Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Jelajahi Kota Makassar

Destinasi Wisata & Kuliner

Temukan keindahan pantai, sejarah, budaya, dan kuliner khas Makassar.

Wisata Bahari

Pulau Lae lae

Pulau Lae Lae adalah sebuah pulau kecil berpenghuni yang terletak sangat strategis di sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pulau dengan luas sekitar 6,5 hektare ini memiliki jarak yang sangat dekat dari daratan utama, yakni hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 5 hingga 10 mnt menggunakan perahu motor kayu dari Dermaga Kayu Bangkoa atau dermaga di depan Benteng Rotterdam. Kedekatan geografis ini menjadikan Pulau Lae-Lae sebagai salah satu destinasi wisata bahari alternatif yang paling mudah dan cepat diakses oleh warga lokal maupun wisatawan yang sedang berada di pusat Kota Makassar.

Meskipun ukurannya tergolong kecil, Pulau Lae-Lae menawarkan daya tarik wisata pantai yang memikat dengan pemandangan pasir putih yang membentang di beberapa sisinya. Di sepanjang pesisir pulau, pengunjung dapat menikmati embusan angin laut yang sejuk, berjalan santai di tepi pantai, atau berenang di perairannya yang relatif tenang. Salah satu keunikan bersejarah dari pulau ini adalah keberadaan situs peninggalan zaman penjajahan Jepang berupa sebuah bunker pertahanan bawah tanah, yang membuktikan peran strategis Pulau Lae-Lae di masa lalu sebagai benteng pertahanan maritim.

Daya tarik paling magis dari Pulau Lae-Lae tersaji menjelang petang, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari tenggelam yang spektakuler dengan latar belakang siluet gedung-gedung pencakar langit Kota Makassar dan Masjid 99 Kubah di seberang lautan. Kehidupan masyarakat nelayan setempat yang ramah dan bersahaja menambah kental nuansa perkampungan pesisir yang menenangkan hati. Pulau ini menjadi pilihan sempurna bagi siapa saja yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk kota besar tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Selengkapnya
Wisata Bahari

Pulau Lanjukang

Pulau Lanjukang adalah salah satu surga tersembunyi yang terletak di gugusan Kepulauan Spermonde, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai salah satu pulau terluar di wilayah tersebut, destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih sangat asri dan jauh dari hiruk-piruk perkotaan. Keindahan alaminya yang belum banyak terjamah oleh industri pariwisata massal menjadikannya tempat pelarian yang sempurna bagi para pencinta ketenangan dan petualangan bahari.

Daya tarik utama dari pulau ini terletak pada hamparan pantai pasir putihnya yang begitu luas, bersih, dan bertekstur sangat halus. Air laut di sekeliling pulau sangat jernih dengan gradasi warna biru toska yang memanjakan mata siapa saja yang memandangnya. Suasana di sekitar pantai terasa begitu privat dan damai, memberikan sensasi seolah-olah Anda sedang berada di atas pulau pribadi yang tenang.

Tidak hanya di permukaan, kekayaan bawah laut Pulau Lanjukang juga tersimpan dengan sangat baik dan menakjubkan. Terumbu karang yang sehat dan beragam jenis ikan hias warna-warni menjadi pemandangan utama yang siap menyambut para pencinta aktivitas snorkeling maupun diving. Kejernihan airnya yang luar biasa memberikan jarak pandang yang sangat baik untuk mengeksplorasi keindahan ekosistem maritim di pulau terluar ini.

Ketika hari mulai beranjak senja, Pulau Lanjukang menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa spektakuler tanpa penghalang di ufuk barat. Keindahan langit yang berubah warna menjadi jingga keemasan berpadu dengan suara ombak yang tenang menciptakan momen magis yang tak terlupakan. Meskipun fasilitas di pulau ini masih sangat terbatas dan sederhana, petualangan serta kedamaian yang ditawarkan selalu berhasil membayar tuntas perjalanan panjang setiap wisatawan.

Photo by @lanjukangisland on Instagram

Selengkapnya
Wisata Bahari

Pulau Samalona

Pulau Samalona adalah salah satu destinasi wisata bahari paling populer dan eksotis yang terletak di wilayah administrasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pulau karang kecil yang indah ini berjarak sekitar 6,8 kilometer dari daratan utama Makassar. Meskipun memiliki ukuran yang relatif mungil, pulau ini menjadi surga tropis favorit bagi para pelancong yang mendambakan suasana liburan pantai yang tenang namun tetap mudah dijangkau dari pusat kota. Daya tarik utama Pulau Samalona terletak pada keindahan alamnya yang memukau, berupa hamparan pasir putih bersih yang bertekstur halus berpadu dengan air laut yang sangat jernih berwarna gradasi biru muda hingga toska. Para pencinta aktivitas air dapat melakukan snorkeling atau diving untuk melihat langsung terumbu karang yang terawat serta beragam jenis ikan hias berwarna-warni yang berenang bebas di sekitar perairan dangkalnya.

Untuk menuju ke Pulau Samalona, wisatawan harus menggunakan transportasi laut berupa perahu motor kayu tradisional (jolloro) atau speed boat yang banyak bersandar di dua titik keberangkatan utama :

  1. Pusat kota, yaitu Dermaga Kayu Bangkoa (Jalan Pasar Ikan)

  2. Dermaga penyeberangan di depan Benteng Rotterdam

Perjalanan laut dari kedua dermaga ini menuju Pulau Samalona membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit saja, tergantung pada kondisi cuaca dan jenis kapal yang digunakan. Akses penyeberangan ini tersedia setiap hari dan sangat fleksibel karena wisatawan bisa langsung menyewa perahu di lokasi.

Selengkapnya
Kuliner

Sop Konro

Sop Konro merupakan kuliner tradisional legendaris khas suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan yang sangat populer di seluruh penjuru Nusantara. Makanan berbahan dasar iga sapi atau daging sapi ini dikenal dengan kuahnya yang berwarna cokelat kehitaman yang sekilas mirip dengan rawon, namun memiliki cita rasa dan tekstur yang jauh berbeda. Nama "Konro" sendiri dalam bahasa lokal merujuk pada bagian tulang iga, yang menjadi bintang utama dalam hidangan berkuah kaya rempah ini.

Keunikan utama Sup Konro terletak pada racikan kuahnya yang menggunakan buah kluwak (pucung) sebagai pewarna hitam alami sekaligus pemberi aroma khas yang pekat. Kuah kaldu yang kental ini dimasak bersama perpaduan rempah-rempah yang melimpah, mulai dari ketumbar, jintan, serai, lengkuas, kayu manis, hingga cengkih, sehingga menghasilkan rasa gurih, hangat, dan beraroma tajam. Proses Perebusan iga sapi dilakukan dalam waktu yang cukup lama bersama rempah-rempah tersebut, membuat dagingnya menjadi sangat empuk, juicy, dan bumbunya meresap sempurna hingga ke tulang.

Seiring perkembangan dunia kuliner, kini hidangan ini juga disajikan dalam variasi modern yang tidak kalah populer, yaitu Konro Bakar. Pada variasi ini, iga sapi yang telah direbus matang dan dibumbui akan dibakar di atas arang, lalu disajikan terpisah dengan kuah kaldunya serta disiram saus kacang khas yang gurih manis. Baik versi sup maupun bakar, kuliner autentik Makassar ini paling nikmat disantap selagi hangat bersama potongan ketupat (burasa) atau nasi putih, lengkap dengan perasan jeruk nipis dan sambal rawit yang menggugah selera.

Selengkapnya