Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar

MAKASSAR — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta perwakilan dari 79 kementerian dan lembaga mengikuti kegiatan Defile Kafilah dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Pakkarena Muri-Muriang yang dibawakan oleh kelompok binaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Penampilan tersebut menjadi suguhan budaya bagi para kafilah sekaligus bentuk penyambutan Pemerintah Kota Makassar terhadap seluruh peserta yang hadir di Kota Makassar. Setelah penampilan tari, rangkaian defile dilanjutkan dengan pertunjukan marching band binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar. Penampilan marching band menjadi pembuka barisan sebelum seluruh kafilah berjalan mengikuti rute defile yang telah ditentukan. Setelah marching band, sebanyak 117 kafilah peserta MTQ KORPRI mengikuti iring-iringan secara berurutan. Masing-masing kafilah membawa identitas provinsi, kementerian, maupun lembaga yang mereka wakili dalam pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026. Defile mengambil titik awal di depan Kantor MGC Makassar. Dari lokasi tersebut, para peserta berjalan bersama menuju Halaman Kantor Wali Kota Makassar, sekaligus melewati area yang telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian penyambutan para kafilah. Saat melintas di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sulaiman Sudirman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan, para peserta menyapa dan melambaikan tangan sebagai bentuk penghormatan. Para tamupun turut memberikan respons dan menyambut setiap kontingen yang melintas. Selanjutnya, dengan jarak sekitar 1,7 kilometer, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Karebosi yang menjadi lokasi pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026. Sekretaris Daerah Kota Makassar, Dr. andi Zulkifly menjelaskan, Kota Makassar menjadi lokasi pembukaan MTQ yang diawali dengan kegiatan defile seluruh peserta. Kafilah yang mengikuti defile tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga dari kementerian dan lembaga yang berpartisipasi dalam MTQ KORPRI tingkat nasional. “Untuk pembukaan itu di Kota Makassar. Sebentar di Lapangan Karebosi, insya Allah ini hari kita lakukan defile dulu untuk para peserta lomba yang ikut di semua se-Indonesia. Bukan hanya kabupaten/kota, tetapi kementerian juga yang ikut,” jelasnya. Dr. Zulkifly menambahkan, setelah defile, pembukaan MTQ dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Sementara pelaksanaan perlombaan akan tersebar di sejumlah lokasi di Makassar dan Pangkep yang telah disiapkan oleh panitia. “Nah, sebentar malam pembukaannya. Kemudian perlombaannya itu nanti ada di beberapa tempat, termasuk di Pangkep dan Makassar. Kalau di Makassar itu kita siapkan di Balai Kota ada, kemudian di Mall Pelayanan Publik juga kita siapkan, kemudian ada juga di Asrama Haji Sudiang. Nah, itu di situ perlombaannya,” katanya. Dr. Zulkifly juga menyampaikan bahwa rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 nantinya ditutup di Kabupaten Pangkep. Dengan demikian, dua daerah di Sulawesi Selatan tersebut memiliki peran dalam penyelenggaraan agenda nasional yang mempertemukan kafilah dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. “Penutupannya di Kota Pangkep, Kabupaten Pangkep. Iya, insya Allah nanti berakhir di sana,” ujarnya. Rangkaian Defile Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi momentum yang memperlihatkan keberagaman sekaligus persatuan aparatur dari seluruh Indonesia.

Baca Selengkapnya
Umum

CEO IBR Bawa Tiga Gagasan Strategis, Makassar Dibidik Tembus Pasar Global

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan produk kerajinan lokal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ke pasar internasional. Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di dampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (24/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Imat Badruddin berbagi perspektif mengenai peta peluang pasar global, khususnya di sektor hospitality, pariwisata, industri kreatif, hingga pengembangan talenta agar sumber daya manusia (SDM) Makassar mampu bersaing di tingkat internasional. Imat yang merupakan diaspora Indonesia dan berbasis di New York, Amerika Serikat, memiliki pengalaman sekitar dua dekade di bidang pemasaran, komunikasi kreatif dan manajemen talenta. Menurutnya, Makassar memiliki modal yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi salah satu kota dengan ekosistem ekonomi dan pariwisata yang mampu terkoneksi dengan pasar global. "Banyak potensi di Kota Makassar, Kota ini, tidak mulai dari nol. Makassar sudah harus melangkah jauh," ujar Imat dalam pemaparannya. Ia menilai Kota Makassar sebagai ibu Kota Provinsi Sulsel, memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari posisi strategis sebagai gateway kawasan Indonesia Timur, keberadaan perguruan tinggi, potensi pariwisata, hingga basis komersial yang telah berkembang. Potensi tersebut, kata dia, tinggal dikemas dan dimonetisasi melalui strategi yang tepat sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. "Makassar punya tourism asset yang besar. Tinggal bagaimana dikembangkan menjadi satu tourism ecosystem," katanya. Imat kemudian menawarkan tiga gagasan yang dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan Makassar menuju pasar global, yakni Experience (pengalaman), Creative Outsourcing Center atau kerja sama, dan Makassar Hub. Lanjut dia, Experience Makassar diarahkan untuk mengembangkan dan mengemas pengalaman wisata yang dimiliki Makassar sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Sementara Creative Outsourcing Center tidak dimaksudkan untuk mengambil alih atau bersaing dengan pelaku industri kreatif lokal. Sebaliknya, konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan talenta lokal dengan kebutuhan industri dan pasar global. Menurut Imat, Makassar memiliki banyak talenta potensial, terutama yang berasal dari perguruan tinggi. Talenta tersebut dapat diarahkan untuk mengerjakan berbagai kebutuhan industri internasional tanpa harus meninggalkan Makassar. "Jadi, Creative Outsourcing Center bukan berarti kita buka studio di sini kemudian bersaing dengan orang kreatif di sini," tuturnya. "Justru talenta yang ada di sini kita hubungkan dengan kebutuhan di luar," tambah dia. Ditambahkan, konsep ketiga adalah Makassar Hub yang dapat menjadi pintu masuk promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional. Imat mengatakan, pelaku UMKM Makassar yang telah memiliki produk dengan kualitas ekspor dapat diberikan akses untuk dipasarkan melalui jejaring internasional yang dimilikinya. Ia menyarankan agar produk yang dipromosikan tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari produk-produk kecil dan kebutuhan rumah tangga yang memiliki potensi pasar. "Kalau punya barang yang sudah ekspor approved, quality export, kasih ke saya. Kami bisa perkenalkan," ujarnya. Namun, menurutnya, pemerintah perlu melakukan proses kurasi terlebih dahulu. Kurasi tidak hanya menyangkut pelaku UMKM, tetapi juga kualitas produk yang akan dibawa ke pasar global. "Yang kita kurasi bukan orangnya saja, tapi barangnya," katanya. Imat juga menekankan pentingnya strategi keberlanjutan dalam membawa produk Indonesia ke pasar luar negeri. Menurutnya, kehadiran dalam pameran internasional tidak boleh berhenti pada kegiatan promosi selama beberapa hari. Dia menilai persoalan terbesar justru muncul setelah pameran selesai, ketika pelaku usaha harus melakukan tindak lanjut terhadap calon pembeli, menjaga komunikasi, memastikan ketersediaan produk, hingga memenuhi kebutuhan pasar. "Kalau berdagang di luar negeri jangan hanya datang pameran tiga hari, kemudian pulang. Kunci keberhasilan dari pameran adalah setelah pameran," tegasnya. Untuk itu, keberadaan hub atau jejaring pemasaran di negara tujuan dinilai penting agar produk lokal tetap memiliki representasi dan dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan promosi berakhir. Imat mencontohkan sejumlah negara yang dinilai berhasil membangun strategi untuk menembus pasar global dengan mempelajari praktik negara lain yang telah lebih dahulu sukses. Ia berharap Pemkot Makassar dapat memanfaatkan seluruh potensi yang telah dimiliki, bukan sekadar membangun sesuatu dari awal. "Jadi kita ini banyak sekali yang bisa dilakukan. Makassar itu tidak dari nol, sudah punya banyak modal," jelasnya. Melalui pengembangan tiga inisiatif tersebut, Imat berharap Makassar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, produktivitas, sekaligus memperluas promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar membuka jejaring dan peluang kolaborasi baru untuk mendorong pariwisata, UMKM, industri kreatif. "Serta kualitas SDM lokal agar semakin kompetitif di tingkat global," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut ratusan kafilah peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 melalui malam taaruf yang digelar di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (23/8/2026) malam. Malam taaruf tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakhrullah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, serta sejumlah pejabat kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dewan hakim, panitia, dan seluruh kafilah peserta. Dalam sambutannya, Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026, dengan Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah rangkaian kegiatan dan perlombaan. Sebanyak 117 kontingen atau instansi ambil bagian dalam ajang nasional tersebut, terdiri atas 38 provinsi, 77 kementerian dan lembaga, serta dua perguruan tinggi negeri. Total peserta mencapai 1.173 orang dengan 465 official. Munafri mengatakan, kepercayaan menjadikan Makassar sebagai lokasi pembukaan MTQ KORPRI Nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus berkah bagi kota ini. "Kami atas nama Pemerintah Kota Makassar mengucapkan selamat datang di Kota Makassar. Alhamdulillah, Makassar mendapat kesempatan dan kehormatan sebagai tuan rumah pembukaan kegiatan ini," katanya. Menurutnya, kehadiran seluruh kafilah dari berbagai daerah tidak hanya memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi, tetapi juga diharapkan membawa keberkahan dan doa terbaik bagi Kota Makassar. "Kami sangat berharap doa terbaik yang dikirimkan agar Kota Makassar senantiasa menjadi kota yang menjadi bagian penting bagi negara yang kita cintai," tuturnya. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu pun mengajak seluruh peserta menikmati keramahan dan berbagai pesona Kota Makassar, mulai dari semilir angin Mamiri hingga keindahan matahari terbenam di Pantai Losari. Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu selama berada di Kota Daeng. Munafri juga terbuka terhadap setiap masukan demi memastikan para kafilah mendapatkan pengalaman terbaik selama mengikuti MTQ KORPRI Nasional. "Kota Makassar insyaallah akan menjadi tuan rumah yang baik. Kami berusaha untuk menghadirkan hospitality yang terbaik kepada seluruh tamu yang hadir di kota ini. Kami berharap para delegasi bisa menceritakan hal-hal baik yang ditemukan di Kota Makassar, dan sampaikan kepada kami jika ada hal-hal yang kurang baik selama berada di sini," pungkasnya. Munafri berharap seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional dapat berjalan lancar serta menjadi momentum untuk semakin menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Qurani, khususnya dalam kehidupan para aparatur sipil negara dan birokrasi. Pada kesempatan yang sama, Zudan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ KORPRI Nasional. Ia menyebut Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang dua kali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ KORPRI Tingkat Nasional, setelah sebelumnya MTQ pertama juga digelar di Makassar. “Di Sulawesi ini juga MTQ kembali digelar dengan peserta terbanyak, seluruh 38 provinsi di Indonesia turut berpartisipasi, bersama 77 kementerian dan lembaga, menandai tingginya antusiasme ASN dari seluruh Indonesia dalam menyemarakkan MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026,” tambahnya. Adapun MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 secara resmi akan dibuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026). Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Agustus, dilanjutkan babak final pada 28 Agustus, sebelum penutupan yang akan digelar di Kabupaten Pangkep pada 29 Agustus mendatang.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Lepas Jalan Sehat Bersama Warga Maccini Sombala, Ingatkan Pilah Sampah dan Waspada Kemarau

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melepas sekaligus mengikuti kegiatan jalan sehat bersama warga RT-RW 006 Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Minggu (23/8/2026) pagi. Jalan sehat di pusatkan di Taman Maccini Sombala, Jalan Manunggal 22, dihadiri ratusan warga yang memadati kawasan mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain jalan sehat, kegiatan juga dirangkaikan dengan senam bersama. Munafri turut menyusuri rute bersama masyarakat melewati Jalan Maccini, Jalan Manunggal, Lorong II, Lorong I, sebelum kembali ke Taman Maccini Sombala. Kehadiran Munafri disambut antusiasme warga yang datang menyemarakkan peringatan kemerdekaan untuk berkumpul sekaligus berolahraga. Bagi Munafri, kegiatan sederhana yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat seperti ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan. Lebih dari itu, baginya kebersamaan warga menjadi momentum untuk membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Kepada seluruh warga, Munafri mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan program Pemerintah Kota Makassar, khususnya pengelolaan sampah mulai dari lingkungan rumah tangga. Munafri menegaskan, penanganan persoalan sampah harus dimulai dari kesadaran setiap keluarga untuk memilah dan mengelola sampah yang dihasilkan. "Program kita adalah Makassar yang clean, memilah sampahnya dan mengelola sampahnya mulai dari rumah," ujar Munafri. Ia mengatakan, upaya tersebut penting dilakukan agar masyarakat tidak mewariskan lingkungan yang kotor kepada generasi mendatang. Selain itu, pengelolaan sampah dari sumbernya juga diharapkan dapat mengurangi beban TPA Tamangapa di Antang. "Kita tidak ingin mewariskan kepada anak cucu kita ke depan Makassar yang kotor dan jorok. Maka kita harus mulai bersama-sama memastikan Makassar bersih dan mampu mengelola sampahnya sendiri," katanya. Tak hanya soal sampah, Munafri juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Ia meminta masyarakat bersama pemerintah mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, potensi kebakaran, hingga risiko munculnya penyakit. Untuk persoalan air, Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Sementara terkait potensi kebakaran, ia mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik, kompor, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. "Kalau keluar rumah, tolong listriknya diperhatikan. Ibu-ibu kalau sudah masak, pastikan kompornya sudah mati dengan betul. Yang merokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan," pesannya. Munafri juga meminta camat dan lurah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, terutama menghadapi potensi penyakit yang dapat lebih cepat menyebar saat musim kemarau. Pada kesempatan itu, Munafri turut mengajak masyarakat memanfaatkan fitur Makassar Move yang tersedia dalam aplikasi Lontara+. Melalui program tersebut, warga dapat mencatat aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berlari, jogging, hingga bersepeda. "Yang jalan setiap hari, jogging, naik sepeda atau lari, bisa masuk ke Makassar Move untuk mengukur aktivitasnya. Setiap minggu ada hadiah-hadiah menarik dari Pemerintah Kota Makassar," tuturnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

VESPAPORA 2026 Jadi Langkah Awal, Wali Kota Appi Bidik Komunitas Vespa Dunia ke Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mendorong Kota Makassar menjadi salah satu pusat berkumpulnya komunitas Vespa terbesar, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat dunia. Harapan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri VESPAPORA 2026 yang berlangsung di Pantai Indah Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (22/8/2026) malam. Di hadapan para pencinta dan komunitas Vespa yang hadir, Munafri mengatakan, Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi kota tujuan bagi para scooterist dari berbagai daerah bahkan berbagai negara. Menurutnya, penyelenggaraan VESPAPORA 2026 menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita tersebut. "Makassar tempat berkumpulnya Vespa seluruh dunia, dan cita-cita itu kita mulai di Vespa Pora tahun 2026 ini," kata Munafri. Ia berharap VESPAPORA dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan komunitas yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota tujuan kegiatan berskala nasional dan internasional. "Mudah-mudahan ke depan acara ini bisa semakin sukses untuk kita semua, menghadirkan komunitas Vespa yang terbesar yang ada di Indonesia di Kota Makassar," tutur Appi. Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan, gagasan untuk menjadikan Makassar sebagai kota berkumpulnya komunitas Vespa sebenarnya telah menjadi cita-cita yang sudah lama ia sampaikan. Karena itu, ia melihat VESPAPORA 2026 sebagai momentum penting untuk mulai membangun ekosistem tersebut secara lebih serius dan berkelanjutan. "Ini merupakan sebuah cita-cita yang sudah lama sekali saya sampaikan," terangnya. Mantan CEO PSM itu, juga mengajak seluruh komunitas Vespa untuk melihat Makassar sebagai rumah bersama. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Makassar untuk kalah dari kota-kota lain maupun negara lain yang telah mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan komunitas otomotif berskala besar. "Kenapa kota lain bisa, kenapa negara lain bisa, kenapa Makassar tidak bisa?" tegasnya. Ia optimistis, dengan dukungan komunitas, pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, Makassar mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi para pencinta Vespa dari berbagai penjuru dunia. "Insya Allah Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh pencinta Vespa seluruh dunia. Terima kasih, selamat datang," ucap Munafri. VESPAPORA sendiri merupakan festival sekaligus ajang berkumpulnya para pencinta dan komunitas motor Vespa. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi bagi para scooterist dari berbagai daerah dengan menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari hiburan, kontes, hingga pameran. Kehadiran komunitas Vespa dalam jumlah besar tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sesama pencinta Vespa, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Bagi Pemerintah Kota Makassar, kegiatan seperti VESPAPORA dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap komunitas, kegiatan kreatif, serta event berskala nasional dan internasional. Munafri pun berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui VESPAPORA tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia ingin momentum tersebut menjadi awal dari agenda yang lebih besar, sehingga Makassar ke depan benar-benar dikenal sebagai salah satu destinasi utama bagi komunitas Vespa dunia. "Dengan semangat VESPAPORA 2026, kita harapkan menjadi pijakan awal untuk mewujudkan visi menjadikan Makassar sebagai rumah besar bagi para pencinta Vespa melalui kegiatan komunitas dan pariwisata berbasis event," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Pandang, Appi Minta Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Kebakaran

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau panjang yang melanda Kota Makassar. Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Organisasi Rukun Warga (ORW) 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Sabtu (22/8/2026) malam. Munafri mengatakan, kewaspadaan dan pencegahan harus menjadi langkah pertama yang dilakukan masyarakat untuk melindungi rumah dan lingkungan dari ancaman kebakaran. "Yang paling pertama adalah kewaspadaan kita dan pencegahan kita terhadap yang namanya bahaya kebakaran," imbuh Munafri. Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Ia menyebut, hampir setiap hari terjadi kebakaran di sejumlah wilayah Kota Makassar. "Di Kota Makassar ini, hampir setiap hari ada kebakaran. Ini adalah bagian dari musim kemarau yang sangat panjang," katanya. Oleh sebab itu, Appi meminta masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW, untuk saling mengingatkan. Warga yang hendak bepergian dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong diminta memastikan seluruh peralatan listrik telah dicabut. "Kalau tetangga-tetangga mau pergi bepergian dan mengosongkan rumahnya, tolong disampaikan kepada Bapak RW atau RT-nya untuk memperhatikan listriknya," pesannya. Dia juga mengingatkan ibu rumah tangga agar memastikan api kompor benar-benar padam setelah memasak. Selain kebakaran, Munafri mengatakan musim kemarau panjang juga berpotensi menyebabkan kekeringan serta meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta Camat Panakkukang dan Lurah Pandang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rutin menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah masyarakat. "Ini tempatnya saya pikir cukup dan luas untuk dipakai untuk membuat cek kesehatan gratis," ujarnya. Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. Munafri mengatakan, Perumda Air Minum Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan dilibatkan untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan memastikan penyediaan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat. Seluruh apa yang kami miliki akan kami maksimalkan," katanya. "Baik dari PDAM, Dinas PU, maupun BPBD, semuanya kita akan turunkan untuk memastikan suplai dan pasokan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat," lanjut Munafri. Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan sempit dan lahan yang belum produktif untuk kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga. "Bagaimana kita memaksimalkan lahan-lahan sempit, lahan-lahan penganggur untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat pertanian dengan metode urban farming atau pertanian lahan sempit," ajakannya. Khusus Kelurahan Pandang, Munafri mengapresiasi masyarakat yang mulai aktif melakukan pemilahan sampah. Ia meminta Camat Panakkukang, Lurah Pandang, serta jajaran RT dan RW untuk meningkatkan intensitas gerakan tersebut. "Saya dengar sudah mulai memilah sampah dengan baik. Terima kasih Pak Camat, tolong ditambah lagi intensitasnya, Bapak dan Ibu RT, RW," tuturnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Panakkukang Sharahril beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Panakkukang, Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro M. Mabrur Mabmub Amin, Lurah Pandang Andi Sri Wahyuni, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, Tripika Kelurahan Pandang, serta para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Pandang. (*)

Baca Selengkapnya