Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Dari Kanal Batua Raya ke Produk Bernilai Jual, Dekranasda Makassar Dorong Pemanfaatan Eceng Gondok

Rabu, 23 September 2026·Oleh Tim Humas
0 kali dibaca
Dari Kanal Batua Raya ke Produk Bernilai Jual, Dekranasda Makassar Dorong Pemanfaatan Eceng Gondok

MAKASSAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menyerahkan bantuan rakit bambu untuk mendukung penanganan dan pemanfaatan eceng gondok di Kecamatan Panakkukang, Rabu (23/9/2026).

Penyerahan tersebut berlangsung di kawasan Kanal Jalan Batua Raya yang memiliki potensi eceng gondok cukup melimpah. Tanaman yang selama ini memenuhi kawasan perairan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Panakkukang Syahril, Sekretaris Camat Panakkukang Rendra, para lurah se-Kecamatan Panakkukang, serta pengurus Dekranasda Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan bahwa pemanfaatan eceng gondok merupakan salah satu upaya mengubah bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

"Eceng gondok sering kali dianggap sebagai tanaman pengganggu yang memenuhi perairan. Namun, dengan kreativitas dan keterampilan, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai jual," ujar Melinda.

Menurutnya, potensi eceng gondok yang tersedia di sepanjang Kanal Batua Raya menjadi peluang bagi masyarakat Panakkukang untuk mengembangkan berbagai produk kerajinan berbasis bahan alam.

Melinda menjelaskan, pemanfaatan tanaman tersebut tidak hanya terbatas pada produk kerajinan seperti tas, keranjang, dekorasi rumah, dan aksesori. Eceng gondok juga berpotensi diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak atau kayu, serta berbagai produk bermanfaat lainnya.

Dengan pemanfaatan tersebut, penanganan eceng gondok diharapkan tidak hanya membantu mengurangi tanaman yang memenuhi perairan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.

"Inilah semangat yang ingin terus kita dorong melalui Dekranasda, yaitu bagaimana potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi peluang, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Melinda berharap rakit bambu yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendukung aktivitas pengumpulan eceng gondok, sehingga tanaman tersebut dapat dikelola lebih lanjut menjadi bahan baku produk kreatif yang ramah lingkungan.

Ia juga mengajak para pengrajin dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, desain, kreativitas, kemasan, serta kemampuan pemasaran agar produk kerajinan yang dihasilkan memiliki daya saing.

Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, lanjut Melinda, juga perlu dimaksimalkan sebagai sarana memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar.

"Limbah bukan selalu akhir dari sebuah proses, tetapi dapat menjadi awal dari sebuah kreativitas dan peluang baru," tutur Melinda.

Melalui upaya tersebut, Dekranasda Kota Makassar berharap pemanfaatan eceng gondok dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melinda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah, Dekranasda, masyarakat, pengrajin, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat dalam mengembangkan potensi lokal.

"Semoga ikhtiar kecil ini dapat menjadi langkah besar dalam mewujudkan masyarakat yang semakin kreatif, mandiri, dan sejahtera," pesan Melinda.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Melinda bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pengurus Dekranasda turut meninjau langsung kondisi Kanal Batua Raya serta menyaksikan penggunaan rakit bambu oleh petugas di tengah hamparan eceng gondok.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi eceng gondok sebagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Panakkukang.

Bagikan:
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)