Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Jelajahi Kota Makassar

Destinasi Wisata & Kuliner

Temukan keindahan pantai, sejarah, budaya, dan kuliner khas Makassar.

Wisata Bahari

Pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng Keke adalah salah satu surga tersembunyi yang terletak di gugusan Kepulauan Spermonde, sekitar 14 kilometer dari pesisir Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan pulau-pulau wisata lainnya, Kodingareng Keke merupakan sebuah pulau tak berpenghuni yang menawarkan pesona alam yang masih sangat alami, asri, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Begitu mendekati pulau ini, wisatawan akan disambut oleh bentangan pasir putih halus yang memanjang serta gradasi warna air laut dari hijau toska muda hingga biru tua yang sangat memanjakan mata.

Daya tarik utama dari Pulau Kodingareng Keke terletak pada keindahan bawah lautnya yang luar biasa dan menjadi salah satu spot snorkeling serta diving terbaik di Sulawesi Selatan. Air lautnya yang jernih bak kristal memberikan visibilitas sempurna untuk menikmati hamparan terumbu karang yang sehat serta kawanan ikan warna-warni yang berenang bebas. Keunikan lain dari pulau ini adalah keberadaan struktur bawah air buatan berbentuk situs karang serta biota laut langka yang menjadikannya petualangan bawah air yang tak terlupakan bagi para pencinta petualangan bahari.

Karena merupakan pulau tak berpenghuni, berkunjung ke Pulau Kodingareng Keke memberikan sensasi petualangan ala private island yang menenangkan bagi siapa saja yang ingin melepas penat. Pulau ini menjadi destinasi yang sangat tepat untuk berjemur, berfoto di hamparan pasir timbulnya yang eksotis, atau sekadar menikmati angin laut yang sejuk di bawah keteduhan pohon-pohon kecil. Mengunjungi Kodingareng Keke akan memberikan Anda pengalaman wisata alam yang murni, mengingatkan kita akan kekayaan bahari Indonesia Timur yang begitu megah dan memikat hati.

Selengkapnya
Wisata Bahari

Pulau Lae lae

Pulau Lae Lae adalah sebuah pulau kecil berpenghuni yang terletak sangat strategis di sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pulau dengan luas sekitar 6,5 hektare ini memiliki jarak yang sangat dekat dari daratan utama, yakni hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 5 hingga 10 mnt menggunakan perahu motor kayu dari Dermaga Kayu Bangkoa atau dermaga di depan Benteng Rotterdam. Kedekatan geografis ini menjadikan Pulau Lae-Lae sebagai salah satu destinasi wisata bahari alternatif yang paling mudah dan cepat diakses oleh warga lokal maupun wisatawan yang sedang berada di pusat Kota Makassar.

Meskipun ukurannya tergolong kecil, Pulau Lae-Lae menawarkan daya tarik wisata pantai yang memikat dengan pemandangan pasir putih yang membentang di beberapa sisinya. Di sepanjang pesisir pulau, pengunjung dapat menikmati embusan angin laut yang sejuk, berjalan santai di tepi pantai, atau berenang di perairannya yang relatif tenang. Salah satu keunikan bersejarah dari pulau ini adalah keberadaan situs peninggalan zaman penjajahan Jepang berupa sebuah bunker pertahanan bawah tanah, yang membuktikan peran strategis Pulau Lae-Lae di masa lalu sebagai benteng pertahanan maritim.

Daya tarik paling magis dari Pulau Lae-Lae tersaji menjelang petang, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari tenggelam yang spektakuler dengan latar belakang siluet gedung-gedung pencakar langit Kota Makassar dan Masjid 99 Kubah di seberang lautan. Kehidupan masyarakat nelayan setempat yang ramah dan bersahaja menambah kental nuansa perkampungan pesisir yang menenangkan hati. Pulau ini menjadi pilihan sempurna bagi siapa saja yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk kota besar tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Selengkapnya
Wisata Bahari

Pulau Lanjukang

Pulau Lanjukang adalah salah satu surga tersembunyi yang terletak di gugusan Kepulauan Spermonde, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai salah satu pulau terluar di wilayah tersebut, destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih sangat asri dan jauh dari hiruk-piruk perkotaan. Keindahan alaminya yang belum banyak terjamah oleh industri pariwisata massal menjadikannya tempat pelarian yang sempurna bagi para pencinta ketenangan dan petualangan bahari.

Daya tarik utama dari pulau ini terletak pada hamparan pantai pasir putihnya yang begitu luas, bersih, dan bertekstur sangat halus. Air laut di sekeliling pulau sangat jernih dengan gradasi warna biru toska yang memanjakan mata siapa saja yang memandangnya. Suasana di sekitar pantai terasa begitu privat dan damai, memberikan sensasi seolah-olah Anda sedang berada di atas pulau pribadi yang tenang.

Tidak hanya di permukaan, kekayaan bawah laut Pulau Lanjukang juga tersimpan dengan sangat baik dan menakjubkan. Terumbu karang yang sehat dan beragam jenis ikan hias warna-warni menjadi pemandangan utama yang siap menyambut para pencinta aktivitas snorkeling maupun diving. Kejernihan airnya yang luar biasa memberikan jarak pandang yang sangat baik untuk mengeksplorasi keindahan ekosistem maritim di pulau terluar ini.

Ketika hari mulai beranjak senja, Pulau Lanjukang menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa spektakuler tanpa penghalang di ufuk barat. Keindahan langit yang berubah warna menjadi jingga keemasan berpadu dengan suara ombak yang tenang menciptakan momen magis yang tak terlupakan. Meskipun fasilitas di pulau ini masih sangat terbatas dan sederhana, petualangan serta kedamaian yang ditawarkan selalu berhasil membayar tuntas perjalanan panjang setiap wisatawan.

Photo by @lanjukangisland on Instagram

Selengkapnya
Wisata Bahari

Pulau Samalona

Pulau Samalona adalah salah satu destinasi wisata bahari paling populer dan eksotis yang terletak di wilayah administrasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pulau karang kecil yang indah ini berjarak sekitar 6,8 kilometer dari daratan utama Makassar. Meskipun memiliki ukuran yang relatif mungil, pulau ini menjadi surga tropis favorit bagi para pelancong yang mendambakan suasana liburan pantai yang tenang namun tetap mudah dijangkau dari pusat kota. Daya tarik utama Pulau Samalona terletak pada keindahan alamnya yang memukau, berupa hamparan pasir putih bersih yang bertekstur halus berpadu dengan air laut yang sangat jernih berwarna gradasi biru muda hingga toska. Para pencinta aktivitas air dapat melakukan snorkeling atau diving untuk melihat langsung terumbu karang yang terawat serta beragam jenis ikan hias berwarna-warni yang berenang bebas di sekitar perairan dangkalnya.

Untuk menuju ke Pulau Samalona, wisatawan harus menggunakan transportasi laut berupa perahu motor kayu tradisional (jolloro) atau speed boat yang banyak bersandar di dua titik keberangkatan utama :

  1. Pusat kota, yaitu Dermaga Kayu Bangkoa (Jalan Pasar Ikan)

  2. Dermaga penyeberangan di depan Benteng Rotterdam

Perjalanan laut dari kedua dermaga ini menuju Pulau Samalona membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit saja, tergantung pada kondisi cuaca dan jenis kapal yang digunakan. Akses penyeberangan ini tersedia setiap hari dan sangat fleksibel karena wisatawan bisa langsung menyewa perahu di lokasi.

Selengkapnya