Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Aliyah Mustika Ilham Dorong Barongko Go International Lewat Kolaborasi Gastronomi Makassar–Prancis

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mendorong pengembangan kuliner khas Makassar agar semakin inovatif dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Hal tersebut disampaikan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri Rendez-Vous Rasa 2026 – France Indonesia Gastronomy Week di Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Makassar, Kamis (24/9/2026).Kegiatan yang diselenggarakan Alliance Française Makassar bersama mitra Prancis dan Indonesia ini menjadi ruang kolaborasi budaya melalui gastronomi, dengan mengangkat kekayaan kuliner Makassar.Salah satu kuliner yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah barongko, kudapan tradisional Bugis-Makassar berbahan dasar pisang.Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rendez-Vous Rasa 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kuliner lokal.“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada kesinambungan dan keberlanjutan,” ujar Aliyah Mustika Ilham.Menurut Aliyah Mustika Ilham, pertemuan antara tradisi gastronomi Makassar dan Prancis merupakan momentum untuk menciptakan inovasi baru tanpa menghilangkan identitas kuliner lokal.Ia secara khusus menyoroti potensi barongko untuk dikembangkan dari sisi rasa, bentuk, kemasan maupun metode penyajiannya agar lebih praktis dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan.“Barongko ini merupakan makanan tradisional kami. Mudah-mudahan dari sini muncul ide dan gagasan baru, apakah dari rasanya, kemasannya atau cara penyajiannya, sehingga bisa menjadi makanan yang lebih praktis dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” tambahnya.Aliyah Mustika Ilham juga mendorong keterlibatan para chef serta alumni sekolah kuliner internasional yang berada di Makassar untuk membangun jejaring dan menghasilkan kreasi kuliner baru.Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kuliner khas Makassar dalam perspektif gastronomi global.“Kita punya banyak alumni sekolah kuliner internasional di Makassar. Mereka bisa dikumpulkan dan diajak berdiskusi untuk melahirkan ide dan kreativitas baru, sehingga tercipta kuliner hasil kolaborasi Makassar dan Prancis,” katanya.Dalam kegiatan tersebut, kolaborasi gastronomi menghadirkan Chef Stéphane Carrade, chef peraih dua bintang Michelin, Chef Eko Hadiwijaya, alumnus Le Cordon Bleu Paris, serta Chef Natalia Tanyadji, pemilik Mama Toko Kue.Aliyah Mustika Ilham berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak lebih luas bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelaku usaha kuliner di Kota Makassar.“Jangan sampai setelah kegiatan ini selesai, semuanya berhenti sebagai seremoni. Kita berharap ada hasil yang melekat, ada inovasi baru yang bisa kita persembahkan untuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, bahkan diperkenalkan ke dunia internasional,” tutupnya.Bagi Pemerintah Kota Makassar, pengembangan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan peluang promosi daerah.Melalui momentum Rendez-Vous Rasa 2026, Aliyah Mustika Ilham berharap kuliner khas Makassar seperti barongko dapat terus dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter tradisionalnya, sekaligus memiliki daya tarik dan nilai ekonomi yang semakin luas.Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, sejumlah perwakilan dan undangan dari unsur Prancis dan Indonesia, serta perwakilan dari Jajaran DPD ASITA Sulsel.

Baca Selengkapnya
Umum

Sambangi Program Unggulan Bogor, TP PKK Makassar Gali Inspirasi untuk Makassar

BOGOR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin jajaran Tim penggerak PKK Kota Makassar dalam kunjungan studi tiru ke Kota Bogor, Kamis (24/9/2026).Kunjungan yang berlangsung di Paseban Sei Baruga, Balai Kota Bogor itu menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus melihat berbagai inovasi yang dapat dikembangkan dalam gerakan PKK di Kota Makassar.Dalam sambutannya, Melinda menyatakan Bogor dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki berbagai program dan inovasi yang menarik untuk dipelajari.Baginya, setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pengalaman dari Bogor dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat program PKK di Makassar.“Studi tiru ini bukan hanya untuk melihat apa yang dilakukan di Bogor, tapi bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman tersebut dan mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Makassar,” ujar Melinda.Ia pun berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan untuk memperkaya gerakan PKK di Makassar, terutama dalam menghadirkan program yang inovatif, relevan dan benar-benar dekat dengan kebutuhan warga.Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang melihat program kerja, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi, bertukar pengalaman, berbagi inovasi, dan memperkuat jejaring gerakan PKK antarkota.Yantie juga memperkenalkan rencana penguatan keterlibatan generasi muda melalui konsep “PKK Muda”.“Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi Gen Z dan milenial agar dapat ikut aktif dalam kegiatan PKK dengan membawa ide serta perspektif yang lebih dinamis,” sebutnya.Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim juga hadir untuk menyambut jajaran Tim Penggerak PKK Kota Makassar.Ia menyebut Bogor dan Makassar memiliki sejumlah kemiripan sebagai kota tua di Indonesia, mulai dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat hingga berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi.Wali Kota Bogor itu juga membuka peluang agar kunjungan antarkota dapat dilakukan dalam waktu yang lebih panjang sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berdampak pada perekonomian daerah.Usai agenda penyambutan, jajaran TP PKK Kota Makassar melanjutkan studi tiru ke lokasi berikutnya untuk melihat langsung penerapan 10 Program Pokok PKK di lapangan. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Munafri Antar Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026

JAKARTA—Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diganjar penghargaan Kota Terbaik Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tahun 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI‎.Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 serta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).Munafri menerima penghargaan tersebut bersama sembilan kota/kabupaten se-Indonesia lainnya. Penyerahan penghargaan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, hingga Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah se-Indonesia dalam mempercepat digitalisasi pemerintahan khususnya dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital.Usai menerima penghargaan, Munafri mengatakan upaya transformasi digitalisasi Pemerintah Kota Makassar tidak hanya sekedar diarahkan pada transformasi sistem konvensional menjadi digital. Tetapi juga pada bagaimana teknologi digunakan untuk membangun ekosistem keuangan dan transaksi daerah yang lebih transparan dan akuntabel.Selain itu, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini melanjutkan bahwa ekosistem digitalisasi ekonomi dan keuangan yang dikembangkan juga diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat. Sehingga dapat memangkas panjangnya proses pelayanan dan mendekatkan akses pemerintah kepada masyarakat.“Ini adalah upaya yang kita lakukan bersama untuk memaksimalkan progres digitalisasi di dalam sistem Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan jaminan terhadap transparansi dan akuntabilitas, mempermudah layanan dan akses layanan dari pemerintah ke masyarakat,” kata.Dengan tujuan tersebut, lanjut Appi, berbagai aplikasi dan layanan digital terintegrasi yang telah di kembangkan Pemerintah Kota Makassar tidak hanya menjadi sebuah gerakan. Tetapi dikembangkan untuk memberikan dampak nyata program pemerintah ditengah-tengah pelayanan yang dirasakan masyarakat.Sehingga bagi Munafri, ukuran keberhasilan transformasi digitalisasi keuangan dan transaksi benar-benar berhasil ketika teknologi yang dihadrikan mampu menyelesaikan persoalan pelayanan yang dihadapi masyarakat.“Inilah yang terus kita kembangkan dengan berbagai platform yang ada di pemerintah kota supaya percepatan akses digitalisasi ini benar-benar tidak hanya menjadi sebuah gerakan, tapi memberikan dampak nyata untuk bisa semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” harapnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Pelajari Konsep Kampung Pusaka di Kota Bogor

BOGOR — Usai mengikuti agenda penyambutan di Balai Kota Bogor, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama rombongan melanjutkan kunjungan studi tiru ke Kampung Pusaka, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Kamis (24/9/2026).Menuju lokasi, rombongan diajak menikmati perjalanan menggunakan Bus Uncal, layanan bus wisata keliling Kota Bogor yang dikelola Pemerintah Kota Bogor.Bus dengan konsep kabin terbuka tersebut menjadi bagian dari pengalaman kunjungan sebelum rombongan melihat langsung inovasi pemberdayaan masyarakat di Kampung Pusaka.Setibanya di lokasi, Melinda Aksa melihat langsung kawasan yang mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan PKK dalam satu ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.Menurut Melinda, Kampung Pusaka memiliki suasana yang asri, sejuk, dan cukup luas. Yang menarik, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan program, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan bermain bagi anak-anak di sekitar.“Tempatnya asri, sejuk, dan luas. Yang paling menarik, ruang ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat, termasuk anak-anak yang datang sore hari untuk bermain dan membaca buku,” ujar Melinda.Melinda menilai konsep tersebut menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari dalam kunjungan studi tiru TP PKK Kota Makassar.Menurutnya, keberadaan ruang publik yang menggabungkan unsur edukasi, kreativitas, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat membuat program PKK lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.Lurah Bubulak, Anjar Apriyana, menjelaskan Kampung Pusaka merupakan salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan di wilayahnya dengan mengintegrasikan 10 Program Pokok PKK dalam satu kawasan.“Jadi 10 Program PKK tidak berdiri sendiri, tetapi kami coba hadirkan dalam satu kawasan yang bisa dilihat, digunakan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.Kampung Pusaka dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari Taman Baca Masyarakat Bu Ceri atau Bugul Berkisah, Pojok Ekspresi sebagai ruang bermain dan berkreasi anak, kawasan Aku Hatinya PKK untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, hingga Posko Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS TTBB).Kawasan ini juga dibangun melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya melibatkan kader PKK, tetapi juga lembaga kemasyarakatan kelurahan, anak-anak, tokoh masyarakat hingga pihak CSR.Bagi Melinda, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting yang membuat sebuah program dapat terus hidup dan berkembang.“Yang kita lihat di sini bukan hanya tempatnya, tetapi bagaimana masyarakat ikut merasa memiliki. Ketika masyarakat terlibat dan ruangnya digunakan bersama, program akan lebih mudah berkembang dan memberi manfaat,” tuturnya.Melinda berharap pengalaman dari Kampung Pusaka dapat menjadi inspirasi bagi TP PKK Kota Makassar untuk mengembangkan ruang-ruang pemberdayaan masyarakat yang lebih terintegrasi, sekaligus menghadirkan tempat yang nyaman untuk belajar, bermain, berkreasi, dan berinteraksi.“Kita bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan di sini, kemudian melihat apa yang bisa kita kembangkan di Makassar sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat kita,” kata Melinda.Kunjungan ke Kampung Pusaka menjadi salah satu rangkaian studi tiru Tim Penggerak PKK Kota Makassar di Kota Bogor untuk melihat secara langsung berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat dan penerapan 10 Program Pokok PKK di tingkat wilayah.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Dari Kanal Batua Raya ke Produk Bernilai Jual, Dekranasda Makassar Dorong Pemanfaatan Eceng Gondok

MAKASSAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menyerahkan bantuan rakit bambu untuk mendukung penanganan dan pemanfaatan eceng gondok di Kecamatan Panakkukang, Rabu (23/9/2026).Penyerahan tersebut berlangsung di kawasan Kanal Jalan Batua Raya yang memiliki potensi eceng gondok cukup melimpah. Tanaman yang selama ini memenuhi kawasan perairan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi.Kegiatan ini turut dihadiri Camat Panakkukang Syahril, Sekretaris Camat Panakkukang Rendra, para lurah se-Kecamatan Panakkukang, serta pengurus Dekranasda Kota Makassar.Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan bahwa pemanfaatan eceng gondok merupakan salah satu upaya mengubah bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi."Eceng gondok sering kali dianggap sebagai tanaman pengganggu yang memenuhi perairan. Namun, dengan kreativitas dan keterampilan, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai jual," ujar Melinda.Menurutnya, potensi eceng gondok yang tersedia di sepanjang Kanal Batua Raya menjadi peluang bagi masyarakat Panakkukang untuk mengembangkan berbagai produk kerajinan berbasis bahan alam.Melinda menjelaskan, pemanfaatan tanaman tersebut tidak hanya terbatas pada produk kerajinan seperti tas, keranjang, dekorasi rumah, dan aksesori. Eceng gondok juga berpotensi diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak atau kayu, serta berbagai produk bermanfaat lainnya.Dengan pemanfaatan tersebut, penanganan eceng gondok diharapkan tidak hanya membantu mengurangi tanaman yang memenuhi perairan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar."Inilah semangat yang ingin terus kita dorong melalui Dekranasda, yaitu bagaimana potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi peluang, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkapnya.Melinda berharap rakit bambu yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendukung aktivitas pengumpulan eceng gondok, sehingga tanaman tersebut dapat dikelola lebih lanjut menjadi bahan baku produk kreatif yang ramah lingkungan.Ia juga mengajak para pengrajin dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, desain, kreativitas, kemasan, serta kemampuan pemasaran agar produk kerajinan yang dihasilkan memiliki daya saing.Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, lanjut Melinda, juga perlu dimaksimalkan sebagai sarana memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar."Limbah bukan selalu akhir dari sebuah proses, tetapi dapat menjadi awal dari sebuah kreativitas dan peluang baru," tutur Melinda.Melalui upaya tersebut, Dekranasda Kota Makassar berharap pemanfaatan eceng gondok dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.Melinda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah, Dekranasda, masyarakat, pengrajin, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat dalam mengembangkan potensi lokal."Semoga ikhtiar kecil ini dapat menjadi langkah besar dalam mewujudkan masyarakat yang semakin kreatif, mandiri, dan sejahtera," pesan Melinda.Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Melinda bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pengurus Dekranasda turut meninjau langsung kondisi Kanal Batua Raya serta menyaksikan penggunaan rakit bambu oleh petugas di tengah hamparan eceng gondok.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi eceng gondok sebagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Panakkukang.

Baca Selengkapnya
Umum

Bunda PAUD Makassar Dorong Komunikasi Efektif untuk Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

MAKASSAR — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu, (23/09/2026).Kegiatan tersebut diikuti pengurus Pokja Bunda PUAD Kota Makassar, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Makassar serta para guru PAUD se-Kota Makassar.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia dini merupakan fase yang sangat menentukan perjalanan kehidupan setiap individu.“Pada masa inilah karakter, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta berbagai potensi dasar setiap individu mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Melinda.Menurutnya, PAUD tidak hanya berbicara mengenai proses pendidikan di dalam kelas, tetapi merupakan ekosistem yang dibangun bersama oleh pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta Bunda PAUD.“Bunda PAUD, kata Melinda, memiliki posisi strategis sebagai figur penggerak, motivator, komunikator, sekaligus mitra bagi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.“Namun, untuk dapat menggerakkan dan menginspirasi, tentu dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya.Ia menjelaskan, kemampuan public speaking mampu membuat pesan yang disampaikan dapat dipahami, diterima, dan mampu menggerakkan orang lain untuk melakukan kebaikan.“Untuk itu, seorang Bunda PAUD, lanjutnya, dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah hingga anak-anak yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda,” tutur Melinda.Melinda berharap Bunda PAUD mampu menyampaikan berbagai program dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, sebaik apa pun sebuah program, apabila tidak dikomunikasikan dengan baik, akan sulit mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat.Ia menekankan, Pemerintah Kota Makassar membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bunda PAUD, pemerintah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.“Jangan takut salah ketika berbicara. Jangan takut untuk tampil. Karena setiap suara yang disampaikan dengan niat baik dapat menjadi awal dari sebuah perubahan,” pesan Melinda.Selain kemampuan berbicara, Melinda juga mengingatkan pentingnya menjadi pendengar yang baik.“Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara, tetapi juga seberapa baik kita mendengarkan. Ketika kita mau mendengarkan guru, kita akan memahami tantangannya. Ketika kita mau mendengarkan orang tua, kita akan memahami kebutuhannya. Dan ketika kita mau mendengarkan anak, kita akan lebih memahami dunia mereka,” jelasnya.Ia menambahkan, komunikasi yang baik akan melahirkan kolaborasi, sementara kolaborasi akan melahirkan gerakan bersama dalam membangun PAUD yang semakin berkualitas.“Dari komunikasi yang baik, lahirlah kolaborasi. Dari kolaborasi, lahirlah gerakan. Dan dari gerakan bersama, kita dapat membangun PAUD yang semakin berkualitas,” ungkap Melinda.Dalam kegiatan tersebut, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menghadirkan sejumlah trainer, di antaranya Dr. H. Muh. Fadli Tahar dengan materi Hypno Public Speaking, Prof. Dr. H. Muhammad Hidayat yang membawakan materi Pentingnya Public Speaking sebagai Kunci Kesuksesan, serta CEO & Founder Growth Indonesia, Dr. Irwani Pane, dengan materi Cara Public Speaking yang Baik untuk Guru PAUD.Selain materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung public speaking untuk mengasah kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang efektif dan inspiratif dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini.

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)