Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Munafri-Aliyah Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).Upacara tersebut diikuti Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly Nanda, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar, mulai kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga lurah.Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.Sekaligus mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.Munafri mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen aparatur pemerintah dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Nilai persatuan, gotong royong, keadilan dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan NKRI serta memperkuat pelayanan pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat."Melalui peringatan hari Kesaktian Pancasila ini, kita harapkan terus menjaga semangat kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat," singkat Appi.Dalam upacara tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membacakan naskah ikrar Hari Kesaktian Pancasila.Dalam ikrar tersebut ditegaskan bahwa sejak diproklamasikannya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, berbagai rongrongan terhadap NKRI telah terjadi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.Ikrar juga mengingatkan bahwa berbagai ancaman tersebut dapat terjadi karena kelemahan dan kurangnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya yang bertujuan menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.Karena itu, semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila menjadi kekuatan penting dalam memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia."Di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian bagian ikrar yang dibacakan Wakil Wali Kota, dalam upacara tersebut. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadir di HUT ke-45 FAJAR, Wali Kota Makassar Tekankan Fungsi Kontrol Media

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri syukuran dan peringatan hari ulang tahun (HUT) yang ke-45 tahun FAJAR di Gedung Graha Pena, Rabu (30/09/2026) malam. Munafri hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Moh Roem.Pada kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi dan harapannya agar FAJAR terus menjadi media terpercaya sekaligus penggerak perubahan positif bagi masyarakat di Makassar dan Sulawesi Selatan.Melalui momen tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini juga menegaskan pentingnya peran media massa sebagai wadah penyeimbang dan kontrol sosial bagi penyelenggaraan pemerintahan di daerah.Ia meminta insan pers tetap bersikap objektif dan berani menyampaikan kebenaran, meskipun menjalin kerja sama atau kontrak publikasi dengan Pemerintah Kota Makassar."Media ini merupakan wadah penyeimbang yang terjadi di tengah masyarakat yang harus memberikan tell the truth, sesuatu yang benar. Jangan gara-gara kita sudah berkontrak dengan Pemerintah Kota, sehingga pemberitaannya tidak lagi berimbang," tegasnya.Menurut wali kota eks penyiar radio ini, pemerintah membutuhkan media sebagai 'mata dan telinga' untuk menjangkau berbagai persoalan warga yang mungkin luput dari pengawasan Pemerintah Kota Makassar."Di sinilah peran media sebagai penyeimbang untuk memberikan social control terhadap pola pembangunan yang ada di Kota Makassar," lanjutnya.Selain menyoroti independensi pers, Appi juga mendorong industri media untuk terus bertransformasi di tengah pesatnya perkembangan era digital dan perubahan pola algoritma informasi. Ia menilai tantangan industri media ke depannya tentu menuntut adaptasi yang lebih gesit.Ia pun mengapresiasi FAJAR yang masih berdiri sebagai salah satu media besar di Kota Makassar hari ini. Menurutnya bertahan selama 45 tahun merupakan bukti resiliensi FAJAR."Kita harus punya kekuatan-kekuatan baru untuk melawan pola-pola algoritma baru. Penting sekali hari ini mengenali habit dari pembaca kita, apakah layanan yang kita berikan sudah sesuai dengan needs and wants mereka," pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

APBD Perubahan 5,2 Triliun Disahkan, Wali Kota Makassar Arahkan Anggaran Responsif ke Warga

MAKASSAR,—Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar menyepakati dan mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,26 triliun.Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar yang digelar di Aula Sipakatau, Balai Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan perubahan anggaran dilakukan untuk memastikan kebijakan belanja pemerintah tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.“APBD ini diharapkan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Itulah gunanya ada anggaran Perubahan ini untuk memastikan fit-nya antara kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat yang bisa disupport oleh pemerintah,” ujarnya.Dalam APBD Perubahan 2026, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp5,26 triliun, dengan pendapatan daerah Rp4,56 triliun. Munafri menyebut, nilai APBD Perubahan tersebut meningkat sekitar Rp80 miliar dibandingkan APBD pokok.Sementara, tambahan pembiayaan netto sebesar Rp699,85 miliar bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.Dengan disahkannya APBD Perubahan, Munafri selanjutnya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaksimalkan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran hingga akhir tahun. Ia mendorong seluruh OPD untuk tetap memaksimalkan realisasi belanja di atas 95 persen.“Setelah perubahan ini kan ada terkoreksi anggaran, mereka (OPD) harus memaksimalkan seperti target awal kita bahwa kita punya komitmen bersama-sama untuk memberikan kepastian terhadap realisasi belanja di atas 95%,” tegasnya.Munafri mengatakan, capaian tersebut akan terus dipantau melalui monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan program yang telah dianggarkan dapat direalisasikan secara maksimal.“Inilah gunanya kita terus melakukan monev untuk memastikan serapan belanja itu bisa maksimal sampai di penghujung tahun,” ujarnya.Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Makassar atas pembahasan APBD Perubahan yang telah dilakukan secara bersama-sama.Ia menilai pembahasan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS hingga Ranperda Perubahan APBD 2026 menunjukkan komitmen eksekutif dan legislatif dalam menyusun anggaran yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Pandangan anggota Dewan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sungguh sangat berarti bagi peningkatan kinerja Pemerintah Kota Makassar, baik sekarang maupun di masa yang akan datang,” katanya.Pengesahan ini, lanjutnya, menjadi salah satu agenda strategis Pemkot Makassar dalam memastikan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun anggaran.Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan bahwa pembahasan Perubahan APBD 2026 perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung keberlanjutan program pembangunan di Kota Makassar.“Kita berharap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat semakin memperkuat program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Tentunya, seluruh prosesnya harus dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Konsep HUT Kota Makassar ke-419 Mulai Dikemas, Munafri Arahkan Berdampak bagi Warga

MAKASSAR,—Pemerintah Kota Makassar mulai membahas konsep rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Makassar ke-419 pada November 2026 mendatang. Namun sebelum memulai pembahasan teknis kegiatan lewat rapat formal, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, lebih dahulu memberikan arahan soal inti konsep perayaan.Melalui pertemuan ringan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (30/9/2026), Munafri meminta kepada seluruh panitia dan jajaran pemerintah Kota Makassar agar rangkaian kegiatan Hari Jadi yang dirancang memperhitungkan pelibatan dan manfaat kegiatan kepada masyarakat secara luas."Yang paling utama adalah melibatkan masyarakat, apresiasi kepada masyarakat atau kelompok masyarakat, baik struktur pemerintah maupun di luar itu yang telah berkontribusi nyata juga kepada pemerintah atau kepada kota dengan berbagai macam kegiatan," katanya.Munafri mengingatkan agar berbagai rangkaian kegiatan yang dihadirkan harus merepresentasikan semangat harapan yang rencananya akan menjadi pesan utama pada tema perayaan HUT Kota yang ke 2026.Ia mengatakan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, ia ingin momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Daeng ini menunjukkan bahwa masih ada kontribusi dan harapan yang terus tumbuh di Kota Makassar."Yang kedua, saya tidak mau kegiatan ini bersifat hura-hura. Bersifat hura-hura saja yang setelah itu tidak ada lagi manfaatnya," tegasnya.Munafri juga meminta seluruh kegiatan yang masuk dalam rangkaian HUT Kota memiliki konsep dan tone yang selaras dengan Pemerintah Kota Makassar. Ia mendorong potensi dan talenta lokal lebih banyak dilibatkan, termasuk dalam penggunaan jasa maupun belanja kegiatan."Dimaksimalkan talenta-talenta kota yang di miliki, maksimalkan apa yang kita miliki supaya memastikan bahwa HUT ini adalah HUT yang dilaksanakan oleh Kota Makassar dan untuk warga Kota Makassar," ujarnya.Selain konsep kegiatan, Munafri meminta panitia mengevaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia berharap kekurangan dalam pelaksanaan sebelumnya dapat diperbaiki pada pelaksanaan HUT tahun ini.Munafri juga meminta pembagian tugas setiap perangkat daerah diperjelas. Termasuk memastikan koordinasi seluruh instansi untuk memastikan keterlibatan serta tanggung jawab masing-masing dalam rangkaian Hari Jadi Kota Makassar ke-419.Faktor cuaca juga menjadi perhatian Munafri, karena menurutnya pelaksanaan Hari Jadi akan berlangsung memasuki musim hujan. Ia pun meminta panitia menyiapkan konsep teknis yang mempertimbangkan kondisi tersebut, termasuk lokasi dan alur setiap kegiatan.Terakhirnya, Munafri meminta panitia segera menentukan waktu dan menyiapkan konsep teknis secara menyeluruh untuk dipresentasikan kepadanya. Ia berharap peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-419 menjadi momentum yang lebih tertata, melibatkan warga, serta meninggalkan manfaat bagi masyarakat.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Pentingnya Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka kegiatan Pembekalan bagi Pra Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar di Krakatau Ballroom, Hotel Horison Ultima Makassar, Rabu (30/9/2026).Mengangkat tema “Siap Kerja, Siap Berkarya, Migrasi Aman Menuju CPMI yang Unggul dan Profesional,” kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan pembekalan kepada para pencari kerja yang berminat memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa peluang bekerja di luar negeri harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai prosedur penempatan, hak dan kewajiban pekerja, serta aspek perlindungan selama menjalani proses migrasi kerja.“Penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga pekerja migran mendapatkan perlindungan, baik sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah kembali ke tanah air,” ujar Aliyah Mustika Ilham.Menurutnya, migrasi kerja yang aman membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pelatihan, lembaga perlindungan pekerja migran, perusahaan penempatan, hingga masyarakat sebagai calon pekerja migran.Aliyah Mustika Ilham juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah mempercayai informasi maupun tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas legalitas dan prosedurnya.Pemahaman terhadap informasi yang benar menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penempatan pekerja migran secara nonprosedural.“Jangan sampai mereka berangkat membawa harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tetapi justru menjadi korban karena kurangnya informasi dan perlindungan,” tegasnya.Berbekal pengalamannya sebagai anggota DPR RI Komisi IX periode 2014–2024, Aliyah Mustika Ilham juga menekankan pentingnya perhatian serius dari seluruh pihak terhadap perlindungan pekerja migran Indonesia.Ia berharap proses penempatan pekerja migran tidak hanya berorientasi pada keberangkatan, tetapi juga memastikan kesiapan, kompetensi, keamanan, serta perlindungan para pekerja hingga mereka kembali ke daerah asal.“Harapan kita, mereka yang bekerja di luar negeri tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan. Ketika kembali ke Makassar, mereka dapat mengembangkan usaha dan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” tambahnya.Aliyah Mustika Ilham mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adil, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Makassar.Ia menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompetitif.“Peningkatan kompetensi merupakan suatu keharusan agar tenaga kerja kita mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pasar kerja global,” tutupnya.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 peserta pencari kerja dari Kota Makassar.Peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan SMA, SMK, diploma hingga sarjana, termasuk lulusan baru maupun pencari kerja yang telah memiliki pengalaman kerja.Zainal Ibrahim menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada peserta mengenai peluang pasar kerja luar negeri, prosedur penempatan yang aman dan sesuai ketentuan, pemahaman mengenai migrasi aman, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi persaingan pasar kerja global.Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi dan lembaga terkait, yakni Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, menyampaikan materi “Migrasi Aman untuk Akses Kerja Pasar Global (Sinkronisasi Program SMK Go Global).”Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Nasrun Ilmullah, membawakan materi “Penyiapan Kompetensi untuk Akses Pasar Kerja Global.”Adapun materi mengenai “Peran Pemerintah Kota Makassar dalam Penyiapan Akses Pasar Kerja” disampaikan oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Makassar, Dr. Usman.Turut hadir Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kota Makassar, Rizka Mahardika; Kepala Balai K3 Makassar; Kacab PT Timur Raya Jaya Lestari; Kacab PT Al Widha selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta jajaran terkait lainnya.Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap para pencari kerja yang berminat bekerja di luar negeri memiliki bekal informasi, keterampilan, dan pemahaman yang memadai sehingga mampu mengakses peluang kerja global secara aman, legal, kompeten, dan profesional.Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas akses kesempatan kerja dan mendukung penurunan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas serta daya saing tenaga kerja daerah.

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Dukung Revitalisasi Kanal Al-Markaz Jadi Ruang Publik dan Wisata Baru

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut inisiasi kolaboratif revitalisasi Kanal Panampu di kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami. Rencana tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sulawesi dan Maluku (Suma), Azri Rasul, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, beserta jajaran terkait.Wali Kota Makassar, yang akrab disapa Appi, menyambut baik inisiatif penataan kanal yang direncanakan sepanjang 170 meter tersebut.Upaya penataan kota dari sisi lingkungan dan infrastruktur termasuk pada kawasan kanal memang sangat menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinannya.Menurut Appi, revitalisasi kanal tidak hanya mengembalikan fungsi lingkungantetapi juga dapat memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat.Kanal yang tertata dapat mengembalikan jalur air yang kerap jadi penyebab banjir di musim hujan. Salin itu, mengembalikan fungsi badan jalan pada sisi kanal sepenuhnya dapat menjadi jalur alternatif pengendara."Penataan kanal ini tidak hanya soal maintanance (perawatan lingkungan), tetapi juga bisa menjadi jalur alternatif pengurai kemacetan dan estetika kota," ujarnya.Appi pun menekankan pelaksanaan penataan dengan konsep terintegrasi, mulai penataan air kanal, penataan badan kanal dan jalanan hingga sistem pengendalian sampah secara berkelanjutan.Ia juga memastikan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk melibatkan dinas teknis hingga jajaran kecamatan dalam mendukung pelaksanaan di lapangan.Appi berharap proyek percontohan (pilot project) tersebut berjalan sukses sehingga model penataannya dapat diterapkan pada kanal-kanal lain di Kota Makassar.Sementara itu, Kapusdal LH Suma, Azri Rasul, menargetkan pekerjaan fisik rampung akhir tahun ini, sehingga kawasan kanal sudah dapat difungsikan oleh masyarakat setidaknya pada bulan Ramadan mendatang."Kita mau jadikan kanal ini kita tata jadi menarik bisa jadi wisata baru, jadi pilot program penataan kanal yang juga akan melibatkan UMKM,” ujar Azri.Ia mengatakan penataan kawasan ini dilakukan secara kolaboratif berdasarkan kewenangan teknis antara Pemerintah, Pusdal LH Suma, dan BBWS Pompengan Jeneberang.“InsyaAllah, kami juga akan undang provinsi untuk membahas ini bersama,” tambahnya.(*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)