BULo Makassar Bisa Kendalikan Inflasi

01 November 2016

Redaktur

photo

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto menyampaikan Kuliah Umum Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Menara Pinisi UNM, Senin, 31 Oktober 2016.

Kuliah Umum mengangkat tema Social Enterpreneurship Peningkatan Daya Saing Ekonomi Masyarakat Melalui Optimalisasi Industri Anak Lorong Kota Makassar. Hadir dalam kuliah umum itu, mahasiswa, dosen, dan alumni Prodi Administrasi Negara FIS UNM, juga Dekan FIS UNM Prof Hasnawi Haris bersama jajaran pembantu dekan, dan ketua Prodi FIS UNM, dan Pembantu Rektor II UNM Dr Karta Jayadi.

Wali Kota Danny dalam kuliah umumnya menyampaikan pemerintah kota dalam membangun Makassar menggunakan filosofi sebagai landasan berpikir yang memuat tiga kunci utama, bagaimana mengajak masyarakat terlibat dalam program pemerintah, bagaimana masyarakat menerima visi kota, dan bagaimana meningkatkan partisipasi warga dalam program pemerintah.

"Program memiliki target waktu, tempat, dan perangkat metodelogis untuk mencapainya," kata Wali Kota Danny.

Visi Makassar ; Mewujudkan Kota Dunia Nyaman untuk Semua. Tata Lorong Bangun Kota Dunia diterjemahkan ke dalam tiga misi ; Merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera standar dunia, Merestorasi tata ruang kota menjadi kota nyaman kelas dunia, dan Mereformasi tata pemerintahan menjadi pelayanan publik kelas dunia bebas korupsi.
 
Visi dan Misi Pemerintahan Wali Kota Danny diterjemahkan ke dalam Delapan Jalan Masa Depan. Sejumlah program diluncurkan untuk mensukseskannya seperti LiSA (Lihat Sampah Ambil), MTR (Makassar ta Tidak Rantasa), serta Makassar Sombere dan Smart City.

Fokus utama pembangunan diawali di lorong - lorong sebagai sel kota, jumlah lorong di Makassar yang mencapai tujuh  ribuan menjadi sasaran utama program pemerintah kota.

Setelah sukses menghijaukan lima ribu lorong di Makassar lewat program Lorong Garden (Longgar), di tahun depan Wali Kota Danny akan mengembangkan lorong - lorong Makassar menjadi lorong produktif melalui BULo (Badan Usaha Lorong).

Program BULo diperuntukkan bagi lorong - lorong yang telah menjalankan program Longgar. Tanaman bernilai ekonomis seperti cabe akan menjadi varietas andalan BULo.

Tanaman cabe dipilih karena jenis tanaman ini mudah tumbuh, dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Selain itu, cabe termasuk salah satu jenis komoditi yang dapat memacu timbulnya inflasi. Melalui BULo, pemerintah kota dapat mengendalikan laju inflasi.

Tanaman yang dihasilkan oleh Longgar akan dibeli oleh pemerintah kota melalui BULo, hasil penjualannya akan dikembalikan ke masyarakat untuk ditabung sebagai dana pendidikan anak - anak lorong, dan lainnya akan digunakan sebagai modal untuk mengembangkan BULo yang berada di setiap kecamatan.

Dekan FIS UNM, Prof Hasnawi Haris  menyampaikan dukungan fakultas yang dipimpinnya terhadap program BULo besutan Wali Kota Danny, "Program Wali Kota akan lebih cepat terimplementasikan jika disinergikan dengan dunia kampus," kata Dekan Prof Hasnawi.

Copyright © 2014-2016 Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar | Pemerintah Kota Makassar