Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

HUT ke-81 RI, Makassar Launching Tiga Fitur Terbaru App Lontara+, Komitmen Pelayanan Publik Mudah dan Adil Untuk Warga

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan tiga fitur layanan publik tambahan dalam Super Apps Lontara+ usai pelaksanaan upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Tiga fitur yang diluncurkan tersebut meliputi layanan administrasi kependudukan (Dukcapil), pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Bapenda, serta layanan Makassar Move. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik melalui satu platform digital yang lebih mudah dan praktis. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan, kehadiran layanan baru tersebut bukan hadiah namun dalam momentum peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, digitalisasi layanan publik merupakan bagian dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang mudah dan setara. “Ini bukan hadiah untuk warga Makassar. Ini adalah hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat dan adil,” ucapnya. Salah satu fitur tambahan yang dihadirkan adalah layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Sebelumnya, akses masyarakat terhadap sejumlah layanan administrasi kependudukan masih terbatas oleh waktu dan mekanisme pelayanan. Dengan integrasi layanan Dukcapil ke dalam Lontara+, masyarakat kini dapat mengakses layanan tersebut secara digital selama 24 jam. Sejumlah layanan administrasi kependudukan yang dapat diakses melalui Lontara+ antara lain pencetakan Kartu Keluarga, penerbitan akta kelahiran, penerbitan akta kematian baru, hingga pengesahan anak. Integrasi ini diharapkan membuat proses pelayanan menjadi lebih praktis sekaligus menciptakan sistem antrean yang lebih cepat dan adil. Digitalisasi juga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi praktik percaloan maupun pungutan liar dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Masyarakat tidak lagi harus bergantung pada pihak lain untuk mengakses layanan yang menjadi haknya. Cukup melalui perangkat yang dimiliki, berbagai kebutuhan administrasi kependudukan dapat diajukan melalui Lontara+. Fitur kedua adalah layanan pembayaran pajak daerah dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. Melalui Lontara+, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara digital tanpa harus datang langsung ke lokasi pelayanan. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendorong transparansi dalam pengelolaan layanan pembayaran pajak daerah. Menariknya, masyarakat yang melakukan pembayaran PBB melalui Lontara+ juga berkesempatan mengikuti Tax Reward Bapenda, sebuah event penghargaan yang diselenggarakan setiap tahun bagi wajib pajak. Dengan demikian, pembayaran pajak tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh apresiasi melalui program Tax Reward. Fitur ketiga yang diluncurkan adalah Makassar Move, yang turut diintegrasikan ke dalam ekosistem Lontara+. Kehadiran layanan ini semakin memperluas fungsi Lontara+ sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu platform. Dengan tambahan tiga fitur tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong transformasi digital pemerintahan agar masyarakat tidak perlu berhadapan dengan proses pelayanan yang berbelit-belit. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh haknya secara mudah, cepat, dan setara. Peluncuran tiga fitur baru Lontara+ sekaligus menegaskan arah Pemerintah Kota Makassar dalam membangun pelayanan publik berbasis digital yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. "Karena kemerdekaan bukan hanya tentang memperingati sejarah, tetapi juga tentang memastikan setiap warga dapat merasakan kemudahan dan keadilan dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintahan," Pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Karebosi Berlangsung Khidmat

MAKASSAR,--Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026) pagi. Mengenakan Pakaian Dinas Umum (PDU), Munafri bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung khidmat. Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Adapun formasi pengibaran bendera Pasukan Paskibraka Kota Makassar tahun ini menyuguhkan formasi yang menyerupai Benteng Rotterdam berbentuk penyu yang merayap menuju laut. Representasi gedung sejarah yang mengenang perjuangan kemerdekaan di Kota Makassar. Usai upacara, Munafri mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat bersama dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. “Yang paling penting bagaimana kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan baik. Artinya melaksanakan proses-proses pembangunan,” ujarnya. Ia menekankan, pemerintah harus terus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat dengan menghadirkan kebijakan dan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan kemudahan bagi warga dalam memperoleh pelayanan publik. “Pemerintah terus harus berfungsi sebagai pelayan masyarakat, punya cita-cita untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di Kota Makassar ini, dan terus membangun inovasi untuk memberikan kemudahan-kemudahan kepada warga dalam mendapatkan layanan-layanan yang lebih baik,” katanya. Untuk itu, semangat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Makassar. Pemkot Makassar meluncurkan tiga fitur baru yang terintegrasi dalam aplikasi Lontara Plus, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan digital bagi masyarakat. Tiga fitur tersebut mencakup layanan pembayaran PBB, layanan administrasi kependudukan, serta Makassar Move yang membuka ruang interaksi digital antara masyarakat dan pemerintah untuk melaporkan berbagai kondisi yang ditemui masyarakat di ruang publik. Munafri menegaskan, inovasi layanan tersebut bukan sekadar hadiah bagi masyarakat di momentum kemerdekaan, melainkan bagian dari pemenuhan hak warga untuk mendapatkan pelayanan pemerintah yang lebih mudah dan responsif. Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat persatuan serta melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita adalah menjaga kemerdekaan ini dengan memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, dan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. Ia mengajak agar menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bergerak bersama, membangun Kota Makassar yang lebih maju, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Kemajuan kota , lanjutnya, tentu membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh masyarakat. “Semoga semangat kemerdekaan terus tumbuh dalam diri kita semua. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, prestasi, kepedulian, dan pengabdian demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.” ujarnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi-Melinda Ajak Warga Pilah Sampah sebagai Gerakan Bersama

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri giat Jelajah Sampah yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Tamalanrea, Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Minggu (16/8/2026). Kegiatan Jelajah Sampah tersebut menjadi titik ke-14 pelaksanaan program yang digagas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan persampahan di Kota Makassar. Didampingi kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengatakan, Jelajah Sampah bukan sekadar kegiatan memungut dan membersihkan sampah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus membangun kepedulian bersama. "Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas hingga berbagai unsur lainnya," kata Munafri. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas dan berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan Kota Makassar yang lebih bersih, sehat. Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Makassar juga ingin membangun kesadaran bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani mulai dari sumbernya, yakni dari rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing. "Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, dibatu oleh Pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini sangat penting menjaga Kebersihan Kota," tuturnya. Menurut pria yang akrab disapa Appi itu, warga menjadi bagian dari solusi dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah serta menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Ia menekankan, kegiatan Jelajah Sampah juga menjadi sarana edukasi nyata bagi masyarakat. Sehingga warga tidak hanya diajak melihat persoalan sampah, tetapi juga memahami jenis sampah yang dihasilkan sehari-hari, baik organik maupun anorganik. "Tentu lewat kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya diajak mengetahui persoalan sampah, tetapi juga memahami bagaimana sampah dapat dipilah, dikelola dan memiliki nilai manfaat," imbuh Wali Kota. Dia menjelaskan, masyarakat yang mengikuti Jelajah Sampah tidak sekadar menyusuri jalan atau menikmati suasana lingkungan. "Lewat Jelajah Sampah ini, kita tidak hanya datang untuk memungut dan membersihkan, tetapi juga untuk membuka mata dan memasang kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar kita," harapnya. Karena itu, Munafri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, jelajah Sampah diharapkan mampu mendorong lahirnya gerakan nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk mulai melakukan perubahan dari lingkungan masing-masing, dengan mengurangi produksi sampah, memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengolah sampah yang masih memiliki nilai manfaat, serta memastikan sampah dikelola dengan baik. “Jelajah Sampah titik ke-14 ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi, memilah, mengolah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan masing-masing," tutup Appi. Sedangkan, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan, Jelajah Sampah merupakan kegiatan edukatif dan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. "Ini kegiatan sejak bulan Juni, dan Kecamatan Tamalanrea menjadi kecamatan ke-14," ujar Helmy. Dia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Menurut Helmy, Jelajah Sampah dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai persoalan persampahan sekaligus memperkenalkan berbagai solusi yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah. "Dan memang dibentuk untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan persampahan dan memberikan berbagai macam solusi berkaitan dengan soal persampahan," jelasnya. Lebih lanjut, mantan Kadis PTSP itu menyebutkan, kegiatan Jelajah Sampah tidak hanya dilakukan dalam bentuk kegiatan di dalam ruangan, tetapi juga dilengkapi aktivitas luar ruangan yang bersifat interaktif. Untuk kegiatan indoor, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan sampah melalui biopori dan komposter, pengolahan sampah organik menggunakan maggot, serta pembuatan eco-enzyme. "Sementara kegiatan outdoor diisi dengan talk show, diskusi mengenai persoalan persampahan di Kota Makassar, pameran produk daur ulang, hingga aksi plogging dan penimbangan sampah," tuturnya. Dijelaskan, dalam aksi plogging di Kecamatan Tamalanrea, terkumpul sampah sebanyak 13,6 kilogram yang menjadi bagian dari aksi nyata tersebut. Sampah terkumpul terdiri atas sampah organik 1,02 kilogram, anorganik 3,12 kilogram, bahan berbahaya dan beracun (B3) 0,18 kilogram, serta residu sebanyak 8,74 kilogram. Helmy mengatakan, aksi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata untuk mengajak masyarakat melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus memahami jenis sampah yang dihasilkan. "Jelajah Sampah Kota Makassar merupakan sebuah kegiatan yang sifatnya edukasi dan kolaboratif," katanya. Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Kota Makassar meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membatasi timbulan sampah, sekaligus mendorong pengelolaan sampah secara mandiri. Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih dekat persoalan sampah di wilayah masing-masing dan memahami bahwa setiap orang dapat mengambil peran sebagai bagian dari solusi. Program Jelajah Sampah juga dirancang dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar dapat diterima berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum. Helmy menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat gerakan menuju Makassar Bebas Sampah 2029. "Ini menjadi momentum kolektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembatasan timbulan sampah," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

FunWalk PSMTI Sulsel Semarakkan HUT RI, Appi: Mari Bersatu dalam Keberagaman

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya merawat persatuan, memperkuat kebersamaan, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Kota Makassar. Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan FunWalk PSMTI 2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Hotel The Rinra, Makassar, Minggu (16/8/2026), dan diikuti masyarakat serta keluarga besar PSMTI Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Sulsel yang telah menggelar kegiatan yang tidak hanya mengedepankan aspek olahraga dan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. "Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PSMTI Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Munafri. Kegiatan FunWalk PSMTI Sulsel tersebut menjadi salah satu momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang sekaligus mempertemukan unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan. Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Makassar. Menurut Appi, kegiatan FunWalk tidak semata-mata menjadi aktivitas olahraga dan rekreasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Serta membangun kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Makassar dan Indonesia. "Saya melihat bahwa kegiatan FunWalk ini, menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang dimiliki oleh Kota Makassar dan Indonesia," harap Appi. Lebihblanjut, Munafri mengatakan, Makassar sejak dahulu dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya maupun etnis. Keberagaman tersebut, kata dia, tidak boleh menjadi sekat yang memisahkan masyarakat. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi modal sosial untuk membangun persatuan, toleransi, gotong royong, serta kehidupan sosial yang harmonis. "Kota Makassar adalah kota yang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang terbuka, kota yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan etnis. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi sekat di antara kita," tuturnya. "Justru melalui keberagaman itulah kita membangun persatuan, toleransi, gotong royong, dan kehidupan sosial yang harmonis," lanjut Munafri. Ia juga menilai keluarga besar PSMTI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Makassar. Kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia di berbagai sektor dinilai memiliki peran dalam mendukung kemajuan kota. Menurut Munafri, kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dalam bidang ekonomi, tetapi juga mencakup sektor sosial, pendidikan, budaya hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dia menilai, keluarga besar PSMTI telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Kota Makassar. "Kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia, baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya maupun kemasyarakatan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan kota kita," jelasnya. Karena itu, Munafri berharap kegiatan seperti FunWalk dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan. Ia ingin kegiatan semacam itu tidak hanya menjadi agenda seremonial. Akan tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat. Ditambahkan, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan Makassar yang aman, nyaman, inklusif dan berdaya saing. Pada momentum peringatan kemerdekaan, Munafri juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Kemerdekaan, kata dia, tidak hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini mengisinya melalui karya, kepedulian, persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah. "Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga Kota Makassar agar tetap menjadi kota yang aman, damai, toleran, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," ujarnya. Appi juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Bersatu dalam Keberagaman, sebagai kekuatan bersama dalam mendorong pembangunan Kota Makassar agar semakin maju. Selain mengajak masyarakat menjaga persatuan dan menerapkan pola hidup sehat, Munafri juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan sembari tetap memperhatikan ketertiban, kebersihan dan keselamatan. "Saya juga mengajak seluruh peserta untuk menikmati kegiatan ini dengan penuh kegembiraan, tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Sebelumnya151617Selanjutnya