Pemerintah Kota Makassar Optimalkan Peran Peternak

19 April 2017

Redaktur

photo

Industri kuliner masih menjadi penopang utama ekonomi Makassar yang tumbuh pada angka 7.2% hingga 7.8% di tahun 2016. Mayoritas kuliner andalan Makassar berbahan dasar daging sapi, seperti Coto, Pallu Basa, Konro, dan Sop Saudara.

Sangat penting bagi Pemerintah kota (Pemkot) Makassar memastikan kualitas daging yang dikonsumsi sehat, dan halal. Menjawab kebutuhan itu Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Makassar mengadakan Sosialisasi yang mengusung tema Optimalisasi Peran dan Fungsi Peternakan Menuju Makassar Dua Kali Tambah Baik di Hotel Horison, Rabu, 19 April 2017.

"Konsumsi daging Makassar sangat tinggi. Pemerintah harus memastikan standar pengadaan, pemeliharaan dan penyembelihannya harus sehat dan halal," kata Wali Kota.

Sosialisasi yang digelar DP2 Makassar memberikan pemahaman kepada peternak bagaimana menjaga hewan ternak tetap sehat dan layak konsumsi. Memperhatikan pakan ternak, dan pemberian vaksin jika dibutuhkan.

Salah satu momok bagi peternak sapi dan konsumen daging adalah penyakit menular seperti Antraks yang diikuti gejala daging berwarna hitam, berbau, dan berlendir. Peternak harus mampu mengenali gejala ini agar daging yang dipasarkan tidak merugikan konsumen.

Di sisi lain, konsumen juga dituntut cerdas saat membeli. Sosialisasi yang digelar DP2 Makassar juga memperlihatkan contoh daging olahan yang tidak layak konsumsi karena mengandung borax seperti bakso.

Teksturnya lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Bila digigit akan kembali ke bentuk semula. Tahan lama atau awet beberapa hari.
Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu - abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah. Ciri lainnya bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul, dan bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

"DP2 berupaya mendidik peternak bagaimana menghasilkan daging ternak yang sehat, halal, dan layak konsumsi. Ini juga bagian dari upaya perlindungan terhadap konsumen yang dimulai di hulu," terang Kepala DP2 Makassar Abd Rahman Bando.

Copyright © 2014-2016 Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar | Pemerintah Kota Makassar