Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Hadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Pandang, Appi Minta Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Kebakaran

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau panjang yang melanda Kota Makassar. Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Organisasi Rukun Warga (ORW) 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Sabtu (22/8/2026) malam. Munafri mengatakan, kewaspadaan dan pencegahan harus menjadi langkah pertama yang dilakukan masyarakat untuk melindungi rumah dan lingkungan dari ancaman kebakaran. "Yang paling pertama adalah kewaspadaan kita dan pencegahan kita terhadap yang namanya bahaya kebakaran," imbuh Munafri. Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Ia menyebut, hampir setiap hari terjadi kebakaran di sejumlah wilayah Kota Makassar. "Di Kota Makassar ini, hampir setiap hari ada kebakaran. Ini adalah bagian dari musim kemarau yang sangat panjang," katanya. Oleh sebab itu, Appi meminta masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW, untuk saling mengingatkan. Warga yang hendak bepergian dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong diminta memastikan seluruh peralatan listrik telah dicabut. "Kalau tetangga-tetangga mau pergi bepergian dan mengosongkan rumahnya, tolong disampaikan kepada Bapak RW atau RT-nya untuk memperhatikan listriknya," pesannya. Dia juga mengingatkan ibu rumah tangga agar memastikan api kompor benar-benar padam setelah memasak. Selain kebakaran, Munafri mengatakan musim kemarau panjang juga berpotensi menyebabkan kekeringan serta meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta Camat Panakkukang dan Lurah Pandang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rutin menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah masyarakat. "Ini tempatnya saya pikir cukup dan luas untuk dipakai untuk membuat cek kesehatan gratis," ujarnya. Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. Munafri mengatakan, Perumda Air Minum Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan dilibatkan untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan memastikan penyediaan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat. Seluruh apa yang kami miliki akan kami maksimalkan," katanya. "Baik dari PDAM, Dinas PU, maupun BPBD, semuanya kita akan turunkan untuk memastikan suplai dan pasokan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat," lanjut Munafri. Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan sempit dan lahan yang belum produktif untuk kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga. "Bagaimana kita memaksimalkan lahan-lahan sempit, lahan-lahan penganggur untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat pertanian dengan metode urban farming atau pertanian lahan sempit," ajakannya. Khusus Kelurahan Pandang, Munafri mengapresiasi masyarakat yang mulai aktif melakukan pemilahan sampah. Ia meminta Camat Panakkukang, Lurah Pandang, serta jajaran RT dan RW untuk meningkatkan intensitas gerakan tersebut. "Saya dengar sudah mulai memilah sampah dengan baik. Terima kasih Pak Camat, tolong ditambah lagi intensitasnya, Bapak dan Ibu RT, RW," tuturnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Panakkukang Sharahril beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Panakkukang, Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro M. Mabrur Mabmub Amin, Lurah Pandang Andi Sri Wahyuni, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, Tripika Kelurahan Pandang, serta para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Pandang. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Hadiri Ramah Tamah HUT RI Telkomas, Pesan Warga Jaga Kebersamaan dan Kebersihan

MAKASSAR — Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai malam ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar warga RW 1, RW 2 dan RW 3 Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (22/8/2026) malam. Kegiatan tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. "Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, menjaga lingkungan dan saling peduli antarwarga, serta menjaga kebersamaan," pesan Munafri. Di hadapan warga, Munafri menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Telkomas yang terus menjaga tradisi kebersamaan melalui kegiatan ramah tamah sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan momentum yang harus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. "Tentu, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," imbuh Appi. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dinilai membuat sejumlah lingkungan lebih rentan terhadap terjadinya kebakaran. Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah secara sembarangan. "Musim kemarau panjang seperti sekarang ini, mari ki semua waspada. Jangan membakar sampah sembarangan dan pastikan peralatan listrik maupun sumber api di rumah dalam kondisi aman," katanya. "Kalau ada potensi bahaya, segera saling mengingatkan," sambung orang nomor satu Kota Makassar itu. Selain kewaspadaan terhadap kebakaran, persoalan persampahan juga menjadi perhatian Munafri. Ia mendorong warga Telkomas untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. "Persampahan ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua. Mulai dari rumah tangga, mari kita biasakan memilah sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih," tegasnya. Munafri juga menyampaikan sejumlah program dan arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Dia berharap dukungan masyarakat dapat terus tumbuh sehingga berbagai program pemerintah tidak hanya berjalan di tingkat birokrasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Malam ramah tamah tersebut turut dihadiri para lurah se-Kecamatan Biringkanaya, jajaran Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua RT/RW, serta masyarakat Telkomas. Munafri berharap semangat yang terbangun dalam peringatan HUT RI ke-81 tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Semangat tersebut, kata dia, harus diteruskan melalui kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Makassar. "Yang paling penting dari perayaan kemerdekaan adalah bagaimana semangat kebersamaan itu terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya. Hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Andi Suharmika, SH, Anggota DPRD Kota Makassar Meinsani Kecca, Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Makassar, serta Camat Biringkanaya Maharuddin, dan Lurah serta RT/RW dan tokoh masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Buka Turnamen Padel REI, Dorong Kolaborasi Pemkot dan REI Perkuat Ekonomi Kota

MAKASSAR,--Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Turnamen Padel Real Estet Indonesia (REI) Merdeka 2026 yang digelar DPD REI Sulawesi Selatan di Lapangan Ultra Padel X Heaven, Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Jumat (21/08/2026) sore. Turnamen tersebut diikuti DPD REI se-Indonesia Timur dengan total sekitar 250 peserta, yang terbagi dalam enam kategori pertandingan. Hadir ldalam kegiatan tersebut Sekjen DPP REI Raymond Arfandi bersama jajaran pengurus REI dan para mitra kerja. Raymond Arfandy mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menyemarakkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sekaligus sebagai ruang silaturahmi antara anggota REI, pimpinan instansi, mitra bisnis, serta para pecinta olahraga padel. “Meskipun ini kompetisi, kita disini untuk bersilaturahmi,” ujarnya. Sementara itu, Munafri mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menunjukkan bahwa REI tidak hanya berkontribusi melalui sektor properti, tetapi juga membangun ruang interaksi dan kebersamaan dengan berbagai pihak. “Bukan hanya untuk menjaga silaturahmi, tapi juga memberikan kesempatan kepada atlet-atlet untuk bertanding, memberikan ruang kepada anak-anak muda dan seluruh anggota yang dimiliki oleh REI untuk hadir bersama-sama,” ujarnya. Lebih lanjut, Ia menyebut padel kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut bahkan turut mendorong bertambahnya pembangunan lapangan padel di Kota Makassar. Di tengah pertumbuhan tersebut, Munafri mengingatkan agar pembangunan fasilitas olahraga tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan seluruh proses perizinan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) berjalan sesuai aturan. “Begitu banyaknya PBG yang diurus, mudah-mudahan semua lapangan ini bisa tersertifikasi dengan baik, melakukan pembangunan sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” katanya. Munafri menggaris bawahi keberadaan REI memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Sektor properti, kata dia, memberikan dampak berantai mulai dari penerimaan daerah hingga penciptaan lapangan kerja. Ia menjelaskan, aktivitas sektor properti berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Di sisi lain, pembangunan properti juga menggerakkan banyak sektor usaha dan menyerap tenaga kerja. “Kalau kemampuan daya beli kuat, ya tentu putaran roda ekonominya akan semakin baik,” tuturnya. Ia mengatakan kebutuhan hunian di Makassar akan terus meningkat seiring pertumbuhan kota. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan sektor swasta untuk menghadirkan hunian yang semakin baik sekaligus menjawab persoalan kawasan permukiman kumuh. Munafri menyebut kondisi ekonomi Makassar saat ini menunjukkan tren positif. Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pemerintah dan sektor swasta dapat bersama-sama menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ia berharap hubungan antara Pemerintah Kota Makassar dan REI semakin kuat, bukan hanya dalam sektor properti tetapi juga melalui berbagai program kolaboratif yang menyentuh kebutuhan masyarakat. “Kita berharap ke depan banyak sekali hal-hal yang harus kita selesaikan secara bersama-sama, hal-hal yang harus kita kolaborasikan secara bersama-sama,” harapnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Ketua TP PKK Makassar Puji Kinerja Kader dan Pemcam Ujung Tanah dalam Mengawal Program Kebijakan

MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengapresiasi komitmen jajaran Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah bersama para kader PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, khususnya dalam pengelolaan sampah, penanganan stunting, serta penguatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Melinda saat menghadiri rangkaian kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Tahun 2026 yang memasuki hari kelima di Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (21/8/2026). Dalam arahannya, Melinda menegaskan bahwa SMEP menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh program PKK berjalan secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat kelurahan. “Kita ingin memastikan semua program dari 10 Program Pokok PKK ini berjalan dengan baik di setiap wilayah, di kecamatan, dan terutama sampai ke tingkat kelurahan. Kita ingin memastikan semua program PKK betul-betul sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Melinda. Menurut Melinda, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga. Karena itu, keberadaan kader di tengah masyarakat sangat penting untuk mengawal pelaksanaan berbagai program sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan baik. Ia pun memberikan apresiasi kepada camat, lurah, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta seluruh kader yang selama ini telah bekerja secara konsisten menjalankan berbagai program PKK. “Keberhasilan program di tingkat kota sangat dipengaruhi oleh kekuatan koordinasi dan dukungan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Menurutnya, tanpa kerja keras kader di lapangan, berbagai program yang dirancang tidak akan dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam SMEP Kecamatan Ujung Tanah adalah pengelolaan sampah. Melinda mengapresiasi langkah pemerintah kecamatan yang memperkuat pemilahan sampah sekaligus mendorong agar sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya berupa residu. “Camat ini karena selalu sigap, responsif, dan selalu bisa mengaplikasikan semuanya programnya di Kecamatan Ujung Tanah. Karena kita tahu di Kecamatan Ujung Tanah ini punya wajah sendiri dibandingkan kecamatan-kecamatan lain. Demografinya juga berbeda dan penduduknya juga pasti unik sendiri. Cara treatment-nya pasti harus tahu bagaimana mendekati warga di sini, tapi alhamdulillah saya lihat sejak Pak Camat ada di sini semakin baik di Ujung Tanah ini,” ujarnya. Camat Ujung Tanah, Andi Unru menjelaskan pihaknya telah memberikan penegasan kepada petugas agar tidak lagi membawa sampah selain residu ke TPA. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya. “Alhamdulillah Kecamatan Ujung Tanah sudah tidak melakukan tindakan tersebut. Tentunya, kami sangat tegas dengan petugas kami. Tidak ada lagi sampah selain residu yang dibawa ke TPA. Kalau itu terjadi, siap akan konsekuensi yang harus mereka terima kalau mereka tetap terpaksa melakukan itu,” sebutny. Lanjutnya, selain lingkungan, Kecamatan Ujung Tanah juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program ASN Pelopor Penglaris UMKM. Melalui program tersebut, ASN di Kecamatan Ujung Tanah diwajibkan membeli produk UMKM lokal setiap Selasa dan Jumat. “Pembelian dilakukan di wilayah masing-masing, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan, dan dilaporkan secara berkala melalui sistem pelaporan yang telah disiapkan. Data tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberdayaan UMKM,” jelasnya. Camat Ujung Tanah mengatakan penguatan UMKM, penanganan stunting, pengelolaan lingkungan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena kader menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan SMEP oleh TP PKK Kota Makassar kepada TP PKK Kecamatan Ujung Tanah. Pemeriksaan administrasi serta inovasi 10 Program Pokok PKK dilakukan secara menyeluruh dari Pokja I hingga Pokja IV, serta sekretaris dan bendahara. Usai peninjauan, agenda dilanjutkan dengan penyampaian evaluasi. Hasilnya menunjukkan capaian yang memuaskan serta mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Selengkapnya
Umum

Masa Depan TPA Makassar, Appi: dari Beban TPA Menjadi Nilai Ekonomi dan Peternakan Ikut Dikembangkan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengajak organisasi daerah untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah sejak dari rumah. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima silaturahmi Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) di Balai Kota Makassar, Jumat (21/8/2026). "Lewat kesempatan ini, kami mengajak KKDB. Mari kita mulai aksi bersih-bersih lingkungan dan pilah sampah dari rumah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari sampah," ajak Munafri. Menurutnya, persoalan sampah di Kota Makassar tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kegiatan bersih-bersih maupun penanganan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara maksimal. Ia mengatakan, pengelolaan sampah harus dibangun sebagai sebuah sistem yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia pendidikan, hingga kelompok-kelompok yang berada di tingkat kelurahan. Karena itu, kata dia, kolaborasi dalam penanganan sampah tidak boleh hanya berhenti pada tingkat pengurus organisasi, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat secara luas. "Maka dari itu, saya kira kolaborasi ini tidak hanya di level pengurus, tapi juga masyarakat luas. Kita punya perwakilan untuk ada di Kota Makassar," katanya. Munafri menjelaskan, pemerintah saat ini terus membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya. Salah satu hal yang terus didorong adalah pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Ia menilai, kebiasaan memilah sampah memang tidak mudah dibangun karena masyarakat selama bertahun-tahun terbiasa mencampurkan seluruh jenis sampah dalam satu wadah. Perubahan tersebut, lanjut Munafri, membutuhkan proses edukasi dan pemahaman secara terus-menerus. "Banyak sekali yang skeptis karena kita merubah perilaku, merubah habit yang seperti itu. Ada yang mau stay dengan sistem yang lama, sementara kita harus mendorong bagaimana proses pemilahan ini bisa berjalan," jelasnya. Appi mengakui bahwa penerapan sistem baru dalam pengelolaan sampah instruksi pusat, meskipun tidak serta-merta sempurna. Namun, pemerintah Kota harus berani melakukan perubahan karena kondisi pengelolaan sampah saat ini menuntut adanya sistem yang lebih baik. "Ini memang tidak sempurna, tapi ke depan kita akan membangun sebuah sistem yang lebih baik lagi," ujarnya. Munafri menegaskan, penanganan sampah tidak lagi dapat sepenuhnya dibebankan kepada TPA. Volume sampah yang terus meningkat membuat pemerintah harus memperkuat penanganan sejak dari sumbernya. Karena itu, pemilahan sampah dari rumah menjadi bagian penting dalam mengurangi beban yang masuk ke TPA. "Karena kondisi tidak memungkinkan lagi ada penumpukan sampah secara bersamaan ke TPA. Sehingga memang yang harus diselesaikan itu adalah di hilir," tuturnya. Ia menambahkan, pemerintah juga mulai mengembangkan berbagai pendekatan agar sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat. Menurut Munafri, ke depan masyarakat harus mulai melihat sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai apabila dikelola dengan benar. "Nah, sekarang kita masuk ke dalam era untuk mengubah sampah menjadi uang," tegasnya. Salah satu instrumen yang terus diperkuat pemerintah adalah keberadaan bank sampah. Tidak hanya sampah anorganik yang memiliki nilai jual, pemerintah juga mulai mendorong pengelolaan sampah organik agar dapat memberikan manfaat ekonomi. Lanjut dia, sampah organik, kata Munafri, dapat diproses menjadi kompos yang selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan. "Tidak hanya sampah anorganik yang bisa dijual-belikan, ke depannya juga sampah organik setelah melalui hasil proses yang akhirnya menjadi kompos," ungkapnya. Dia bahkan membuka peluang agar pemerintah dapat menyerap hasil pengolahan sampah organik tersebut untuk kebutuhan tanaman yang dikelola pemerintah. "Ini nanti akan menjadi bagian dari kewajiban pemerintah mungkin membeli dari sampah ini sebagai pupuk untuk tanaman-tanaman yang ditanam oleh pemerintah," imbuh Appi. "Dan dipakai masyarakat untuk bagaimana mengantisipasi yang namanya pertanian modern di tingkat bawah," lanjutanya. Selain pengelolaan sampah, Munafri juga memaparkan sejumlah inovasi berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan di tingkat kelurahan. Salah satunya adalah rencana menjadikan Kelurahan Balla Parang sebagai kelurahan tematik berbasis herbal. Program tersebut diinisiasi bersama dr Anna, yang selama ini memiliki perhatian terhadap pengembangan tanaman herbal. Munafri mengatakan, pengembangan Balla Parang sebagai kelurahan herbal diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana potensi lingkungan sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat. "Beberapa kelurahan akan menjadi kelurahan tematik. Salah satunya Kelurahan Balla Parang. Dan itu diinisiasi oleh orang baru, Ibu Dokter Anna yang dulu di ahli herbal," terangnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung perubahan kondisi lingkungan di kawasan Antang, khususnya kawasan yang selama ini dikenal berkaitan erat dengan persoalan persampahan. Ia menyebut kondisi lingkungan di kawasan tersebut kini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. "Di Antang itu dulu kalau kita lewat itu bau sekali, sekarang Alhamdulillah sudah bagus sekali," tegasnya. Mantan CEO PSM itu menegaskan, perubahan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui keterlibatan masyarakat. Dia berharap kehadiran berbagai kelompok masyarakat, termasuk KKDB, dapat menjadi bagian dari gerakan bersama membangun Kota Makassar melalui kontribusi sesuai bidang masing-masing. "Dengan kehadiran Bapak Besar ini, keberadaan Kota Makassar banyak hal yang bisa diselesaikan bersama-sama," pungkas Munafri. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Aliyah Mustika Ilham Terpilih Secara Aklamasi Pimpin ASITA Sulsel 2026–2031

Aliyah Mustika Ilham Terpilih Secara Aklamasi Pimpin ASITA Sulsel 2026–2031 MAKASSAR – Aliyah Mustika Ilham terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Aliyah Mustika Ilham terpilih setelah sebelumnya terdapat lima calon yang masuk dalam bursa pemilihan. Dalam proses musyawarah, empat calon lainnya sepakat memberikan amanah kepada Aliyah Mustika Ilham untuk memimpin ASITA Sulsel selama lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut membuat proses pemilihan berlangsung secara aklamasi. Hal ini sekaligus menunjukkan adanya semangat kebersamaan, persatuan dan kepercayaan di antara para pelaku usaha perjalanan wisata di Sulawesi Selatan. Usai terpilih, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya. “Terima kasih kepada seluruh anggota ASITA Sulawesi Selatan, khususnya kepada empat calon yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya untuk memimpin ASITA Sulsel. Ini bukan hanya amanah pribadi, tetapi amanah bersama yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia menegaskan, kepemimpinannya akan mengedepankan kolaborasi dan kebersamaan untuk membawa ASITA Sulsel semakin maju serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat. Dalam visi yang diusung, Aliyah Mustika Ilham membawa gagasan “ASITA Sulsel Naik Kelas: Terpadu, Saling Terhubung, Terpercaya, dan Memberi Dampak Nyata” dari organisasi profesi menjadi ekosistem pariwisata berdaya saing global. Aliyah Mustika Ilham juga menargetkan DPD ASITA Sulsel 2026–2031 menjadi ekosistem pariwisata yang terpadu, saling terhubung, terpercaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, ASITA Sulsel diarahkan menjadi pusat kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan pasar mancanegara untuk bersama-sama mengembangkan serta mengangkat Sulawesi Selatan sebagai destinasi pariwisata unggulan berkelas dunia. Untuk mewujudkan visi tersebut, Aliyah Mustika Ilham membawa enam program strategis AMI (ASITA Maju Inspiratif), yakni membangun jaringan kolaborasi tanpa batas, memperkuat kepercayaan terhadap organisasi, memberikan dampak nyata bagi anggota dan masyarakat, memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, melakukan transformasi digital secara menyeluruh, serta menjadikan ASITA sebagai mitra sejajar dalam perumusan kebijakan pariwisata. “Keberhasilan ASITA diukur bukan dari banyaknya rapat, tapi dari naiknya tingkat kesejahteraan anggota dan pelaku pariwisata,” kata Aliyah Mustika Ilham. Dengan terpilihnya secara aklamasi, Aliyah Mustika Ilham diharapkan mampu membawa ASITA Sulsel semakin solid, adaptif dan kolaboratif, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.

Baca Selengkapnya