sangat baik," tegasnya. Menurut Munafri, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi para Paskibraka untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga karakter yang telah terbentuk selama proses pelatihan. Dia juga mengingatkan bahwa kedisiplinan, fokus dan kekompakan yang telah mereka miliki merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh anggota Paskibraka. "Ini adalah apresiasi yang bisa kami berikan dari Pemerintah Kota," ungkapnya. Selain uang tunai, Munafri juga menyampaikan kabar gembira bahwa para anggota Paskibraka Kota Makassar kembali akan mendapatkan kesempatan mengikuti studi wisata ke Bali. Program tersebut merupakan bentuk apresiasi lanjutan dari Pemerintah Kota Makassar kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan baik. "Tahun lalu juga kami memberangkatkan untuk studi wisata ke Bali. Tahun ini masih mau ke Bali atau tidak?," tanya Munafri kepada para Paskibraka yang langsung disambut antusias. Di akhir sambutannya, Munafri berpesan agar para anggota Paskibraka tidak cepat berpuas diri setelah berhasil menjalankan tugas pada HUT ke-81 RI. Menurutnya, perjalanan siswa-siswi masih panjang dan tantangan yang akan dihadapi ke depan jauh lebih besar. Dia kemudian menceritakan pengalaman pribadinya yang sejak dahulu memiliki cita-cita menjadi anggota Paskibraka. Namun, ia mengaku memiliki kendala ketika mengikuti latihan baris-berbaris. Ia kemudian melontarkan candaan bahwa meski tidak menjadi Paskibraka, dirinya akhirnya menjadi wali kota. "Saya tidak lulus, mungkin saya tidak jadi Paskibraka. Saya jadi wali kota. Tapi mungkin seandainya saya jadi Paskibraka, mungkin lebih tinggi daripada wali kota," katanya. Di balik candaan tersebut, Munafri menekankan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka sebenarnya dapat membentuk mental dan kedisiplinan seseorang sejak usia muda. Menurutnya, karakter tersebut akan menjadi modal penting dalam menentukan masa depan. "Kenapa? Karena mental dan kedisiplinan itu sudah tertanam dari awal. Ini modal yang sangat-sangat besar. Disiplin, fokus, kompak, ini modal. Kalian sudah punya modal itu, pertahankan dan tingkatkan," pesan Appi. (*)

Baca Selengkapnya